Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

7 Fakta Ibu Ruswo, Kurir Rahasia yang Memasok Rokok untuk Para Pejuang

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
14 Agustus 2022
A A
Ibu Ruswo: Pembakar Api Revolusi Dari Dapur Umum

Ibu Ruswo: Pembakar Api Revolusi Dari Dapur Umum

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sosok Ibu Ruswo mungkin kurang begitu dikenal dalam narasi sejarah Indonesia. Namun, dia adalah sosok perempuan yang dalam masa perang gerilya menjadi kurir rahasia, inisiator dapur umum, pemasok logistik pejuang berupa bahan makanan, termasuk rokok. 

Menyadur dari tayangan Jasmerah Mojokdotco yang dibawakan Samantha Aditya. Ada banyak fakta yang mungkin tidak banyak orang tahu tentang sosoknya yang namanya menjadi sebuah nama jalan di Kota Yogyakarta. 

Iklan

Berikut fakta-fakta tentang sosoknya:

#1 Ibu Ruswo bukan nama asli

Ibu Ruswo lahir dari keluarga Jawa golongan bawah. Ia hanya bisa sekolah sampai kelas 2 di sekolah rendah. Ini adalah sekolah untuk golongan pribumi yang mempelajari pelajaran dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung. 

Nama asli Ibu Ruswo adalah Kusna. Setelah menikah dengan seorang pemuda bernama Ruswo, orang lebih mengenalnya sebagai sebagai Ibu Ruswo. 

#2 Aktif di organisasi 

Meski hanya sampai kelas 2 sekolah rendah. Ibu Ruswo memiliki pemikiran yang maju. Ia aktif di Perkumpulan Pemberantasan Perdagangan Perempuan dan Anak (P4A) yang berdiri di Yogyakarta tahun 1932. Ia bahkan menjadi bendahara dan ketua cabang Mataram. 

Ia juga aktif dalam kepanduan. Tahun 1941 saat berlangsung Jambore/Perkino, atau pertemuan organisasi kepanduan di Jogja, ia mendapat tugas untuk mengurus bagian logistik. Saat Jepang masuk, ia bergabung Badan Pembantu Prajurit atau Badan Pembantu Pembelaan (BPP) cabang Yogyakarta. 

Jepang mendirikan badan ini untuk membina anggota PETA dan Heiho. Setelah Jepang pergi, organisasi ini berubah menjadi Badan Penolong Korban Perang. 

#3 Jadi kurir rahasia

Bukan hanya soal logistik, selama masa perang gerilya, Ibu Ruswo dan suaminya, aktif menjadi kurir penyampai pesan baik tulisan maupun lisan. Surat-surat tertulis ia sembunyikan pada stang sepeda yang kemudian ia tutup dengan pegangannya. Kadang ia sembunyikan juga di bawah sadel. Ia mengambil risiko keluar masuk kota yang saat itu dijaga prajurit Belanda.

#4 Mengkoordinir dapur umum

Ia memang tidak berjuang di garis depan seperti perempuan-perempuan yang mengangkat senjata di garis depan. Ia memilih berjuang dari garis belakang melalui dapur umum. 

Ibu Ruswo juga mengkoordinir ibu di kota untuk mencukupi kebutuhan logistik dapur umum hingga pendistribusiannya. Secara bergiliran, para relawan melakukan tugas memasak secara bergiliran. Tugas ini bukan tanpa bahaya. Semua dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kecurigaan tentara Belanda.

Para perempuan memasak secara bertahap dan tersebar, disesuaikan dengan bahan dan peralatan yang mereka punya. Ada beberapa keluarga yang hanya memasak nasi, sayur atau menyediakan minuman. Setelah siap, seluruh hasil masakan dibawa ke tempat gerilyawan atau diserahkan satu keluarga yang bertugas menerima makanan dan memberikan langsung kepada para gerilyawan. Selain cara tersebut, hasil masakan juga seringkali diserahkan ke markas dapur umum yang dipimpin Ibu Ruswo

#5 Memasok logistik pejuang

Setelah pemerintah membentuk BKR, Bu Ruswo mendapat mandat untuk membantu urusan logistik para pejuang. Urusan logistik bukan sekadar menyiapkan makanan melalui dapur umum. Ia juga harus mencari bahan dan mengatur distribusinya. Tidak gampang karena situasi itu pertempuran terus berkecamuk. 

Soal logistik pejuang, ia harus ke luar masuk kota. Ada satu barang yang sering pejuang inginkan saat berperang, yaitu rokok. Rokok di masa perjuangan, apalagi dalam kondisi sulit tentu saja jadi barang mewah. 

Iklan

Ibu Ruswo memasok rokok untuk pejuang ini dengan mengambil risiko ditangkap Belanda. Rokok-rokok tersebut terbuat dari koran-koran bekas, tembakau, kelembak, lalu dilinting.

Ibu Ruswo bukan hanya memasok logistik untuk pejuang-pejuang di Kota Yogyakarta. Ia mengorganisir para relawan untuk memastikan logistik bisa diterima prajurit yang sedang bertempur di Magelang, Ambarawa, hingga Semarang. 

#6 Penghargaan

Berkat jasa Bu Ruswo dan para relawan, logistik para prajurit yang melakukan pertempuran di Kotabaru, Magelang, Ambarawa hingga Semarang terpenuhi. Keberhasilan tersebut kemudian membawa Ibu Ruswo mendapat piagam penghargaan dari Panglima Divisi III yang memberikan padanya saat upacara resmi Apel Besar di Magelang pada 25 Mei 1947.

Pada tahun 1958, Ibu Ruswo  dianugerahi Bintang Gerilya oleh Pemerintah Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan oleh Presiden Soekarno sendiri dan bertempat di Sitinggil KratonYogyakarta. Bersamaan itu pula Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Ibu Sudirman mewakili Jenderal Sudirman, juga menerima anugerah dari Pemerintah Republik Indonesia. 

#7 Jadi nama jalan

Mengenang jasa Ibu Ruswo yang meninggal pada 28 agustus 1960, keluarga eks. Resimen 22 Werkreis 3 mengusulkan perubahan nama jalan dari yang sebelumnya Jalan Dwikora menjadi Jalan Ibu Ruswo. Perubahan nama jalan itu melalui surat penetapan walikotamadya tahun 1981. Jalan ini terbentang di timur alun-alun utara hingga ke arah Jalan Brigjen Katamso. Jalan yang menjadi saksi perjuangan seorang tokoh perempuan dalam masa revolusi indonesia yang juga kemudian orang mengenalnya sebagai Ibu Para Pejuang.

Selengkapnya kisah Ibu Ruswo bisa disaksikan di sini:

 

Sumber: Jasmerah
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: 9 Fakta Pencipta Lagu Garuda Pancasila yang Tersingkir dari Sejarah

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2022 oleh

Tags: dapuribu ruswoJogjapejuangsejarah
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis dengan pengalaman lebih dari dua dekade yang menekuni penulisan feature dan jurnalisme naratif. Punya ketertarikan pada kisah-kisah manusia yang jarang mendapat sorotan.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.