Arsip Artikel: Muchamad Aly Reza
1,259 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Penumpang Bus Sumber Selamat Belum Tentu Sanggup Naik Bus Surabaya-Semarang, Meski Sesama Ugal-ugalan tapi Beda Kenyamanan
Meski sama-sama ugal-ugalan, tapi penumpang bus Sumber Selamat belum tentu sanggup naik bus Surabaya-Semarang seperti Sinar Mandiri.
Saat Tukang Antar Galon Isi Ulang Jadi Profesi Idaman: Work-life Balance karena Kerja Dekat Rumah tapi Upah Standar Kantoran Luar Kota
Tukang antar galon isi ulang terdengar tidak bergengsi, tetapi justru memberi work-life balance dan upah yang tidak kalah dari kerja kantoran.
UIN SUKA Jogja Ungguli Peringkat UGM, Memang Layak dan “Lebih Hidup” dari Kampus UIN Lain?
UIN SUKA Jogja ungguli UGM dalam peringkat universitas terbaik. Memang layak dan lebih baik dari kampus UIN lain.
Pasang WiFi di Rumah Desa Tak Cuma untuk Internet tapi Juga Gengsi, Rumah Tanpa WiFi Dianggap Tertinggal dan “Dihindari”
Pasang WiFi di rumah desa bukan sekadar untuk kebutuhan akses internet mudah dan murah, tapi ada gengsi sosial juga.
Tradisi Sambatan di Desa Jadi Simbol Totalitas Bertetangga yang Harus Diikuti, Jadi Tanda “Laki-laki Berguna”
Tradisi sambatan di desa jadi tradisi yang mau tidak mau harus diikuti, karena simbol totalitas bertetangga dan tanda laki-laki berguna.
Pernikahan Terutama di Desa Memberi Beban Lebih Berat ke Perempuan, Jadi Dasar Gen Z Tak Menikah karena Tak Sanggup Membayangkan
Gen Z perempuan semakin tak ingin menikah karena dinilai memberi beban lebih berat ke perempuan, terutama pernikahan di desa.
Pak Ogah di Jalan Memang Tak Resmi, Tapi Saya Pilih Menyikapi Pakai Nurani ketimbang Benci karena Realitas Ekonomi
Keberadaan pak ogah di banyak persimpangan jalan tidak berstatus resmi. Tapi saya memilih memakai nurani ketimbang membenci.
Jalan Saya Penyandang Tuli Kuliah di Universitas Terbuka (UT): Tanpa Biaya hingga Dukungan yang Memudahkan
Sebagai seorang tuli sekaligus pekerja dan ibu rumah tangga, kuliah di Universitas Terbuka (UT) memudahkan jalan saya. Bisa kuliah tanpa biaya, dosen tanggap kalau ada kesulitan.