Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Konter

Meninggalkan iPhone dan Pindah Sepenuhnya ke Android Adalah Langkah yang Tepat karena Saya Jadi Lebih Produktif ketika Bekerja

Aditia Purnomo oleh Aditia Purnomo
13 Mei 2024
A A
iPhone Bikin Nggak Produktif, Bersyukur Akhirnya Pindah Android MOJOK.CO

Ilustrasi iPhone Bikin Nggak Produktif, Bersyukur Akhirnya Pindah Android. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Apple dan iPhone memang gacor tapi bikin saya jadi nggak produktif bekerja. Udah bener saya memutuskan pindah ke Android saja.

Dulu, saya adalah Apple User. Bukan cuma pakai iPhone, tetapi juga perangkat Apple lain macam MacBook, iPad + Apple Pencil, iMac, Apple Watch, serta Airpods Pro. Kalau mau dibandingin, kurang terjerat apa saya dengan ekosistem Apple? Namun, pada 2022, saya menjual semua Apple devices dan beralih total ke Android dan Windows. 

Fleksibilitas dan produktivitas adalah alasan mengapa saya meninggalkan Apple. Walau semua perangkatnya gacor, tapi kurang bisa mendukung kebutuhan kerja saya yang kelewat produktif. Hingga akhirnya ya daripada klien yang pergi, lebih baik saya yang meninggalkan Apple. Bye. 

Apple yang kurang fleksibel

Dengan dalih perkara keamanan, Apple membatasi hampir semua ruang gerak pengguna ketika menggunakan ponselnya sendiri. Mau download aplikasi dari pihak ketiga, kustomisasi tampilan, dan menggandakan aplikasi? Mana bisa. Padahal, kita bisa dengan mudah melakukannya di Android. Sudah begitu, charger juga beda sendiri. 

Ya, belakangan sih sudah mulai dilonggarkan kayak update iOs untuk kustomisasi tampilan, iPhone terbaru sudah menggunakan port type c yang digunakan di banyak device. Mulai ada aturan juga yang membolehkan user meng-install aplikasi pihak ketiga walau baru di Eropa saja. Namun, sepanjang urusan aplikasi ganda, masih belum bisa. Makanya, kayaknya sulit buat saya balik lagi ke iPhone. 

Sempat menggunakan Android + iPhone

Jujur, saya hampir tidak pernah lepas dari hape Android. Bahkan ketika masih memakai iPhone, saya selalu memiliki (setidaknya) satu hape lagi yang berbasis Android. Malah, hape Android yang saya pakai juga bukan kaleng-kaleng; flagship Samsung dari tahun ke tahun sejak 2018. 

Ya, saya menyandingkan iPhone XS Max dengan Galaxy Note 10, iPhone 11 dengan Galaxy S20 Plus, iPhone 12 Pro Max dengan Galaxy S21 Plus, serta iPhone 13 dengan Galaxy S22 Ultra. Barulah, seri iPhone 14 rilis, saya memilih tak lagi menggunakan iPhone dan memilih hanya menggunakan Android. 

Jadilah, sejak 2022, saya hanya menggunakan satu daily driver (S22 Ultra) dan satu hape pendamping (Poco M5). Bersama tambahan sebuah laptop ROG M16, saya justru merasa makin produktif dengan satu ekosistem baru yang begitu fleksibel untuk digunakan. 

Baca halaman sealanjutnya: Kalau pengin produktif, tinggalkan iPhone dan pindah ke Android saja.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2024 oleh

Tags: androidAppleiPhonelaptop rog m16POCO F5Samsungsamsung s23 ultrasamsung s24 ultra
Aditia Purnomo

Aditia Purnomo

Asli Tangerang, tinggal di Jogja. Tukang review hape baru. Pernah ganti hape 50 kali dalam 3 tahun.

Artikel Terkait

Beli produk hp Apple, iPhone
Urban

Pengguna iPhone Ingin “Naik Kelas” Bikin Muak, Gaya Elite padahal Dompet Sulit

22 April 2026
iPhone 6 dan 7 lebih diminati gen Z
Catatan

iPhone Jadul Bangkit Kembali Berkat Gen Z, Kualitas Foto “Tak Sempurna” Malah Dianggap Unggul daripada Keluaran Terbaru

20 April 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android
Catatan

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
Orang Jakarta pilih bayar iPhone dengan cicilan
Urban

Tren “Aneh” Orang Jakarta: Nyicil iPhone Bukan karena Butuh, Alasannya Susah Dipahami Orang Miskin

14 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

Konsultasi Publik di Bandung Hasilkan Masukan Strategis Konservasi Elang Jawa 2026-2036

3 Agustus 2026
Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Lolos SBM Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jual Tiramisu. MOJOK.CO

Seporsi Kemenangan usai Ayah Tiada: Jualan Tiramisu di Saparua sejak Remaja agar Bisa Sekolah hingga Tembus SBM ITB

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.