Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Konter

Meninggalkan iPhone dan Pindah Sepenuhnya ke Android Adalah Langkah yang Tepat karena Saya Jadi Lebih Produktif ketika Bekerja

Aditia Purnomo oleh Aditia Purnomo
13 Mei 2024
A A
iPhone Bikin Nggak Produktif, Bersyukur Akhirnya Pindah Android MOJOK.CO

Ilustrasi iPhone Bikin Nggak Produktif, Bersyukur Akhirnya Pindah Android. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kenapa memilih melepas Apple? 

Sebagaimana kebanyakan orang, saya memakai banyak nomor hape. Malahan, hingga hari ini, saya masih mengaktifkan 13 nomor ponsel untuk urusan pekerjaan. Walau ya, sehari-harinya saya lebih banyak hanya menggunakan 5 sampai 6 nomor saja. 

Tentunya, keenam nomor itu memiliki akun WhatsApp. Untuk mengaktifkan keenam nomor itu, tentu saya tidak bisa hanya menggunakan 1 iPhone. Bahkan ketika menggunakan 1 iPhone dan 1 Samsung pun masih belum cukup. Lebih pas jika menggunakan 1 Samsung dan 1 (keluarga) Xiaomi. 

Jika menggunakan iPhone, paling mentok kita hanya bisa menggunakan 1 WhatsApp biasa dan 1 WhatsApp bisnis. Sementara dengan Samsung, saya bisa menggunakan 2 WhatsApp biasa dan 1 WhatsApp bisnis. Bahkan jika menggunakan fitur secure folder, saya bisa menggunakan 5 nomor WhatsApp di satu hape. Ketika menggunakan Xiaomi, fitur aplikasi ganda bisa memudahkan kita untuk menggunakan banyak nomor WhatsApp di 1 ponsel. 

Selain itu, saya juga mengelola cukup banyak rekening di mana mobile banking setiap nomor harus aktif. Dengan asumsi 1 nomor ponsel untuk 1 mobile banking, maka saya membutuhkan 4 nomor. Jadilah saya harus membawa 4 nomor yang harus dibawa ke mana saja saya pergi. 

Sialnya, selain hanya bisa membawa 1 SIM card, iPhone juga hanya bisa digunakan untuk 1 mobile banking. Sementara itu, dengan S24 Ultra dan Poco F5 yang saya gunakan saat ini, saya sudah bisa menggunakan 4 mobile banking BCA dengan 4 nomor rekening yang berbeda. 

Oh ya, fyi, rekening yang saya gunakan sebagian adalah rekening lembaga yang bukan atas nama saya. Jadi ya nggak bisa dikelola dalam 1 aplikasi. 

Kemudian, saya juga mengelola banyak akun. Mulai dari media sosial sampai email. Karenanya, saya membutuhkan hape dengan fitur aplikasi ganda. Misal, di Poco F5 saya, kini ada 2 Twitter, 2 Instagram, 2 TikTok, dengan masing-masing berisi setidaknya 6 akun. 

Jadi, daripada repot mengurus semua pekerjaan, akhirnya saya memutuskan meninggalkan iPhone.  

Sempat mencoba balik tapi tetap nggak nyaman

Sekitar 2 bulan yang lalu, Samsung S23 Ultra saya rusak karena tercebur di pantai. Perbaikannya memakan waktu yang cukup lama. Maklum, di Jogja, kalau servis hape resmi mesti lama. Makanya, saya memutuskan untuk membeli ponsel baru saja. Sembari menunggu S23 Ultra kembali, akhirnya saya memberanikan diri untuk membeli iPhone 15 Pro. Karena sudah pakai port type c, ya saya mau coba lagi balikan sama ponsel dari Apple. 

Sayangnya, baru 4 hari pakai, saya sudah kerepotan. Mulai dari kesulitan mengetik pesan, hingga kebutuhan akan widget yang biasa saya gunakan, tidak tersedia di iPhone 15 Pro. Akhirnya, ya saya memutuskan untuk membeli S24 Ultra sebagai hape utama saya.

Terus iPhone-nya bagaimana? Sejauh ini, hape tersebut lebih banyak digunakan teman-teman untuk produksi video. Kalau saya kira sudah nggak berguna, ya nanti tinggal dijual saja.  

Windows + Samsung adalah Kunci

Dulu saya sering banget gonta-ganti laptop. Selain untuk ngetes laptop-laptop baru, saya juga merasa nggak terikat dengan laptop lama. Saya merasa, pekerjaan bisa selesai tanpa terikat dengan satu laptop. Tapi itu dulu. 

Sekarang sudah 2 tahun lebih saya menggunakan ROG M16. Untuk hapenya sih sudah terganti ya karena sempat rusak saja. Seandainya S23 Ultra saya nggak rusak, kayaknya juga nggak bakal ganti ke S24 Ultra. Buat saya, perangkat yang saya gunakan saat ini adalah kunci produktif untuk urusan pekerjaan. 

Ketika bekerja, saya tetap bisa mengakses ponsel saya tanpa harus membuka ponsel dengan aplikasi Phone Link yang menyambungkan S24 Ultra dengan ROG M16 saya. Mau copy file juga mudah dan cepat dengan Nearby Share. Dan yang paling penting, saya bisa menjejerkan 50 profil Chrome saya di laptop agar mudah digunakan. Mangtap. 

Iklan

Meski memang perkara produktivitas itu subjektif, tapi fleksibilitas yang diberikan Android dan Windows menjadi kunci untuk produktivitas saya pribadi. Karena mau pakai hape paling mahal atau laptop paling mahal pun, kalau cuma dipakai untuk scroll TikTok dan nonton Netflix ya jadi nggak produktif kan. 

Tapi ya itu urusan pribadi ya. Kalau punya duit, mau ganti hape sebulan sekali seperti saya dulu juga nggak masalah. Yang penting jangan pernah memaksakan diri membeli barang yang tak mampu kamu jangkau, dan jangan menjadi sombong ketika kamu membeli iPhone padahal cuma iPhone XR. Yaelah bang, bagusan juga Android Poco F5.

Penulis: Aditia Purnomo

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Saya Menyesal Setelah Pindah dari Android ke iOS dan pengalaman menarik lainnya di rubrik KONTER.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2024 oleh

Tags: androidAppleiPhonelaptop rog m16POCO F5Samsungsamsung s23 ultrasamsung s24 ultra
Aditia Purnomo

Aditia Purnomo

Asli Tangerang, tinggal di Jogja. Tukang review hape baru. Pernah ganti hape 50 kali dalam 3 tahun.

Artikel Terkait

Beli produk hp Apple, iPhone
Urban

Pengguna iPhone Ingin “Naik Kelas” Bikin Muak, Gaya Elite padahal Dompet Sulit

22 April 2026
iPhone 6 dan 7 lebih diminati gen Z
Catatan

iPhone Jadul Bangkit Kembali Berkat Gen Z, Kualitas Foto “Tak Sempurna” Malah Dianggap Unggul daripada Keluaran Terbaru

20 April 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android
Catatan

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
Orang Jakarta pilih bayar iPhone dengan cicilan
Urban

Tren “Aneh” Orang Jakarta: Nyicil iPhone Bukan karena Butuh, Alasannya Susah Dipahami Orang Miskin

14 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Guru PPPK Paruh Waktu, honorer.MOJOK.CO

Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli

23 April 2026
Aksi tanam 100 pohon gayam di sekitar Candi Borobudur, Magelang. MOJOK.CO

Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur

23 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Nemu Daycare Teraman di Jogja di Balik Bobroknya Little Aresha. MOJOK.CO

Alifa Moslem Babypreneur Daycare Jadi Penyelamat Orang Tua yang Harus Kerja dan Jogja yang Minim Ruang Bermain Anak

27 April 2026
Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
perubahan iklim, cuaca ekstrem mojok.co

Cuaca Ekstrem Tak Menentu, Pakar UGM: Bukti Nyata Perubahan Iklim

24 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.