Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Anak Muda Terjun ke Politik? Harus Punya Ini Agar Tak Terjebak Sistem yang Korup

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
4 Juli 2023
A A
sekar krisnauli anak muda terjun politik mojok.co

Sekar Krisnauli, Ketua DPD Partai Golkar Kota Solo (Dok. Pribadi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Anak muda yang terjun ke dunia politik seringkali mendapat ‘nyinyiran’ karena masuk dalam sistem yang korup. Benarkah demikian? Apa yang perlu dilakukan agar tak terjebak pada sistem yang sama? Ini kata Sekar Krisnauli, bacaleg muda dari Partai Golkar.

Majunya eks Ketua BEM UI Manik Marganamahendra sebagai caleg DPRD DKI Jakarta menuai banyak respons. Manik, yang maju dari Partai Perindo, dianggap telah mengambil jalan yang keliru karena terjun ke politik praktis.

Bagi sebagian pengkritiknya, Manik sebagai politisi muda pada akhirnya nanti hanya bakal ikut arus politik yang korup. Alih-alih bikin perubahan sebagaimana yang ia gembar-gemborkan.

Terkait fenomena tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Kota Solo Sekar Krisnauli Tandjung menyayangkan berbagai rundungan dan cacian yang tertuju pada Manik.

Menurutnya, partisipasi anak muda ke politik justru baik karena beberapa alasan.

Pertama, Sekar yang maju untuk DPRD Kota Solo mengatakan, anak muda dapat membawa nafas baru bagi perpolitikan Indonesia yang isinya selama ini mayoritas politisi senior.

Sementara yang kedua, hadirnya anak muda dalam politik bisa mewakili keresahan mereka—yang jarang politisi senior singgung—untuk kemudian terimplementasi dalam kebijakan pro-anak muda.

“Seperti yang kita tahu, semua kebijakan adalah produk politik. Jadi kalau anak muda pengin mengubah, ya, harus oleh mereka sendiri,” kata Sekar, yang Mojok temui, Kamis (22/6/2023).

Sementara terkait narasi publik yang menyebut bahwa “politik akan bikin Manik ikut-ikutan jahat”, Sekar kurang bersepakat. Tak dipungkiri memang hampir semua institusi, termasuk lembaga pemerintahan seperti DPR dan MPR, pasti terdapat oknum-oknum yang berperilaku buruk.

Namun, ia menegaskan, bahwa sistem yang jahat itu tidak selamanya bisa memengaruhi kita.

“DPR dan MPR, meski ada orang jahat, tapi it’s not bad. Ia tak akan bikin kita jadi korup, asalkan kita punya pijakan kuat,” tegasnya.

Lantas, apa pijakan atau modal apa saja dibutuhkan anak muda agar tak terjebak dalam sistem korup politik di Indonesia ini? Ini penjelasan Sekar Krisnauli:

#1 Visi yang kuat

Salah satu “bumper” untuk menjaga anak muda yang terjun ke politik agar tak terpengaruh sifat-sifat jahat adalah visi yang kuat.

Kata Sekar, memang ini terdengar klise. Namun, tanpa pijakan dan niat yang kuat, maka sangat mudah bagi politisi muda untuk terbawa arus kekuasaan yang korup.

Iklan

Ibaratnya, jika niat awal terjun ke politik saja sekadar “balik modal”, maka ke depannya tak ada yang bisa diharapkan selain korup.

Berbeda jika niat terjun ke politik adalah untuk mengubah sistem ke arah lebih baik, maka idealisme anak muda “paling tidak” dapat terjaga.

“Karena tanpa itu semua, kita tak punya pijakan yang kuat dan bakal gampang kebawa arus jahat politik,” jelas Sekar.

#2 Uang penting tapi bukan segalanya

Kedua, Sekar mengakui salah satu instrumen yang paling menentukkan sejauh mana politisi muda dapat berdiri pada idealismenya adalah faktor finansial alias uang.

Menurut Sekar, lahir dari keluarga dengan ekonomi serba berkecukupan—misalnya, seperti dirinya—telah “mengizinkan” untuk berjalan sesuai dengan visi-misinya.

“Itu tak bisa dimungkiri; dengan finansial yang kuat, kita bisa mengelola organisasi secara lebih baik,” kata dia.

“Sementara organisasi yang baik, memastikan kita tetap berdiri pada idealisme,” sambungnya, tegas.

Namun, ia tetap menggarisbawahi, bahwa uang tetaplah uang yang selalu punya dua mata pisau.

“Uang penting, tapi bukan segalanya. Ibarat uang Rp20 miliar berada di tangan orang yang salah, atau hanya Rp2 miliar tapi di tangan orang yang tepat, hasilnya beda,” kata Sekar.

“Jadi, semua kita kembalikan ke visinya di awal tadi dan seberapa kuat idealismenya,” tukasnya.

#3 Harus diikuti power juga

Terakhir, selain harus punya pijakan visi dan ekonomi yang menopang, anak muda juga harus cermat dalam menentukkan partai. Dalam hal ini, Sekar menyebut bahwa power alias kekuasaan sangat berpengaruh bagi anak muda dalam menjaga idealisme.

“Katakanlah sebagai caleg, uang kita kecil. Tapi di sisi lain kita berada di partai yang berkuasa. Kemungkinan besar kita bakal lebih maju karena kita punya kuasa,” urainya.

“Hanya dengan kekuatan yang besar kita bisa menghadapi tantangan dari luar. Dan tiga hal tadi [visi, uang, power], bagi anak muda bisa jadi modal pendukung agar bisa terus bergerak maju di politik,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Sekar Krisnauli Tandjung, Ujung Tombak Golkar Solo yang Sudah ‘Beringin’ Sejak Dini

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 4 Juli 2023 oleh

Tags: anak mudaPemilu 2024politik anak mudaSekar Krisnauli
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO
Urban

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
Anak muda alias gen z dan milenial kini tolak kejar jabatan. MOJOK.CO
Urban

Anak Muda Tolak Karier Elite dengan Jabatan Tinggi, Pilih Side Job yang Jamin Gaji Stabil di Masa Kini

19 Mei 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO
Urban

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti.MOJOK.CO
Seni

Realitas Pahit Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang Bikin Gen Z Menangis: Susah Cari Kerja dan Dihina Saat Kumpul Keluarga

27 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.