Fitur “Pilih Kursi” KAI Access Terasa Percuma, Mau Duduk Nyaman di Kursi Incaran tapi Malah Makin Kesal
Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi masih pakai format dulu-duluan.
Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi masih pakai format dulu-duluan.
Modifikasi motor Honda Vario 125 hasil tabungan ibu dan kakak demi sinematik, berakhir menyesal karena jadi motor sampah.
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kerja berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan tanpa nunggu work life balance dulu.
Curhat dan ziarah di makam ibu dianggap sia-sia, lebay, bahkan keliru. Tapi justru jadi tempat pulang terbaik dan memberi rasa...
Ada kesalahpahaman terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO). Dikira frugal (hemat biaya) padahal bisa tetap mahal.
Fasilitas rooftop di kos memang bisa berpotensi kemproh. Tapi tetap jadi tempat healing dan kabur terbaik dari tekanan hidup.
Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius. Mau nikmati pit-pitan malah kena mental.
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa: gajian ludes seketika karena dibagi-bagi untuk kebutuhan hingga cicilan.
Cerita Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha buat menopang ekonomi keluarga.
PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta
55581
[email protected]
+62-851-6282-0147
© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.