Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Perjalanan Fakultas Kedokteran UGM, Fakultas Kedokteran Tertua yang Tumbuh di Tengah Masa Sulit

Kenia Intan oleh Kenia Intan
15 September 2023
A A
Pendiri Fakultas Kedokteran UGM MOJOK.CO

Pendiri Fakultas Kedokteran UGM (ugm.ac.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidak banyak yang mengetahui, Fakultas Kedokteran UGM adalah fakultas kedokteran tertua di Indonesia. Perjalanannya begitu panjang dan telah melewati masa-masa sulit. 

Fakultas Kedokteran UGM atau yang kini bernama Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM merupakan salah satu fakultas paling populer di Indonesia. Di fakultas itu terdapat program studi (Prodi) Kedokteran yang punya persaingan ketat karena peminatnya begitu banyak. Bahkan, tingkat selektivitas prodi ini bisa mencapai 1 banding 85.

Di balik kepopulerannya, Fakultas Kedokteran UGM (FK UGM) ternyata menyimpan sejarah yang panjang. Cikal bakalnya sudah ada sejak zaman penjajahan. Fakultas ini mampu bertahan di tengah masa sulit hingga bisa menjadi seperti sekarang ini.

FK UGM dirintis di tengah masa sulit

Kemunculan FK UGM tidak terlepas dari dinamika perjuangan bangsa Indonesia menghadapi penjajah. Kalau mau ditarik ke belakang, pada zaman penjajahan Belanda terdapat sekolah kedokteran di Jakarta. Sekolah itu bernama School tot Opleiding van Indische Artsen atau STOVIA yang kemudian berubah nama menjadi Geneeskundige Hoge School (GHS).

Saat masa penjajahan Jepang 1943-1945, Jepang menutup GHS. Kemudian, Jepang mendirikan sekolah kedokteran baru bernama Djakarta Ika Daigaku. Walau sekolah baru, sebagian besar fasilitas dan pengajar Djakarta Ika Daigaku berasal dari GHS.

Setelah Indonesia merdeka, pemerintaha RI mengambil alih Djakarta Ika Daigaku. Pemerintah RI mengubah nama sekolah kedokteran itu menjadi Perguruan Tinggi Kedokteran (PTK). Perguruan tinggi ini berada di bawah Kementerian Kesehatan.

Indonesia memang sudah merdeka, tapi situasi keamanan Jakarta masih genting pada saat itu. Terjadi perlawanan di mana-mana. Tercetuslah rencana memindahkan PTK ke Yogyakarta. Sayangnya, Yogyakarta tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk pendirian sebuah perguruan tinggi kedokteran.

Melihat kondisi saat itu, pemerintah akhirnya mendirikan Perguruan Tinggi Kedokteran di Klaten. PTK yang berdiri di Klaten pada 5 Maret 1946 adalah bagian pre-klinik. Sementara, PTK bagian klinik berdiri di Surakarta pada 4 Maret 1946.

PTK pre-klinik di Klaten inilah yang menjadi cikal bakal FK UGM. Pada saat itu, kegiatan perkuliahan dan laboratorium dilakukan di Rumah Sakit Tegalyoso Klaten. Rumah sakit itu masih ada hingga saat ini, tapi sudah berubah nama menjadi bernama RS dr. Soeradji Tirtonegoro.

Baca halaman selanjutnya…

Perjalanan dari Klaten pindah ke Jogja

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 16 September 2023 oleh

Tags: dokterFakultas Kedokteran UGMFK UGMkedokteranUGM
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO
Sekolahan

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten dan dirikan KOMSAH. MOJOK.CO
Sosok

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026
kuis rempah rempah
Kabar

Merawat Muruah Rempah Nusantara lewat Riset Genetika

2 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan MOJOK.CO

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan

31 Juli 2026
Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
Nasirun, pelukis-seniman maestro berpulang dengan meninggalkan ingatan kebaikan MOJOK.CO

Hadiah Lukisan Topeng dari Membetulkan Antena TV dan Laku Hidup Seorang Nasirun

1 Agustus 2026
Caffino Srikandi Merdeka Cup: turnamen sepak bola putri internasional di Kudus, momentum bakat muda Indonesia unjuk kualitas MOJOK.CO

Srikandi Merdeka Cup: Turnamen Sepak Bola Putri U-16 Level Internasional di Kudus, Momentum Unjuk Kualitas untuk Tembus Timnas

3 Agustus 2026
Token listrik lebih awet setelah mengubah kebiasaan kecil di rumah (Unsplash)

Token listrik lebih awet setelah saya mengubah kebiasaan kecil di rumah

7 Agustus 2026
KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.