Ikhtiar Mencatat Risalah Panjang Ambarrukmo Melintasi 5 Zaman, Situs yang Terus Hidup tanpa Mencerabut Akar
Kompleks Ambarrukmo tidak sekadar bangunan masa lampau, tapi saksi 5 zaman perkembangan identitas Yogyakarta.
Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Kompleks Ambarrukmo tidak sekadar bangunan masa lampau, tapi saksi 5 zaman perkembangan identitas Yogyakarta.
Jadi tukang cukur rambut saat teman kerja di luar negeri. Dicap pemalas tetangga, hidup berkecukupan malah dicurigai.
Cerita pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua meski berkali-kali berakhir kecewa.
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada bukan karena butuh tapi iseng...
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang karena mager antre sama saudara norak. Bayar lebih mahal untuk menu lucu-membagongkan.
Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana, tapi kini nelangsa antar anak susah cari kerja pakai ijazah SMA karena...
Isi bensin di pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal.
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana.
Dari sebuah lapangan tidak rata, SSB tertua di Kota Jogja bisa menelurkan talenta sepak bola di panggung nasional.
PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta
55581
[email protected]
+62-851-6282-0147
© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.