Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Doa Sri Saat Mubeng Beteng Keraton Yogyakarta di Malam 1 Suro

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
20 Juli 2023
A A
Doa Sri Saat Mubeng Beteng Mengelilingi Keraton Yogyakarta di Malam 1 Suro. MOJOK.CO

Ribuan warga mengikuti prosesi mubeng beteng Keraton Yogyakarta, Rabu (19/07/2023) malam. (Yvesta Ayu:Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ribuan warga mengikuti Lampah Ratri Mubeng Beteng Keraton Yogyakarta menyambut 1 Suro, Rabu (19/7/2023) atau Kamis (20/07/2023). Selama jalan kaki peserta diam atau tapa bisu.

Tradisi mubeng beteng sempat tidak ada karena pandemi COVID-19. Mubeng beteng ini merupakan Hajad Kawula Dalem yang diinisiasi paguyuban abdi dalem Keraton Yogyakarta dan masyarakat. Prosesi ini menjadi bentuk refleksi atau penyucian diri agar menjadi manusia yang lebih baik di tahun baru yang akan datang.

Iklan

Tembang-tembang Jawa dan doa bersama di Kagungan Dalem Bangsal Pancaniti atau Kompleks Kamandungan Lor Keraton Yogyakarta mengawali tradisi ini, tepat pada pukul 00.00 WIB. 

Usai berdoa, proses mubeng beteng dimulai. Para abdi dalem, warga, dan wisatawan mulai melakukan lampah atau jalan kaki mengitari benteng Keraton Yogyakarta.

Harapan saat mubeng beteng

Sri (50), warga Gowongan merasa bahagia. Kebiasaannya ikut mubeng beteng sejak lama akhirnya kembali terwujud. 

Tahun ini dia bisa kembali bersama abdi dalem dan warga lainnya mengitari Keraton Yogyakarta. Selama tiga tahun terakhir saat pandemi, dia akhirnya tidak mengikuti tradisi turun temurun tersebut. Bersama beberapa warga lainnya, wanita yang bekerja sebagai buruh harian ikut jalan kaki sembari membisu.

“Berangkat sama tetangga untuk ikut mubeng beteng, tiap tahun sebelum pandemi selalu ikut,” paparnya.

Bukan tanpa alasan Sri seringkali ikut tradisi ini. Sebagai orang Jawa dia memiliki banyak harapan saat ikut mubeng beteng. Meski harus berdiam diri selama jalan kaki, dia berharap di tahun baru Jawa ini dia menjadi pribadi yang lebih baik, murah rejeki dan sehat.

“Ya moga-moga diparingi sehat dan lancar rejekinya,” jelasnya.

Bentuk pelestarian warisan budaya tak benda

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi menjelaskan, prosesi mubeng beteng merupakan warisan budaya tak benda yang dimiliki DIY. Tradisi ini menjadi perwujudan pelestarian tradisi dan kebudayaan di Yogyakarta.

Dian menambahkan, tradisi mubeng beteng sempat nggak ada saat pandemi. Saat itu prosesi yang ada hanya berupa pembacaan tembang, perenungan, dan doa bersama. 

Namun, hal itu tidak mengubah esensi dari tradisi. Sebab esensi dari tradisi tersebut adalah momen untuk refleksi atau penyucian diri agar menjadi manusia yang lebih baik di tahun baru yang akan datang.

“Jadi sebenarnya inti utama mubeng beteng bukan perjalanan memutarnya tapi lebih pada makna dan nilainya untuk melakukan perenungan kemudian kontemplasi dan memohon perlindungan yang maha esa untuk satu tahun ke depan,” jelasnya.

Jadi daya tarik wisatawan

Sementara Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Purbodiningrat mengatakan, Selain menjadi momentum refleksi dan merenung untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tradisi ini juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan sehingga berdampak pada perekonomian masyarakat.

Iklan

“Tentu saja ini juga menjadi salah satu daya tarik pariwisata di diy walaupun sejatinya lampah budaya mubeng beteng bertujuan di tahun baru 1 Muharam menjadi ajang untuk merefleksikan diri dan instropeksi sehingga di tahun ini menjadi suatu pribadi yang lebih baik dan bijaksana,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Alasan Disbud DIY Pagari Tugu Jogja Meski Tak Lagi Pandemi

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2023 oleh

Tags: keraton YogyakartaMubeng beteng
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO
Sosial

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang? MOJOK.CO
Esai

Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang?

18 Desember 2025
jogja, kraton jogja.MOJOK.CO
Ragam

Ketika Polemik Hak Sewa Tanah Bikin Diponegoro Balik Arah Melawan Kraton Jogja

26 Januari 2025
Plengkung Gading Jogja Ditutup, “Takhta untuk Rakyat” Mati MOJOK.CO
Esai

Plengkung Gading Jogja yang Ditutup, “Takhta untuk Rakyat” yang Mati

21 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z Habiskan Gaji untuk Konser K-Pop. MOJOK.CO

Gen Z Habiskan Gaji demi Konser K-Pop: “Balas Dendam” Terbaik untuk Penuhi Inner Child

25 Juni 2026
Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN untuk perkuat ekosistem pariwisata dan perhotelan nasional MOJOK.CO

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN: Perkuat Ekosistem Pariwisata Indonesia agar Lebih Kompetitif di Tingkat Global

28 Juni 2026
Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
Ujian keuangan di kota perantauan gara-gara masalah tidak terduga yang datang keroyokan, bikin gagal punya tabungan MOJOK.CO

Ujian Keuangan di Kota Perantauan: Bikin Mumet dan Gagal Nambah Tabungan Gara-gara Masalah yang Datang Keroyokan

24 Juni 2026
Wisata air Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah akan dikembangkan. Ada investasi dari Cilacap hingga Jepang MOJOK.CO

Rawa Pening Kabupaten Semarang bakal Jadi Wisata Unggulan Jateng, Tawarkan Rumah Makan Apung-Keramba

25 Juni 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.