Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

Toko Djoen Malioboro: Kedai Roti Legendaris yang Masih Bertahan Sejak Masa Penjajahan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
4 Oktober 2023
A A
Toko Djoen Malioboro: Kedai Roti Legendaris yang Masih Bertahan Sejak Masa Penjajahan MOJOK.CO

Toko Djoen merupakan toko roti tertua di Jogja yang masih beroperasi hingga kini. (Instagram tokodjoen)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Toko Djoen yang terletak di Jalan Malioboro merupakan kedai roti paling legendaris seantero Yogyakarta. Meskipun usianya sudah nyaris seabad, cita rasa asli rotinya masih bertahan hingga hari ini.

Kedai yang berlokasi di Jalan Margomulyo Nomor 78 ini bisa dibilang sebagai salah satu toko roti tertua di Indonesia. Bahkan, ia sudah berdiri sejak Indonesia belum merdeka.

Iklan

Saat kamu berkunjung ke Malioboro, tak sulit untuk menemukan keberadaan Toko Djoen. Sebab, kamu cukup mengikuti aroma roti panggang yang begitu kuat dan membawamu ke sebuah plakat hijau bertuliskan “Bakery dan Shop: Djoen Lama sejak 1935”.

Toko Djoen awalnya tak hanya menjual roti

Toko Djoen berdiri sejak 1935 saat Indonesia masih berada di bawah kolonialisme Hindia Belanda. Usaha ini didirikan oleh Tan Lian Ngau, yang saat itu memborong usaha roti sekaligus bangunan milik salah seorang keturunan Tionghoa asal Temanggung, Tan Poe Djoen.

Saat awal berdiri, Toko Djoen menjual anek roti. Mulai dari roti gula Jawa, roti sobek, hingga roti rol. Bahkan, ternyata awalnya kedai ini tidak hanya menjual roti. Mereka juga menyediakan beberapa kebutuhan lainnya seperti odol dan sabun.

Namun, seiring berjalannya waktu, kedai ini mulai fokus di usaha menjual roti. Varian-varian pun mulai dijajakan, termasuk dengan menjual roti pisang pada 1959, atau dua dekade setelah usaha berdiri. Varian roti ini pun segera laku keras dan melambungkan nama Toko Djoen.

Selain roti pisang, varian lain yang bermunculan antara lain roti tawar, roti aneka isian toping, kue sus, kroket, biskuit bagelen roomboter, onbitjkoek, roti sobek polos, roti semir.

Pada 1960-an, toko ini bahkan bisa menjual roti mereka sampai ke luar daerah Kota Yogyakarta, seperti Wonosari, Klaten, Sleman, hingga Muntilan.

Masih mempertahankan ciri khas

Meski berusia hampir seabad, dan terjadi modernisasi di Jalan Malioboro, Toko Djoen masih memilih untuk mempertahankan bentuk asli mereka. Baik itu bangunan, peralatan masak, hingga resepnya.

Toko Djoen, nyatanya masih mempertahankan bangunan lamanya, belum ada yang berubah sama sekali. Mereka juga masih menggunakan peralatan-peralatan lawas, seperti loyang-loyang besi dan pemanggang besar mirip tungku perapian pada rumah-rumah bergaya Belanda.

Pengolahan roti-roti di sini juga masih menggunakan cara manual tanpa memakai oven. Itulah sebabnya roti produksi Toko Djoen hanya bisa bertahan satu hari saja.

Sementara untuk resep roti dan kue, sejak dulu belum mengalami perubahan. Mereka tidak memakai bahan-bahan tambahan pangan modern seperti pengawet, pengembang dan pewarna. Inilah mengapa saat mengunjungi kedai ini, roti-roti yang tersedia selalu dalam keadaan segar.

Misalnya, salah satu yang paling banyak diburu pembeli adalah ontbijtkoek. Makanan berbentuk persegi panjang kecil ini merupakan kue rempah manis yang cukup laris di era Kolonial Belanda. 

Roti ini menggunakan bumbu cengkeh dan kayu manis, serta rasa jahe yang kuat. Toko Djoen sama sekali belum mengubah resepnya, sehingga cita rasa khas masa kolonial pun masih bisa dirasakan.

Iklan

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Joglo Ratmakan Gondomanan, Tempat Para Laskar Atur Strategi Melawan Jepang

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2023 oleh

Tags: maliobororotiroti djoentoko djoen
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO
Pojokan

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Lewat Setu Sinau, Jalan Malioboro Kota Yogyakarta tidak hanya jadi tempat wisata. Tapi juga ruang edukasi untuk belajar budaya Jawa, termasuk aksara Jawa MOJOK.CO
Kilas

“Setu Sinau” bikin Jalan Malioboro Tak Hanya Jadi Tempat Wisata, Tapi Juga Ruang Edukasi Aksara Jawa

29 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO
Kilas

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Malioboro, Jogja, aksi demo.MOJOK.CO
Sosial

Pemkot Jogja Luncurkan Program ‘Setu Sinau’ di Malioboro, Wisatawan Kini Bisa Belajar Budaya Sambil Jalan-Jalan

12 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.