Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Kamu Ingin Tinggal di Kota Bogor? Coba Pikir Lagi!

Piala Adipura tidak serta merta menghapus setumpuk pekerjaan rumah dari Kota Bogor.

Isidorus Rio Turangga Budi Satria oleh Isidorus Rio Turangga Budi Satria
3 Maret 2023
A A
Kamu Ingin Tinggal di Kota Bogor? Coba Pikir Lagi! MOJOK.CO

Ilustrasi Kamu Ingin Tinggal di Kota Bogor? Coba Pikir Lagi! (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kamu ingin tinggal di Kota Bogor? Menurut saya, Bogor lumayan juga menjadi tempat tinggal, tapi mending kamu pikir lagi, deh.

Kota Bogor sedang bersuka cita. Untuk pertama kalinya sejak 28 tahun lalu, Piala Adipura, penghargaan tertinggi sebagai kota ramah lingkungan, akhirnya mampir kembali ke kota di selatan Jakarta tersebut. Sebuah penantian panjang yang memang ditunggu oleh Kota Bogor. Status sebagai kategori “kota besar” di penerimaan Piala Adipura makin menambah kebanggaan itu.

Dari Wali Kota hingga jajaran Kepala Dinas dan Pegawai Negeri Sipil di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, semua larut dalam suka cita. Kirab Piala Adipura pun dilangsungkan secara meriah pada Selasa (28/2) lalu, di tengah rintik gerimis hujan yang tiada henti mengguyur kota yang seolah tidak pernah capek menumpahkan bulir air dari langit.

Tapi masalahnya, Piala Adipura tidak serta merta menghapus setumpuk pekerjaan rumah dari kota ini. Maka dari itu, mumpung sudah mendekati hawa-hawa politik menjelang Pemilihan Wali Kota baru pada 2024 mendatang, sudah saatnya borok-borok yang selama ini tersimpan “rapi” di bawah kulit Kota Bogor, mulai dinaikkan ke permukaan.

Masalah angkot di Kota Bogor tak kunjung dibenahi

Kota Bogor, buat saya lho ya, memang cukup nyaman. Karena sempat tinggal tiga tahun di Jakarta, ketika pindah ke Bogor, saya langsung merasa nyaman. Di Bogor, buat saya, ke mana-mana terasa dekat. Dari Bogor Selatan ke Bogor Tengah, cuma butuh 20 sampai 30 menit saja. Jarak yang ke mana-mana dekat ini buat saya relatif nggak bikin mager buat beraktivitas. Tapi, semakin lama di Bogor dan mengamati kota ini secara lekat, Kota Hujan memang menyimpan masalah cukup pelik buat jadi kota yang cocok ditinggali.

Masalah pertama adalah angkot! Jujur saja, buat saya, angkutan kota atau angkot adalah beban Kota Bogor. Selain julukan sebagai Kota Hujan, Bogor memang sering dikenal juga sebagai Kota Sejuta Angkot. Sejatinya, Pemkot sudah merumuskan solusi yang menarik lewat ide BisKita Trans Pakuan.

Sempat, sih, saya baca berita di pengujung 2022 kalau sekitar 1.000 lebih angkot akan dibekukan karena pelaksanaan program reduksi angkot oleh Pemkot dan Dinas Perhubungan Kota Bogor. Saya jujur nggak tahu ya kelanjutan dari rencana ini, tapi kok rasa-rasanya sejauh mata memandang di jalanan, angkot hijau khas Bogor masih saja banyak di jalanan.

Angkot di Bogor ini level mengganggunya sudah ekstrem karena tidak hanya suka ngetem. Cara sopir mengendarai angkot, saya yakin, bisa membikin Dominic Toretto minder saking ngawurnya. Melipir ke kiri secara mendadak, suka ngetem, uji emisi yang nggak jelas aturannya, dan masih banyak lagi. Angkot sebenarnya bukan tidak benar-benar dibuang, ya. Belajar dari semrawutnya Jogja karena ketiadaan angkot, Bogor sebaiknya tidak memusnahkan semua angkot dari jalan raya.

Mengatur trayek

Yang diperlukan adalah pengaturan trayek di mana angkot bisa difokuskan untuk mengangkut penumpang dari kantong-kantong wilayah yang mana tidak terjangkau oleh BisKita. Dari data Juli 2022 saja, Dishub mengklaim bahwa penumpang BisKita mencapai angka 360.342 orang, di mana angka itu naik banyak dibanding pada November 2021 di mana penumpang “hanya” mencapai angka 69.236. Artinya, potensi BisKita cukup oke, tapi masih kurang optimal karena angkot masih sangat mendominasi jalanan.

Di Bogor sendiri, kantong-kantong wilayah itu cukup banyak. Di Cimahpar dan sekitarnya misal, penumpang perlu diangkut dari sana dan diantarkan ke jalan-jalan utama di sekitar Pandu Raya atau Bangbarung. 

Melipir ke Bogor Tengah dan sekitarnya, masih banyak penumpang di wilayah-wilayah seperti Tegallega hingga Jalan Artzimar, yang bisa diangkut oleh angkot untuk dibawa ke jalan utama di kawasan Pajajaran. Angkot tidak harus punah di Kota Bogor, tapi difungsikan di area-area kecil yang mustahil dijangkau oleh BisKita. 

Hal yang sama juga berlaku di kawasan Bogor Selatan. Dari Cipaku, Pamoyanan, hingga BNR, masih membutuhkan angkot untuk membawa mereka menuju ke jalan-jalan utama yang mengarah ke Jalan Pahlawan (Bondongan) hingga Jalan Juanda di kawasan Balai Kota.

Baca halaman selanjutnya….

Macet semakin akut

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 3 Maret 2023 oleh

Tags: adipura bogorangkot kota bogorBima Aryabogorjawa baratkota bogorkota hujankota sejuta angkotlongsor kota bogor
Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Dulu nulis bola. Sekarang nulis tekno.

Artikel Terkait

Lulusan UNJ berkebun di Bogor. MOJOK.CO
Sosok

Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan

8 Mei 2026
Sweeping buku oleh aparat Jawa Barat: mencekal ilmu pengetahuan, masyarakat tak boleh pintar MOJOK.CO
Ragam

Derita Jadi WNI: Dipaksa Anti-Pengetahuan dan Tak Boleh Pintar, Suka Baca Buku Dianggap “Ancaman”

22 September 2025
pendidikan dii jawa barat.MOJOK.CO
Aktual

Pemprov Jabar “Jalan Sendiri”: Pendidikan Amburadul, Anak Jadi Korban, dan Cetak Rekor Memalukan

29 Juli 2025
Tasikmalaya Bikin Malu: Santri, tapi Fitnah Hindia Memuja Setan MOJOK.CO
Esai

Saya Malu Menjadi Orang Tasikmalaya, Kota yang Menolak Hindia karena Tuduhan Pemuja Setan tapi Membiarkan Oknum Kiai Cabul ke Santriwati

17 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sulap lahan kosong jadi kebun kosong untuk ketahanan pangan mandiri. MOJOK.CO

Ironi Lihat Balita Gizi Buruk di Bogor hingga Oknum Nakes yang Promosikan Sufor, Alumnus UNJ Ini Buka Kebun Sayur di Lahan Mangkrak 

16 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng MOJOK.CO

Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng

15 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.