Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Ironi dan Fakta Kota Pelajar: Ketika Remaja Asli Jogja Justru Tidak Bisa Menikmati Bangku Kuliah

Deny Setyoko Wati oleh Deny Setyoko Wati
1 Maret 2024
A A
Jogja Ironis Remaja Asli Kota Pelajar Tidak Kuat Bayar Kuliah MOJOK.CO

Ilustrasi Jogja Ironis Remaja Asli Kota Pelajar Tidak Kuat Bayar Kuliah. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jogja, apakah masih terkenal dengan sebutannya sebagai kota pelajar? Ketika remaja asli Jogja malah tidak kuat membayar biaya kuliah. Ironis sekali. 

Status tersebut tidak terlepas dari banyaknya perguruan tinggi ternama dan berkualitas di Jogja. GoodStats pernah melakukan survei terkait status ini pada November 2023. Hasilnya, 70% responden masih memilih Jogja sebagai kota untuk belajar. 

Iklan

Bahkan, Jogja masih menjadi salah satu kota pelajar terbaik selain Bandung dan Jakarta dengan menduduki peringkat ke-126 menurut QS Best Student Cities 2024. Mereka mengantongi 51,4 poin. QS Best Student Cities menggunakan 6 indikator untuk menilai, yaitu peringkat universitas, campuran mahasiswa, daya tarik, pemberi kerja, keterjangkauan, dan suara mahasiswa.

Namun, ironisnya, warganya sendiri tidak bisa menikmati pendidikan tinggi. Mengutip dari bernas.id, Drs. H.A. Hafidh Asrom MM, selaku anggota komite III DPD/MPR RI menyatakan bahwa sebagian besar remaja di Jogja (DIY) yang telah lulus SMA sederajat, banyak yang gagal melanjutkan studi ke perguruan tinggi. 

Faktor biaya menjadi kendala utamanya. Dia juga memaparkan data, bahwa salah satunya terjadi Kabupaten Sleman, pada 2022, dari sekitar 20 ribu lulusan SMA/SMK, tidak lebih dari 10 ribu yang meneruskan ke perguruan tinggi. Pernyataan tersebut sesuai dengan persentase warga DIY yang mengenyam pendidikan tinggi kurang dari 12%.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Hafidh Asrom menggagas agar masing-masing kampus memberikan kuota 1% beasiswa “istimewa khusus” bagi warga Jogja. Menurutnya, dengan demikian, akan ada sekitar 300 warga DIY yang bisa melanjutkan studi ke PT dengan biaya ringan atau gratis.

Biaya pendidikan tinggi semakin tidak terjangkau oleh warga asli Jogja

Kita tidak bisa memungkiri bahwa biaya pendidikan dan biaya hidup memang terus melambung. Terlebih lagi Jogja juga pernah menjadi salah satu provinsi termiskin. Tidak heran, karena Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di DIY pun juga tergolong rendah. 

Bahkan hasil survei yang dilakukan oleh Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY tentang nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) wilayah DIY per Oktober 2023 justru lebih tinggi daripada UMK yang berlaku. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa pendapatan buruh di Jogja sangat jauh dari standar nilai KHL Jogja. 

Dengan demikian, para buruh justru mengalami defisit ekonomi. Oleh karena itu, wajar jika remaja di Jogja kurang berminat melanjutkan ke perguruan tinggi. Ya karena dari sisi ekonominya saja sudah sulit untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Apalagi jika untuk biaya pendidikan tinggi. 

Alhasil, beberapa remaja lulusan SMA/SMK sederajat lebih memilih bekerja daripada lanjut studi. Di sisi lain, juga tidak adanya jaminan bagi lulusan perguruan tinggi langsung mendapat pekerjaan di provinsi tersebut. 

Kompas TV pernah melansir bahwa DIY menjadi provinsi yang rata-rata biaya kuliahnya tertinggi di Indonesia, yakni mencapai Rp21,10 juta per tahun. Hal ini didasarkan pada survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juli 2020 hingga Juni 2021.

Tingginya biaya kuliah ini bahkan hingga memakan korban. Masih lekat di ingatan, kasus mahasiswi UNY yang “tercekik” Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang sangat tinggi. Padahal dia berasal dari keluarga yang tidak mampu dan sudah mengajukan penurunan UKT. Nominalnya memang turun, tapi tidak signifikan. Masih banyak lagi kisah getir para mahasiswa perguruan tinggi Jogja yang terbebani biaya kuliah yang tinggi.

Baca halaman selanjutnya: Kesalahan sistem, membuat pendidikan Jogja menyedihkan.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 1 Maret 2024 oleh

Tags: biaya kuliah di jogjabiaya kuliah di jogja mahalbiaya ukt kuliah di jogjaJogjakabupaten slemanKampus di Jogjakampus di slemanKuliah di jogjaslemanukt jogja mahal
Deny Setyoko Wati

Deny Setyoko Wati

Hanya ibu rumah tangga biasa.

Artikel Terkait

Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO
Kabar

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO
Sekolahan

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan MOJOK.CO

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan

10 Agustus 2026
Mie Gacoan, desa. MOJOK.CO

Mie Gacoan Oleh-Oleh Wajib Saat Pulang Kampung: Tak Peduli Sudah Dingin dan Keras, Tetap Dinikmati demi Gengsi dan Validasi

5 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.