Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Marshal Muchtadin oleh Marshal Muchtadin
20 Maret 2026
A A
Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang MOJOK.CO

Ilustrasi Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ketika microsleep yang saya percaya sebagai mitos menjadi nyata

Perjalanan makin lama makin melelahkan. Di sinilah saya mengalami sesuatu yang sebelumnya selalu saya anggap sebagai mitos atau cerita yang dilebih-lebihkan: microsleep.

Beberapa kali saya tiba-tiba tersentak karena kepala mengangguk sendiri. Untuk tetap terjaga, saya bahkan sampai memukul-mukul helm. Sekitar pukul 16.00, hujan deras mengguyur daerah Batang. Saya terpaksa menepi karena jarak pandang benar-benar buruk.

Saya punya harapan naif saat mudik ini: ingin berbuka puasa bersama Pakde dan Bude di Magelang. Padahal, jarak yang tersisa masih sekitar tiga jam lagi. Akhirnya, saya tetap memaksakan perjalanan meskipun hujan belum sepenuhnya reda. Jalanan semakin sepi, tikungan kian tajam, dan penerangan satu-satunya hanyalah lampu motor saya sendiri.

Ajaibnya, saya sampai di Magelang sekitar pukul 20.00. Saya langsung bertemu Pakde dan Bude, bersalaman, lalu kehilangan tenaga untuk melakukan apa pun selain tidur. Badan rasanya seperti habis diperas. Namun, kejutan sebenarnya baru datang keesokan harinya.

Pelajaran seharga tiket kereta api di libur Lebaran

Pagi harinya, saya membawa motor ke bengkel resmi untuk servis rutin dan ganti oli. Setelah mekanik memeriksa, dia memanggil saya dengan wajah serius.

“Mas, ini kampas gandanya hampir habis terbakar,” katanya.

Saya masih santai, sampai dia menjelaskan lebih lanjut. Ternyata kampas ganda dan mangkuk motor saya sudah gosong. Kampas rem pun sudah sangat tipis. Kalau saja saya memaksakan perjalanan tanpa henti sedikit lebih lama lagi, kemungkinan besar motor saya rusak di tengah jalan.

Total biaya perbaikan? Rp829.000.

Ironisnya, jumlah itu hampir sama dengan harga tiket bus atau kereta yang sempat saya anggap terlalu mahal. Mekanik itu kemudian memberi nasihat sederhana: pengendara seharusnya beristirahat minimal 30 menit setiap 100 kilometer atau dua jam sekali agar mesin tidak overheat dan komponen tidak cepat aus. Saya justru melakukan sebaliknya; memaksa motor berjalan hampir tanpa henti demi mengejar estimasi waktu dari Google Maps.

Begitulah kisah mudik sendirian pertama saya. Saya memang sampai di Magelang dan bertemu Pakde serta Bude. Namun, perjalanan yang awalnya dilakukan untuk memahami makna “pulang” justru memberikan pelajaran sederhana yang mengenai: bahwa dalam perjalanan sejauh apa pun, yang paling penting bukan seberapa cepat kita sampai, melainkan seberapa bijak kita memberi jeda. Sebab, rumah tidak akan lari, dan keluarga akan selalu menanti.

Penulis: Marshal Muchtadin
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan dan ulasan menarik lainnya di rubrik ESAI.

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 20 Maret 2026 oleh

Tags: magelangMudiknmaxpilihan redaksipulang kampungTangerang
Marshal Muchtadin

Marshal Muchtadin

Marshal Muchtadin adalah manusia yang sangat suka membaca buku. Di sela-sela membaca, ia juga gemar mengulik teknologi, ide-ide baru, dan berbagai hal yang membuat rasa penasarannya tetap hidup.

Artikel Terkait

Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh  MOJOK.CO
Esai

Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 

1 Mei 2026
kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO
Urban

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026
kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO
Catatan

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO
Aktual

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tahlilan ibu-ibu di desa: acaranya positif tapi ternodai kebiasaan gibah dan maido MOJOK.CO

Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

28 April 2026
Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026
Pelatihan skill digital IndonesiaNEXT Telkomsel berdampak bagi kesiapan kompetensi untuk terjun industri MOJOK.CO

Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing

1 Mei 2026
Gaji magang di Jakarta bisa beli iPhone gak kayak kerja di Jogja

Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita

28 April 2026
Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya.MOJOK.CO

Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

30 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.