Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Seperti Pertashop, Harga Pertamax Naik Bikin Pom Mini Sepi

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
29 September 2022
A A
pom mini mojok.co

Pom Mini di warung kelontong milik warga. (Hammam Izzudin/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Naiknya harga BBM turut berdampak pada Pom Bensin Mini atau Pom Mini. Kenaikan harga Pertamax membuat penjualan mereka semakin hari semakin sepi. Sama seperti yang dialami Pertashop.

Latifah (40), pedagang warung kelontong sekaligus pemilik salah satu Pom Mini di daerah Banguntapan, Bantul, berujar bahwa setelah kenaikan harga Pertamax membuat penjualan di tempatnya menurun drastis. Harga beli Pertamax yang kini senilai Rp14.500 perliter itu ia jual kembali seharga Rp16.000.

Iklan

Harga yang tinggi itu membuat pembeli berpikir panjang untuk memilih Pom Mini. Hal yang membuat penjual BBM lewat Pom Mini semakin berkurang diminati.

“Sejak kenaikan harga ini, satu jerigen dua hari baru habis. Dulu biasanya sehari sudah habis,” ujarnya pada Rabu (28/9).

Menurutnya, para pelanggan yang dulunya biasa membeli Pertamax, kini lebih mencari BBM jenis Pertalite. Sayangnya, sesuai aturan, Pertalite dilarang untuk dijual kembali selain melalui SPBU resmi milik Pertamina.

“Ya kita ngikut aturan. Kan nggak boleh beli Pertalite pakai jeriken di SPBU,” ucapnya.

Hal serupa juga dialami Selvia (30), Pom Mini yang biasanya jadi salah satu penopang keuntungan toko kelontong miliknya belakangan sepi. Sebelum adanya kenaikan harga, sehari ia bisa menjual 50 liter Pertamax.

“Kalau sekarang, setengahnya paling,” ucapnya.

Selain pembeli yang semakin sedikit, menurut Selvia, pembeli di Pom Mini kebanyakan hanya bertransaksi sebesar Rp10.000. Sehingga kenaikan harga, membuat Pertamax yang dikeluarkan setiap transaksi menjadi semakin sedikit.

Ia juga menyayangkan masih adanya sesama Pom Mini yang menjual BBM jenis Pertalite. Padahal hal itu sudah jelas-jelas dilarang. BBM bersubsidi dilarang untuk dijual kembali.

“Menurut saya kurang tegas aturannya, kalau emang nggak boleh pertalite, harus tegas semuanya, masih ada yang jualin oknum-oknum yang jualan. Artinya masih ada celah,” ujarnya.

Walaupun mengetahui bahwa ada celah, ia mengaku tak mau ikut-ikutan melanggar aturan. Meski belakangan, jenis Pertalite semakin banyak dicari masyarakat.

Di beberapa daerah, penindakan terhadap penjual BBM bersubsidi jenis Pertalite memang sudah dilakukan. Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan, Jawa Timur adalah salah satu yang telah memberi peringatan tegas.

“BBM bersubsidi jenis Pertalite itu hanya bisa dijual di SPBU, Pom Mini dan pengecer tidak boleh menjual lagi,” kata Kepala Disdagnaker Pacitan Sunaryo, Rabu (21/9/2022) dilansir dari Times Indonesia.

Iklan

Aturan mengenai pelarangan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM. Selain itu juga Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Nomor 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tentang jenis bahan bakar minyak khusus penugasan di mana terdapat perubahan Pertalite sebagai BBM umum ke BBM penugasan.

Sementara itu, pedagang lain bernama Sintya (45) justru berujar bahwa penjualannya cenderung sama dengan sebelum kenaikan harga. Namun banyaknya penjual bensin di sekitarnya membuat persaingan terasa ketat.

“Meski harga naik, ya pembeli tetap ada. Ini kan seperti beras, kebutuhan pokok. Masalahnya sekarang banyak sekali yang punya Pom Mini di sekitar sini,” terang pedagang yang berjualan di daerah Gowok, Caturtunggal, Depok, Sleman ini.

Pom Mini memang menjadi salah satu penyumbang pundi-pundi rupiah bagi banyak toko kelontong kecil di pinggir jalan. Menurut penuturan sejumlah pedagang, dua penyokong terbesar pemasukan harian toko mereka adalah rokok dan bensin.

Kondisi kembang kempisnya usaha Pom Mini di warung-warung kelontong sebetulnya hampir serupa dengan nasib Pertashop. Di beberapa daerah, outlet-outlet pertashop bertumbangan imbas naiknya harga BBM terutama jenis pertamax.

Melansir dari Antara, Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Pertashop Seluruh Indonesia (DPD HIPSI) Jawa Tengah, Jengkar Tundung Janu Prihantoro mengatakan bahwa disparitas harga yang tinggi menyebabkan pelanggan beralih ke Pertalite. Sementara itu, faktanya, banyak Pertalite ilegal dijual oleh pengecer atau Pertamini sehingga mematikan usaha Pertashop.

Reporter: Hammam Izzudin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Netizen Keluhkan Pertalite Semakin Boros, Pertamina Pastikan Tak Ada Perubahan

Terakhir diperbarui pada 29 September 2022 oleh

Tags: pertalitepertamaxpertashoppom mini
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Harga Pertamax Naik Lagi, dan Kali Ini Kita Tidak Boleh Diam dan Pasrah Lagi
Pojokan

Harga Pertamax Naik Lagi, dan Seperti Biasa, Kelas Menengah Jadi Korban, Lagi dan Lagi

10 Juni 2026
Pertamax Turbo Naik, Curiga Pertamax dan Pertalite Langka Stres
Pojokan

Kata Siapa Pemakai Pertamax Turbo Nggak Ngamuk Melihat Kenaikan Harga? Saya Juga Stres karena Curiga Pertamax dan Pertalite Akan Jadi Barang Langka

19 April 2026
Perbandingan BBM di SPBU, Pertalite dan Pertamax
Sehari-hari

Anak Muda Isi BBM Tergantung Antrean SPBU: Pertalite-Pertamax Dianggap Sama, padahal Terbiasa Buru-buru dan “Buta” Kualitas

4 Maret 2026
Nasib motor Yamaha Aerox 2023 usai diisi BBM jenis Pertalite, jadi brebet di Jawa Timur. MOJOK.CO
Liputan

Nasib Sial Motor Yamaha Aerox 2023 yang Tersiksa karena Pertalite, Brebet hingga Tak Cukup ke Bengkel Sekali

29 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.