Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Alasan Disbud DIY Pagari Tugu Jogja Meski Tak Lagi Pandemi

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
19 Juli 2023
A A
Alasan Disbud DIY, Pagari Tugu Jogja Meski Tak Lagi Pandemi. MOJOK.CO

Suasana Tugu Jogja yang dipasang pagar besi, Rabu (19/07/2023). (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dinas Kebudayaan Provinsi DIY memutuskan tetap memberi pagar pada Tugu Jogja. Dulu alasannya agar tidak menjadi spot foto selfie. 

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, Rabu (19/07/2023) mengatakan, dulunya kawasan tersebut sering menjadi spot foto wisatawan dari berbagai kota yang bertandang ke Yogyakarta. 

Namun, pagar besi mengitari Tugu Jogja sejak tiga tahun terakhir. Kebijakan ini mulai berlaku saat pemerintah membatasi mobilitas masyarakat selama pandemi COVID-19 melalui penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Seiring melandainya pandemi COVID-19, tak juga menyingkirkan pagar besi yang mengitari Tugu. Hingga saat ini, pemandangan Tugu Jogja yang indah terhalang pagar besi tersebut.

“Sebenarnya masalah [pagar besi tugu jogja] dilepas atau tidak kan itu kesepakatan bersama ya. Kalau kesepakatan bersama ya itu arahan bareng,” papar 

Wisatawan sering injak rumput dan foto sembarangan

Menurut Dian, selain pandemi, pemasangan pagar besi di Tugu Jogja sebenarnya juga ada alasan lain. Sejumlah warga ataupun wisatawan yang tidak menghargai keberadaan Tugu Jogja sebagai salah satu cagar budaya.

Disbud menemukan sejumlah pelanggaran yang wisatawan lakukan saat berkunjung ke kawasan Tugu Jogja. Mereka menginjak rumput  untuk bisa berfoto sedekat mungkin dengan Tugu Jogja yang sudah berumur lebih dari 200 tahun. Mereka juga sembarangan memegang Tugu yang merupakan simbol persatuan rakyat dalam melawan penjajahan Belanda tersebut.

“Tentu ini juga berkaitan pula dengan masyarakat yang sudah mampu dan respek atas kondisi tersebut. Merespek itu maksudnya kalau berfoto tidak kemudian masuk dan menginjak rumput. Dari jupel (juru pelihara-red) yang ada di sana, tiap minggu harus membersihkan rumput yang terinjak-injak,” tandasnya. 

Beberapa kecelakaan juga pernah terjadi di kawasan tersebut. Dian menyebutkan kasus dua mobil yang menabrak bagian depan Tugu Jogja.

“Ada dua kali terjadi kasus mobil jlungup [terperosok] di dalam situ,” jelasnya.

Menyiapkan pola yang tepat untuk Tugu Jogja

Karena itu sebelum menyingkirkan pagar, lanjut Dian, Disbud akan menyiapkan pola yang tepat. Kebijakan baru ini agar wisatawan tidak sembarangan lagi berfoto di Tugu Jogja meski sudah tidak ada pagar. 

Disbud mendapatkan banyak masukan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga kawasan Sumbu Filosofi tersebut. Kesadaran masyarakat harapannya bisa meningkat untuk sama-sama melestarikan cagar budaya tersebut.

“Sebenarnya [pagar] itu juga sementara, bagian dari edukasi juga kepada masyarakat. Tampaknya edukasi itu ada banyak cara [termasuk pagar] tapi ini juga kami cukup banyak menerima masukan sehingga kami masih akan mencoba mempertimbangkan [untuk dibuka],” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

Iklan

BACA JUGA 5 Tujuan Wisata Religi di Klaten, dari Makam Para Sunan hingga Candi Prambanan

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 19 Juli 2023 oleh

Tags: dinas kebudayaantugutugu Jogja
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

5 Kuliner Dekat Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta, Mojok.co
Pojokan

5 Kuliner Sekitar Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta

27 Maret 2026
3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja Mojok.co
Pojokan

3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja

26 Maret 2026
Kenorakan-kenorakan orang yang pertama kali ke Jogja dan bikin risih (Dari angkringan, Tugu Jogja, hingga Jalan Malioboro) MOJOK.CO
Ragam

Kenorakan-kenorakan Orang yang Pertama Kali ke Jogja, Niat Kelihatan Kalcer tapi “Nggak Mashok!”

20 Oktober 2025
4 Tipe Penjual Wedang Ronde Jogja yang Sudah Pasti Gak Enak MOJOK.CO
Esai

4 Tipe Penjual Wedang Ronde Jogja yang Harus Dihindari karena Sudah Pasti Tidak Enak dan Membahayakan Kesehatan Pembeli

18 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa gen Z kuliah malas baca jadi brain rot

Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

23 April 2026
Cerminan pemberdayaan dan kontribusi nyata perempuan di Kota Semarang MOJOK.CO

Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University

22 April 2026
Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran MOJOK.CO

Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

22 April 2026
Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026
Tongkrongan gen Z di coffee shop

Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik

23 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.