Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Saatnya XT Square Jogja Berubah Menjadi Ruang Terbuka Hijau Supaya Tidak Lagi Sepi di Tengah Konsep yang Berubah-ubah

Fuadi Afif oleh Fuadi Afif
4 September 2024
A A
XT Square Jogja Harus Berubah Menjadi Ruang Terbuka Hijau MOJOK.CO

Ilustrasi XT Square Jogja Harus Berubah Menjadi Ruang Terbuka Hijau. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kurangnya Ruang Terbuka Hijau

Jika kita perhatikan, masyarakat Jogja sebenarnya lebih membutuhkan ruang terbuka hijau ketimbang pusat perbelanjaan baru. Kota ini memang sudah punya banyak tempat wisata. Namu, di sisi lain, ruang publik yang ramah untuk sekadar bersantai masih sangat terbatas. Di sini, gagasan placemaking bisa menjadi jawaban.

Placemaking bukan sekadar membangun ruang fisik, tapi tentang menciptakan tempat yang bisa menghubungkan orang dengan lingkungan sekitar. Bayangkan jika XT Square Jogja berubah menjadi ruang terbuka hijau yang ramah untuk keluarga, anak-anak, dan komunitas. Alih-alih fokus pada aktivitas jual-beli, tempat ini bisa menjadi pusat kegiatan sosial dan kebudayaan, lengkap dengan area hijau yang nyaman.

Jogja sangat membutuhkan ruang seperti ini. Kota yang dikenal sebagai kota pelajar ini semakin padat, dan ruang terbuka untuk masyarakat semakin minim. Mengapa tidak mencoba membuat XT Square Jogja sebagai tempat yang mendukung interaksi sosial, aktivitas budaya, dan tempat bermain bagi anak-anak yang bebas asap rokok?

Kritik konstruktif: Mengapa tidak mencoba placemaking?

Tidak bermaksud menyudutkan pihak pengelola. Namun, sudah saatnya XT Square melihat kebutuhan masyarakat Jogja secara lebih luas. Daripada terus-menerus mengubah konsep yang tak jelas target pasarnya, lebih baik fokus pada satu konsep yang bisa benar-benar memberikan manfaat bagi warga. 

Jika dibuat menjadi placemaking, XT Square Jogja bisa menjadi oase hijau di tengah kota. Di sini, warga bisa menikmati waktu luang mereka dengan nyaman dan aman. 

Ada keuntungan lain jika tempat ini ramai. UMKM dan berbagai usaha yang ada di sana akan ramai pembeli. Tidak hanya warga lokal yang bisa menikmatinya. Siapa tahu tempat ini juga bisa menjadi magnet bagi wisatawan. Dengan begitu Jogja akan mempunyai satu lagi titik wisata dengan potensi besar.

Placemaking bukan hal baru. Di banyak kota besar, konsep ini sudah berhasil diterapkan dan terbukti mampu menghidupkan kawasan yang sebelumnya mati suri. Dengan sedikit sentuhan kreativitas, XT Square Jogja bisa menjadi ruang yang lebih inklusif, kontekstual, dan dinamis. 

Ini bukan hanya soal mempercantik tampilan fisik. Ini soal menghidupkan kembali ruang publik sebagai pusat interaksi sosial dan budaya.

Akhirnya, jika XT Square Jogja terus bertahan dengan konsep-konsep yang sudah terbukti tidak berhasil, sepi pengunjung akan terus menjadi momok. Masyarakat butuh ruang yang lebih dari sekadar pusat perbelanjaan. 

Jadi, mengapa tidak mencoba menghidupkan tempat ini sebagai ruang terbuka hijau, sebuah tempat di mana warga Jogja bisa berkumpul, bersantai, dan beraktivitas?

Penulis: Fuadi Afif

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA XT Square Tetap Sepi meski Sudah Berubah Jadi Pusat Thrifting Terbesar di Jogja dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 4 September 2024 oleh

Tags: Jogjapasar malam xt square jogjapusat thrift shop terbesar di Jogjaruang terbuka hijau jogjasuperindoXT SquareXT Square Jogja
Fuadi Afif

Fuadi Afif

Seorang praktisi fotografi dan pengkaji pariwisata.

Artikel Terkait

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak (Unsplash)
Pojokan

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

22 April 2026
Pasang WiFi IndiHome di kos. MOJOK.CO
Sehari-hari

Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri

22 April 2026
Orang Jogja Syok Merantau ke Jakarta karena Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak Mojok.co
Pojokan

Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta

16 April 2026
Tabiat penumpang KA Sri Tanjung yang bikin jengkel KA Sancaka. MOJOK.CO
Catatan

User Kereta Eksekutif Jengkel dengan Tingkah Random User Kereta Ekonomi, Turun di Stasiun Langsung Dibikin “Prengat-prengut”

14 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Solo date lebih asik daripada nongkrong bareng teman. MOJOK.CO

“Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

23 April 2026
Pasang WiFi IndiHome di kos. MOJOK.CO

Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri

22 April 2026
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO

Bayangkan Kalau Korban adalah Ibumu, Itu Nasihat Paling Nggak Guna bagi Pelaku Kekerasan Seksual

19 April 2026
Mahasiswa S2 PAUD UNJ, WNA Malaysia

Cerita Mahasiswa Malaysia Nekat Kuliah S2 di UNJ karena Dosen “Unik”, Bahagia Meski Tiap Hari Diceng-cengin

21 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Aksi tanam 100 pohon gayam di sekitar Candi Borobudur, Magelang. MOJOK.CO

Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur

23 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.