Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Membandingkan Warteg di Singapura, Negara Tersehat di Dunia, dengan Indonesia: Perbedaan Kualitasnya Bagai Langit dan Bumi

Tiara Uci oleh Tiara Uci
22 Desember 2025
A A
Warteg Singapura vs Indonesia: Perbedaan Kualitas Langit-Bumi MOJOK.CO

Ilustrasi Warteg Singapura vs Indonesia: Perbedaan Kualitas Langit-Bumi. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Yang warga Singapura konsumsi di warteg sebenarnya mirip dengan Indonesia. Namun, kenapa kualitas hidupnya berbeda?

Setelah beberapa kali berkunjung ke luar negeri, saya mulai percaya dengan ungkapan, “You are what you eat.” Apa yang kita konsumsi, mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan kita seluruhnya. 

Iklan

Ketika pergi ke Jepang, saya mendapati mayoritas warganya memiliki postur tubuh ideal. Setelah saya amati, mereka terbiasa dengan porsi makan kecil dan tinggi nutrisi seperti sushi dan sashimi. 

Kemudian saya pergi ke negara “terkurus” di dunia, yaitu Vietnam. Saya melihat rata-rata masakan Vietnam mengandung sayuran, memiliki protein, dan rendah lemak. Contohnya Pho, makanan ini terbuat dari tepung beras, lalu dihidangkan dengan kuah kaldu bening (clean/tidak berlemak) bersama sayuran dan daging. 

Di Vietnam, setelah memesan makanan, warteg setempat selalu menyediakan satu mangkuk sayuran (gratis). Sayuran segar di Negeri Gajah Biru sudah seperti kerupuk di warteg-warteg Indonesia, pelengkap di banyak menu makanan. 

Kemudian, saat berkunjung ke Malaysia, saya banyak bertemu restoran dan semacam warteg yang menjual nasi lemak, laksa, dan bebek peking. Dengan kebiasaan mengkonsumsi makanan tinggi lemak tersebut, Malaysia menjadi negara dengan obesitas tertinggi di Asia Tenggara.

Singapura, negara paling sehat di dunia

Sementara di Indonesia, yang terbiasa makan gorengan dan malas jalan, kita masuk dalam daftar 10 besar negara dengan tingkat obesitas tertinggi di dunia. Melihat kebiasaan makan di beberapa negara, saya beranggapan jika jenis makanan di suatu negara representatif dengan kondisi kesehatan warganya. Sampai kemudian saya datang ke Singapura dan melihat hal berbeda.  

Makanan khas Singapura itu kan chicken rice, roti prata, wanton mee, laksa, dan khaya toast. Sementara minuman favoritnya teh, susu, dan boba. 

Kamu bisa membaca dan mengenali bahwa makanan dan minuman sehari-hari warga Singapura tidak jauh beda dengan makanan orang Indonesia dan Malaysia. Namun, singapura justru menjadi negara tersehat di dunia versi Bloomberg Global Health Index 2025. 

Penasaran dengan hal tersebut, bulan lalu saat ke Singapura, saya sengaja banyak makan di warung pinggir jalan alias warteg. Saya sengaja mengamati kebiasaan makan warga lokalnya. Apa yang kira-kira yang membuat warga Singapura lebih sehat dibandingkan warga di negara kita? 

Membandingkan warung sederhana di Singapura dan warteg di Indonesia

Saya menyebut warung pinggir jalan atau warteg di food court di area permukiman sebagai warung sederhananya Singapura. Sebab, warga lokal sering mendatangi warung seperti ini. Makanan yang mereka sajikan mirip dengan wateg di Indonesia. Ada tumis buncis, tumis udang, ayam goreng, ikan kuah bening, ayam kecap, sup sayur, dan berbagai pilihan masakan khas Melayu lainnya.  

Konsep berjualannya juga sama dengan warteg. Kita membayar sesuai dengan jenis sayur dan lauk yang kita pilih. 

Misalnya, tumis wortel 1 SGD, tumis buncis 1 SGD, ayam goreng 8 SGD, kalau kita pilih ketiganya berarti 10 SGD. Nasi dihitung terpisah (nasi putih 2 SGD per piring) dan totalnya 12 SGD (Rp154 ribu). Harga tersebut memang terasa mahal bagi standar UMR Indonesia, tapi murah meriah untuk standar gaji Singapura.

Saya mencoba berbagai menu di warteg Singapura. Kadang makan ayam goreng, kadang hanya tumisan dan sayur sop, sering juga makan ikan kuah bening dan nasi goreng. Ini jenis makanan yang biasa saya makan juga di Indonesia.

Iklan

Baca halaman selanjutnya: Kenapa warteg Singapura lebih sehat?

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 22 Desember 2025 oleh

Tags: Indonesialaksamakanan khas singapuramalaysianegara tersehat di duniaSingapurawartegwarteg indo
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

Artikel Terkait

Santri asal Sumatra masuk Jurusan Arsitektur di Universiti Malaya, Malaysia. MOJOK.CO
Sekolahan

Kisah Aisyah, Gadis Sumatra yang Nekat Merantau untuk Raih Gelar Sarjana “Jurusan Seni” di Kampus Top Pertama Malaysia

11 Juni 2026
Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO
Sekolahan

WNI Jadi Guru di Luar Negeri Dapat Gaji 2 Digit, Pulang ke Indonesia Malah Sulit Kerja

23 April 2026
Guru CLC di Malaysia sejahtera daripada guru kontrak. MOJOK.CO
Sekolahan

WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Jadi Guru Kontrak di Indonesia yang Hidupnya Nggak Sejahtera

21 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura
Urban

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Parenting ala orang tua desa sering ngawur di mata orang tua Gen Z MOJOK.CO

Salah Kaprah Parenting Ala Orang Tua Desa di Mata Ortu Gen Z: Malah Hambat Tumbuh Kembang Bayi, Cium Sana-Sini Tanpa Tahu Konsekuensi

16 Juni 2026
Persaingan bisnis atau usaha di desa kabupaten kejam: cara kotor saling menjatuhkan hingga jebakan pelanggan loyal MOJOK.CO

Kejamnya Persaingan Bisnis di Desa Kabupaten: Cara Kotor Saling Menjatuhkan hingga Jebakan Pelanggan Loyal

20 Juni 2026
Jika kantin sekolah dilibatkan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), maka bisa meningkatkan efektivitas dan memberi dampak ekonomi nyata. MOJOK.CO

Jika Kantin Sekolah Dilibatkan MBG: Bisakah Tekan Anggaran dan Apa Dampaknya bagi Ekonomi Warga?

17 Juni 2026
Ableisme parodikan difabel di medsos. MOJOK.CO

Ableisme: Saat Konten “Plenger” di Medsos Mengantarkan Tawa Penonton tapi Dibayar dengan Trauma dan Depresi Teman Difabel

18 Juni 2026
Gotong Royong ala Serigala Putih: Napas Kultural Uzbekistan di Pentas Piala Dunia.MOJOK.CO

Sepak Bola Gotong Royong Bernama Mahalla, Senjata Taktis Uzbekistan di Piala Dunia

17 Juni 2026
Kirab pusaka malam 1 Suro di kawasan Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, tidak hanya upaya menjaga warisan budaya-tradisi turun-temurun. Tapi juga jadi penggerak ekonomi daerah MOJOK.CO

Nilai Lain Kirab Malam 1 Suro di Surakarta: Jadi Daya Tarik Lintas Zaman, Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Daerah Jateng

17 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.