Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Mengenal IPSI, Wadah Pemersatu Perguruan Pencak Silat Seluruh Indonesia

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
10 September 2023
A A
Menelusuri Sejarah IPSI, Wadah Pemersatu Perguruan Pencak Silat di Indonesia MOJOK.CO

Logo resmi IPSI (wikipedia)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – IPSI adalah organisasi pemersatu seluruh perguruan silat di Indonesia. Bagaimana sejarahnya? Mengapa organisasi ini dibentuk?

IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) mungkin kurang populer di kalangan masyarakat umum. Barangkali karena nama singkatan, atau bisa juga karena tak banyak yang mempelajari ilmu bela diri. Kendati demikian bagi pendekar, IPSI sangatlah familiar.

Pencak silat merupakan olahraga atau seni bela diri asli bangsa rumpun Melayu. Di Indonesia sendiri jumlah perguruan pencak silat sangat banyak. Maka dari itu IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) berdiri. Yakni sebagai wadah organisasi seluruh perguruan pencak silat.

Upaya mempersatukan seluruh perguruan pencak silat di Indonesia

Upaya mempersatukan perguruan pencak silat sejatinya telah berlangsung pada masa penjajahan Belanda. Pada 1922 misalnya, di Subang telah berdiri Perhimpoenan Pentjak Silat Indonesia yang mewadahi aliran pencak Jawa Barat yang tersebar di Indonesia. Saat Jepang menjajah, Presiden Soekarno pernah menjadi pelindung organisasi ini.

Upaya serupa juga terlacak di Jogja. Pada 1943, sejumlah pendekar pencak silat, yakni R. Brotosoetarjo (Budaya Indonesia Mataram), Mohamad Djoemali (Setia Hati), Soewarno (Setia Hati Terate), R. Soepono Mangkoepoedjono (Persatuan Hati), dan lain-lain mendirikan Gaboengan Pentjak Mataram (Gapema).

Gapema mewadahi sejumlah perguruan pencak silat yang tumbuh di Jogja. Ketua Gapema ialah K.P.H. Nototaruno, adik Sri Paduka Paku Alam VIII. Pada 1947 di Jogja, berdiri satu organisasi bernama Gabungan Pentjak Seluruh Indonesia (Gapensi) dengan tujuan mempersatukan aliran pencak silat di seluruh Indonesia.

Sejarah berdirinya IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia)

Kendati tiga organisasi dari Jawa Barat dan Jogja tersebut memiliki cita-cita nasional, namun keanggotaannya masih berskala lokal. Atas dasar itu PORI (Persatuan Olahraga Republik Indonesia), yang saat ini kita kenal dengan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), mengadakan Konferensi Bagian Pencak di Solo pada 18 Mei 1948.

Sebelum pertemuan tersebut, telah ada rapat pembentukan Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia pada awal tahun 1947. Pemrakarsanya ialah Mr. K.R.M.T. Wongsonegoro, yang di kemudian hari menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Singkat cerita, konferensi tersebut berhasil melahirkan IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Organisasi ini bernaung di bawah Kementerian Negara Urusan Pemuda.

Tujuan pendiriannya adalah agar koordinasi dan pembinaan kegiatan pencak silat berlangsung secara menyeluruh dan berkesinambungan. Pembinaan tersebut merangkum tujuan pelestarian, pengembangan, dan peningkatan kualitas seni dan budaya.

Berdirinya IPSI membawa semangat persatuan. Harapan puncaknya iadalah tiap perguruan pencak silat saling bersaudara bahu-membahu membangun Indonesia seutuhnya.

Tingkatan keanggotaan dan syarat bergabung di IPSI

Keanggotaan IPSI terdiri dari empat tingkatan. Yakni keanggotaan IPSI Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Kecamatan. Untuk bisa menjadi anggota IPSI pada tiap tingkatan, terdapat sejumlah syarat yang wajib perguruan silat penuhi. Detailnya bisa dibaca di sini.

Saat ini, terdapat 16 perguruan pencak silat yang terdaftar sebagai anggota IPSI Pusat. Daftar tersebut terdiri dari 10 anggota khusus (perguruan historis) dan 6 anggota biasa (perguruan besar). Selengkapnya sebagai berikut.

Perguruan Historis:
1. Persaudaraan Setia Hati
2. Persaudaraan Setia Hati Terate
3. Keluarga Silat Nasional (KELATNAS) Indonesia Perisai Diri
4. Perguruan Silat Nasional Perisai Putih
5. Perguruan Seni Bela Diri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah
6. Phashadja Mataram
7. Perguruan Pencak Silat Indonesia (PERPI) Harimurti
8. Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI)
9. Persatuan Pencak Silat Putra Betawi
10. Keluarga Pencak Silat Nusantara

Perguruan Besar:
1. Perguruan Pencak Silat Betako Merpati Putih
2. Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (SMI)
3. Persinas ASAD
4. Perguruan Pencak Silat Tenaga Dasar (PSTD) Indonesia
5. Tetada Kalimasada Indonesia
6. Pagar Nusa

Iklan

Kedudukan sebagai anggota biasa di tingkat IPSI Pusat dan IPSI Provinsi dapat dievaluasi jika dibutuhkan. Evaluasi yang dimaksud terkait apakah perguruan pencak silat tersebut masih memenuhi syarat sebagai anggota atau sudah tidak.

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA 4 Perguruan Pencak Silat Indonesia yang Sukses Membuka Cabang di Luar Negeri
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 9 September 2023 oleh

Tags: IPSIpencak silatperguruan silatsilat
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Tapak Suci Unair. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO
Kampus

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO
Ragam

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Atlet pencak silat asal Kota Semarang, Tito Hendra Septa Kurnia Wijaya, raih medali emas di SEA Games 2025 Thailand MOJOK.CO
Kilas

Menguatkan Pembinaan Pencak Silat di Semarang, Karena Olahraga Ini Bisa Harumkan Indonesia di Kancah Internasional

22 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Semifinal Kompetisi Basket Campus League musim perdana Regional Surabaya hujan skor. Universitas Surabaya (Ubaya) jadi raja Jawa Timur MOJOK.CO

Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”

29 April 2026
Sebagian pengguna WiFi IndiHome beralih ke Biznet. MOJOK.CO

Ujian Terberat Pengguna IndiHome yang Dikhianati Tawaran Palsu hingga Menggadaikan Kesetiaan ke WiFi yang Lebih “Gacor”

23 April 2026
Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
Lulusan S2 Jepang nggak mau jadi dosen, pilih kerja di Australia. MOJOK.CO

Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

29 April 2026
Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026
Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.