Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Cewek Memang Harusnya Izin ke Pacar kalau Mau Pake Baju Apa

Redaksi oleh Redaksi
29 Maret 2021
A A
ilustrasi Cewek Memang Harusnya Izin ke Pacar kalau Mau Pake Baju Apa mojok.co

ilustrasi Cewek Memang Harusnya Izin ke Pacar kalau Mau Pake Baju Apa mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Media sosial ramai membahas hak cewek untuk menentukan baju mereka sendiri tanpa izin ke pacar, jangan dilarang! Ah, tapi nggak gitu juga.

Banyak yang setuju dengan pernyataan Mbak Nadin Amizah di Instastory blio yang bilang bahwa cowok nggak perlu mengatur cara berpakaian cewek. Kadang cowok berkilah dengan bilang sikap posesifnya itu bentuk kepedulian buat melindungi cewek dari “marabahaya”. Secara praktis izin ke pacar mau pake baju apa memang nggak penting. Polisi bukan, penegak hukum juga bukan, kok pake ngatur-ngatur cara berpakaian. Pun kalau pacar Anda sekalian itu seorang presiden, ngapain mencampuri hak individu dengan aturan pake baju.

Otomatis banyak netizen yang setuju. Cewek-cewek katanya udah pinter melindungi diri sendiri, mendingan cowok-cowok aja yang melindungi pikirannya saat lihat cewek pakai baju terbuka. 

Ah tapi, nggak juga….

Cewek tetap perlu izin ke cowok mau pakai baju apa. Indonesia ini kan negeri yang menjunjung unggah-ungguh. Mau absen dari kelas, pakai surat izin, kalau nggak gitu dianggap bolos. Mau nggak ngantor, harus ada izin cuti atau izin sakit dengan surat dokter, kalau nggak itu bisa kena SP. Bahkan tamu lebih 24 jam berkunjung juga harus izin pak RT, kalau nggak gitu bisa kena grebek.

Maaf banget Mbak Nadin dan bala-bala, izin ke pacar adalah bagian dari landasan moral berpacaran, walaupun sebagian orang kita menganggap pacaran saja sudah nggak bermoral. Yang penting antimoral moral club. 

Pakai baju di momen-momen khusus

Momen khusus yang dimaksud misalnya saat mau renang. Cewek perlu banget izin ke pacar berkaitan dengan baju renangnya. Jelas, cowok-cowok ini aslinya peduli. Soalnya takut si pacar nanti malah pakai rok tutu atau dress batik pas renang. Lha dikira sekarang ada tren resepsi bawah air apa gimana?

Lagian cowok ini aslinya peka banget masalah baju karena takut pacarnya tiba-tiba cosplay jadi Beast Titan pas jalan-jalan ke mal. Yang lebih ekstrem kalau ceweknya tiba-tiba pakai seragam Akatsuki di pertemuan desa Konoha. Nah, di sinilah kegunaan cowok. Buat mengembalikan kewarasan pacar-pacarnya dalam urusan fesyen.

Uji kepekaan visual cowok

Lagi-lagi izin ke pacar mau pakai baju apa penting buat hubungan, terutama dalam uji kepekaan visual cowok. Cowok-cowok yang berasa udah paling pinter ngatur cewek memang perlu dites. Misal dengan pertanyaan begini, “Yang, aku boleh pakenya daster shibori natural coloring sengon rembang atau mahoni kulonprogo?”

Jika cowok-cowok yang suka ngatur ini menjawab dengan mantab, “Mending kamu pake warna kuning Cheetos Jagung Bakar,” itu baru sosok lelaki yang paten.

Kita hidup di masa modern dengan pemikiran lawas

Katanya, hal-hal yang berbau vintage lagi ngetren. Termasuk dalam pemikiran, kebanyakan memang lebih suka berpikir vintage (untuk tidak mengatakannya kolot). Dan ini perlu diapresiasi sebagai style berpikir.

Kalau Anda sekalian punya cowok dengan gaya berpikir demikian, bersiap saja untuk izin ke pacar setiap hari soal baju yang dipakai. Mereka mungkin tipe yang nggak futuristik dan nggak kenal istilah “hak” dalam hidup. Mungkin orang taat banget dan tahunya kewajiban, kewajiban, kewajiban. Hmmm terdengar familier kayak yang suka bilang kerja, kerja, kerja.

Nah, buat orang-orang yang masih mikir pintu kejahatan seksual itu sumber satu-satunya adalah dari cara berpakaian cewek, coba ngaca. Diperhatikan lagi ukuran dahinya, apakah menyusut atau tidak. Siapa tahu menyusut karena otaknya portable dan ketinggalan di kamar mandi waktu nguras kloset tadi pagi.

Tapi, bagaimanapun tetap lebih kasihan orang-orang yang tergocek artikel satire.

Iklan

BACA JUGA 17% Korban Pelecehan Seksual Perempuan Berhijab, Kamu Masih Menyalahkan Pakaian Terbuka dan artikel KILAS lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 29 Maret 2021 oleh

Tags: baju cewekcara berpakaianfashionfeminismedia sosial
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO
Urban

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026
Ketika Laki-laki Memakai V-neck, Dianggap Tebar Pesona dan Menentang Kodrat padahal Cuma Mau Modis MOJOK.CO
Urban

Ketika Laki-laki Memakai V-neck, Dianggap Tebar Pesona dan Menentang Kodrat padahal Cuma Mau Modis

5 Mei 2026
Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto
Sehari-hari

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Brain Rot karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok.MOJOK.CO
Mendalam

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Pembusukan Otak karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok

3 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Babi, Anjing, dan Pink Floyd Versi Cadas yang Lahir dalam Wujud Perempuan Bernama Gabriëlle.MOJOK.CO

Babi, Anjing, dan Pink Floyd Versi Cadas yang Lahir dalam Wujud Perempuan Bernama Gabriëlle

20 Mei 2026
Melalui Seminar Literasi di Pesta Buku Jogja, IKAPI DIY dorong Yogyakarta jadi Ibu Kota Buku UNESCO karena punya ratusan penerbit MOJOK.CO

Jogja dan Produksi Pengetahuan Lewat Ratusan Penerbit Buku, Modal Jadi Ibu Kota Buku UNESCO

16 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.