Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

5 Fakta Dawet Ayu Banjarnegara, Minuman Tradisional Paling Populer di Indonesia

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
25 Juli 2023
A A
Dawet Ayu Banjarnegara

Dawet Ayu Banjarnegara

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Banjarnegara punya minuman khas bernama dawet ayu. Minuman segar santan dan cendolnya ini diperkirakan sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka. Selain itu, ada sejumlah fakta menarik lain yang perlu diketahui tentang kuliner satu ini.

Mojok sempat berjumpa dengan pengelola warung Dawet Ayu Hj Munarjo. Warung ini merupakan salah satu yang tertua dan masih bertahan hingga sekarang di Banjarnegara. Sudah dirawat tiga generasi, mulai dari pasangan Munarjo, anaknya, hingga sekarang mulai dikelola oleh cucunya.

Siti Hamdiyah (56), anak dari perintis warung ini, bercerita kalau penamaan dawet ayu pertama kali tersemat saat sebuah grup lawak asal Banyumas menjajal dawet buatan orang tuanya.  Selain itu, ada sejumlah hal menarik lainnya.

#1 Nama dawet ayu

Alkisah ada grup lawak Peang-Penjol yang berkunjung warung Munarjo. Secara spontan, mereka menamai warung ini sebagai “dawet ayu”. Sebutan itu muncul lantaran yang sedang melayani pelanggan adalah Marfungah atau yang lebih dikenal sebagai Hj Munarjo.

“Itu yang saya dapat dari cerita orang tua. Banyak juga yang menyebut versi lain, bahkan tidak terima kalau warung ini disebut sebagai dawet ayu ‘asli’ atau yang pertama. Itu bebas saja,” ujar Hamdiyah.

Sebutan dawet ayu juga menjadi populer karena kehadiran lagu daerah tentangnya. Lagu itu juga dipopulerkan oleh grup lawak Peang-Penjol dari Banyumas yang disebut memberi julukan pada dawet milik Munarjo tadi.

#2 Sudah ada sejak Indonesia belum merdeka

Warung Dawet Ayu Hj Munarjo dirintis sejak tahun 1938. Itu artinya, minuman ini sudah muncul sejak Indonesia merdeka. Saat itu, kebanyakan penjual masih menjajakan dagangan secara berkeliling.

Seperti halnya Munarjo,saat usianya masih 15 tahun, ia sudah mulai berjualan dawet secara berkeliling dari desa ke desa.  Salah satu ciri khas yang dibawakan Munarjo saat berkeliling menggunakan pikulan adalah suara tuk..tuk…tuk. Suara yang berasal dari gelas dipukul ke kayu.

“Kayu itu biasa disebut dhulang atau penutup wadah dawet,” jelas Hamdiyah.

#3 Berawal dari Desa Rejasa

Munarjo berasal dari Desa Rejasa di Kecamatan Madukara. Desa yang letaknya tak jauh dari pusat Kabupaten Banjarnegara ini juga disebut sebagai daerah di mana cikal bakal dawet ayu muncul. Meski saat itu namanya belum disebut dawet ayu.

“Dari cerita yang saya dapat, dulu saat bapak awal berjualan sudah ada beberapa keluarga yang berjualan dawet di Rejasa. Jadi desa ini merupakan awal sejarah dawet di Banjarnegara,” lanjutnya.

#4 Cara menjaga kualitas

Kemampuan bertahan dalam waktu yang cukup lama tentu membutuhkan upaya menjaga kualitas cita rasa. Warung ini terus mempertahankan beberapa hal. Mulai dari gulanya yang diambil langsung dari petani di desa, dawetnya yang dibuat dari tepung beras asli dan tapioka serta pewarna dari daun pandan asli. Santannya juga tak pernah disimpan lama-lama. Santan, cendol dawet, dan gula adalah komponen penting minuman ini.

“Untuk gula kelapanya kami ambil dari desa, namanya Desa Kebutuh,” ujar Muakhor, pegawai warung Dawet Ayu Hj Munarjo yang juga Mojok temui.

#5 Minuman tradisional paling populer

Seiring waktu, dawet ayu berkembang jadi minuman yang populer di berbagai daerah. Hal ini salah satunya berkat banyaknya perantau dari Banjarnegara yang menjual minuman ini.

Iklan

Tahun 2020 lalu, minuman ini juga dinobatkan  sebagai minuman tradisional paling paling populer di Indonesia.

Penulis: Hammam Izzuddin
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Sejarah Panjang Dawet Ayu Banjarnegara: Tak Mau Mematenkan Malah Bagi Resep

 

Terakhir diperbarui pada 31 Juli 2023 oleh

Tags: banjarnegaradawetdawet ayuKuliner
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Pegawai Bank Jualan Mie Ayam Malam Hari, Istri Bahagia dan Rumah Idaman jadi Tujuan MOJOK.CO
Kuliner

Kisah Pegawai Bank Jualan Mie Ayam Malam Hari, demi Istri Bahagia dan Rumah Idaman

21 Mei 2026
Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin MOJK.CO
Esai

Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin

8 Mei 2026
usaha mie ayam wonogiri.MOJOK.CO
Kuliner

Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal

6 Mei 2026
5 Kuliner Dekat Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta, Mojok.co
Pojokan

5 Kuliner Sekitar Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta

27 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sulap lahan kosong jadi kebun kosong untuk ketahanan pangan mandiri. MOJOK.CO

Ironi Lihat Balita Gizi Buruk di Bogor hingga Oknum Nakes yang Promosikan Sufor, Alumnus UNJ Ini Buka Kebun Sayur di Lahan Mangkrak 

16 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Siswa Katolik di Muhammadiyah Pekalongan. MOJOK.CO

Cerita Siswa Katolik Suka Otak-atik Motor hingga Lulus dari SMK Muhammadiyah dan Dapat Beasiswa Magang ke Jepang 

18 Mei 2026
Pekerja Jakarta, WFH, kerja sesuai hobi.MOJOK.CO

Kerja Sesuai Hobi Bikin Menderita: Kita Jadi Tak Lagi Punya Tempat Menenangkan Pikiran Saat Muak dengan Pekerjaan

18 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal MOJOK.CO

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.