Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Merayakan Matinya Argo Parahyangan karena Kereta Cepat Jakarta Bandung Memang Luar Biasa

Jangan lupa naik kereta cepat yang bikin Indonesia dikadal-kadalin sama Cina tapi tetap saja dijalankan. It's gonna be fun! I love this country!

Ronny P. Sasmita oleh Ronny P. Sasmita
5 Desember 2022
A A
Merayakan Matinya Argo Parahyangan karena Kereta Cepat Jakarta Bandung Memang Luar Biasa MOJOK.CO

Ilustrasi Merayakan Matinya Argo Parahyangan karena Kereta Cepat Jakarta Bandung Memang Luar Biasa. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Beroperasinya kereta cepat Jakarta Bandung adalah tanda kematian untuk Argo Parahyangan. Negara ini sungguh luar biasa.

Italia mulai memperkenalkan kereta cepat pada 2008 dengan hadirnya perusahaan Frecciarossa yang melayani rute pertamanya dari Roma ke Milan. Rutenya terus berkembang dari tahun ke tahun, hampir meliputi semua kota besar di Italia. Lalu, pada 2012, muncul kereta cepat pendatang baru berbaju swasta bernama Nuovo Trasporto Viaggiatori. Sampai 2021 lalu, perusahaan ini telah memiliki 54 rute di hampir semua kota besar di Italia. 

Pada 14 Oktober 2021, perusahaan penerbangan Italia, Alitalia Airlines, melakukan rute penerbangan terakhirnya, sebelum tutup usia di tahun yang sama. Mengapa Alitalia tutup usia? Jawabannya karena Frecciarossa dan Nuovo Trasporto Viaggiatori.

Dua operator kereta cepat tersebut telah membunuh Alitalia Airlines secara perlahan selama lebih kurang 11 tahun. Dengan peningkatan penumpang rata-rata tujuh persen per tahun, sangat bisa dipahami kalau kereta cepat di Italia mendadak menjadi predator yang membuat Alitalia Airlines berada di posisi korban 11 tahun kemudian. 

Keputusan Italia sangat bisa dipahami mengingat mereka bukan pemain penting dalam industri pesawat terbang atau otomotif. Tak berbeda dengan Jepang misalnya, yang juga bukan pemain utama dalam industri pesawat terbang. Makanya, kereta cepat di Jepang tidak melibas industri otomotif karena pasar domestik bukan target utama industri otomotif mereka. 

Kereta cepat Jakarta Bandung yang mengancam 

Lantas, bagaimana dengan kereta cepat di Indonesia, tepatnya kereta cepat Jakarta Bandung? Betul, tidak ada rute penerbangan antara kedua kota karena jaraknya yang tidak terlalu jauh. Kurang lebihnya 140 kilometer. Jadi, tidak akan ada korban di industri penerbangan jika kereta cepat Jakarta Bandung diterapkan. Kalau rutenya sampai ke Surabaya, mungkin ceritanya akan lain. 

Namun, saat ini, ada beberapa moda transportasi dan ada layanan jalan bebas hambatan dari Jakarta ke Bandung. Moda transportasi tersebut adalah kereta api (ekonomi dan eksekutif), bus, travel, dan kendaraan pribadi. Semuanya rerata memakan waktu plus minus tiga sampai empat jam perjalanan. 

Butuh waktu untuk membuktikan moda transportasi Jakarta-Bandung mana yang akan terkapar duluan setelah kereta cepat Jakarta Bandung dimulai. Santer dikabarkan bahwa Argo Parahyangan, layanan kereta api Jakarta Bandung, akan menjadi korban pertamanya.

PT KAI siap membunuh Argo Parahyangan

Tapi, nampaknya tak ada masalah bagi BUMN PT KAI yang mengoperasikan Argo Parahyangan. Pasalnya, PT KAI adalah salah satu pemegang saham terbesar kereta cepat Jakarta Bandung. Boleh jadi, bagi PT KAI, keputusan menutup Argo Parahyangan untuk menoleransi eksistensi kereta cepat adalah pilihan bisnis yang masuk akal. 

Sebut saja, dalam istilah bisnis, apa yang dilakukan PT KAI disebut hedonic adjustment alias peningkatan kualitas produk. Ya, ibarat sekuensi produk iPhone 6 ke iPhone 7 lalu ke iPhone 8, 9,10,11, dan seterusnya. Tak masalah pakai layanan kredit atau Paylater dari aplikasi e-commerce yang pemilik saham utamanya Ali Baba, yang penting bisa pakai iPhone terbaru. 

Atau seperti transisi dari minyak tanah ke gas atau dari Premium ke Pertalite lalu ke Pertamax, dan seterusnya. Tak masalah bayar Pertalite lebih mahal, yang penting Pertamina tidak menderita rugi dan Anda akan dianugerahi status “kelas menengah” yang mampu membayar bahan bakar bensin beroktan 92 ke atas. 

Stikernya jangan lupa ditempel di kaca belakang, bertulisan “Pengguna oktan 92 ke atas”. Ya toh! Anda pahlawan bagi Pertamina. Ya, pahlawan tanpa tanda jasa, dengan stiker “oktan 92”. Senangnya, toh!

Apakah kereta cepat itu masuk akal?

Lagi-lagi, pertanyaannya, apakah kereta cepat Jakarta Bandung masuk akal secara bisnis? Boleh jadi masuk akal. Kereta cepat Jakarta Bandung menarget pasar sekitar 31 ribu penumpang per hari. Sementara itu, Argo Parahyangan hanya mengantongi rerata 11 ribuan penumpang per hari. Dari mana sisanya? Jawabannya, pengguna kendaraan pribadi yang melewati jalan Tol Jakarta Bandung dan pengguna travel premium. 

Sebut saja 11 ribuan penumpang Argo Parahyangan bermigrasi ke kereta cepat Jakarta Bandung. Setelah itu Argo Parahyangan menjadi “almarhum”. PT KAI kehilangan bisnis kereta eksekutif Jakarta Bandung, pembeli mobil pribadi dan pengguna tol mungkin berkurang, serta pengguna travel eksekutif juga demikian

Iklan

Sebagai gantinya, PT KAI mendapat teknologi baru bernama kereta cepat dan mendapatkan sebagian besar proporsi saham yang menjadi bagian pemain dalam negeri (sekian persen dari 60 persen saham kereta cepat). Penjualan mobil dan pengguna jalan tol yang berkurang ya urusan lain. Mereka dapat ganti atau tidak, “peduli amat”. Pengusaha travel premium gigit jari, bukan urusan PT KAI. Lagi-lagi, “peduli amat”.

Kehilangan Argo Parahyangan itu terlalu “mahal”

Namun “kehilangan” Argo Parahyangan tidak serta-merta bisa ditambal dengan hadirnya kereta cepat Jakarta Bandung. Utang tentu harus dibayar, mungkin beberapa puluh tahun. Teknologinya tetap punya Cina karena semuanya dibuat di sana, walaupun merakitnya di sini. 

Sebelumnya, PT KAI menikmati bisnis Argo Parahyangan sendiri, tapi nanti harus berbagi dengan yang lain. Baik dengan sesama pemilik dalam negeri maupun Cina yang memiliki 40 persen saham kereta cepat Jakarta Bandung. 

Dan ketika masa itu datang, mudah-mudahan, generasi penguasa dan pengambil kebijakan hari ini masih bisa menyaksikannya. Itu juga kalau di waktu-waktu mendatang tidak ada penambahan utang karena kerugian bisnis dan lainya. 

Dengan demikian, apakah kereta cepat Jakarta Bandung masuk akal secara bisnis? Menurut PT KAI, keputusan memangkas waktu perjalanan menjadi 40 menit dan mengistirahatkan Argo Parahyangan tersebut masuk akal. Jadi, anggap saja masuk akal, sembari memberi penekanan “Why not!“. 

Orang kecil ngapain protes

Toh, di dalam PT KAI sendiri, dan di dalam banyak BUMN lainya, pastinya memang banyak orang pintar dan mereka pastinya telah melakukan perhitungan bisnis terlebih dahulu. Gila apa kalau nggak melakukannya. Walhasil, mereka telah memutuskan untuk sticked with the plan. Jadi, kita sebagai pihak yang punya akal sehat, saran saya, nikmati saja. Kita, yang juga orang kecil ini, bisa bilang apa? 

Kalau pernah naik kereta cepat Tokyo-Kyoto atau Mekah-Madinah, misalnya, pasti Anda akan menyukainya. Nyaman dan menyenangkan. Jadi, jika ada yang bicara kereta cepat adalah bad deal, mari ramai-ramai katakan “What the fuck are you talking about?” Kamu mempertanyakan kebijakan kereta cepat Jakarta Bandung? Mau melawan pemerintah ya? Rakyat kok berani-beraninya melawan. Aneh. Nggak ada yang modelan begitu.

Pengurangan jam perjalanan dari ermpat jam menjadi 40 menit adalah good deal, setidaknya begitu menurut Xi Jinping. Ongkosnya memang naik menjadi Rp200-350 ribu, tapi itu risiko bagi penumpang dong, bukan risiko bagi PT KAI atau Xi Jinping. So much so, “Fuck Argo Parahyangan, peduli setan dengan jalan tol, mobil pribadi, dan travel premium.”

Mari lanjutkan jalur kereta cepat

Mari lanjutkan proyek kereta cepat ini sampai ke Surabaya, agar Argo-Argo yang lainya bisa dikirim segera ke Madura sebagai besi tua, jalanan lintas Jawa tidak ada lagi suara berisik “telolet” bus-bus eksekutif, dan rute Garuda ke seluruh Jawa bisa segera ditutup. 

Jenius bukan! Kita sedang berada di era keemasan Jokowinomics. Kita dapat teknologi tinggi tanpa tahu cara membuatnya. Jenius! 

Relawan-relawan harus kembali merayakan ini nanti di Senayan sambil mengumpulkan sampah yang berceceran setelah acara. Jangan lupa naik kereta cepat yang bikin Indonesia dikadal-kadalin sama Cina tapi tetap saja dijalankan. It’s gonna be fun! I love this country!

BACA JUGA Kereta Cepat Jakarta Bandung Sumber Petaka Masa Depan: Indonesia Dicaplok, Cina Menang Banyak dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Penulis: Ronny P. Sasmita

Editor: Yamadipati Seno

Terakhir diperbarui pada 5 Desember 2022 oleh

Tags: argo parahyanganBandungcinajakartakereta cepatkereta cepat Jakarta-Bandung
Ronny P. Sasmita

Ronny P. Sasmita

Penikmat Kopi dan Penggemar Berat Billy Joe Amstrong. Analis Senior di Indonesia Strategic and Economic Action Institution.

Artikel Terkait

Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co
Urban

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Kompetisi Campus League 2026 - Basketball Regional Bandung Season 1 menjadi saksi terjalinnya kerja sama antara Campus League dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang bertujuan untuk membangun ekosistem olahraga jangka panjang dan pembentukan karakter mahasiswa MOJOK.CO
Kilas

Campus League Basketball Season 1 Regional Jakarta: Jadi Ajang Pembuktian Diri di Level yang Berbeda

25 Mei 2026
Cerita Mafatihatul Maghfirah: Mahasiswi Madura kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan jualan risol hingga lulus tanpa skripsi MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswi Madura Kuliah di Jakarta: Jualan Risol demi Biaya Kuliah, Bisa Mandiri Finansial hingga Lulus Terbaik Tanpa Skripsi

24 Mei 2026
Gedebage, Bandung.MOJOK.CO
Urban

Bandung Kota Overrated dan Penuh Masalah, Anak Mudanya Tetap Waras karena Persib

24 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi tidak tahu diri MOJOK.CO

Fitur “Pilih Kursi” KAI Access Terasa Percuma, Mau Duduk Nyaman di Kursi Incaran tapi Malah Makin Kesal

8 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Evakuasi anjing terbuang dari tangan para jagal di Jogja MOJOK.CO

Evakuasi Anjing Terbuang dari Operasi Senyap Para Jagal di Jogja, Kebal Intimidasi dan Caci Maki

10 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.