MOJOK.CO Kenapa bumi itu bulat, bukan bundar? Kenapa disebut tahu bulat, bukan tahu lingkaran? Kenapa lingkaran, bundar, dan bulat itu tidaklah sama? Kenapaaaaa??!

Selagi suatu sore saya mengantre beli tahu bulat yang harganya 500-an, seorang anak kecil sedang bernyanyi sambil menggambar sesuatu di kertas. Gumamnya, “Lingkaran kecil, lingkaran kecil, lingkaran besar~”

Saya refleks menyadari bentuk tahu yang sedang saya inginkan adalah bulat, sementara si anak di dekat saya menggambar lingkaran. Hmm, tunggu sebentar. Ini menarik.

Kenapa anak tadi tidak bernyanyi, “Bulat kecil, bulat kecil”? Kenapa penjual tahu bulat di depan saya tidak menuliskan “Jual Tahu Lingkaran” di gerobaknya? Belum lagi, saya mendadak ingat pelajaran sejarah yang menyebutkan istilah “Konferensi Meja Bundar”, alih-alih “Konferensi Meja Lingkaran”. Apa masalahnya?

Karena antrean di depan saya masih cukup panjang, saya pun googling-googling dikit dan menganalisis perbedaan ketiga kata ini: lingkaran, bundar, dan bulat. Apakah mereka benar berbeda? Atau, itu hanya perasaan saya aja???

Lingkaran

Berdasarkan KBBI (andalanque), lingkaran bermakna garis melengkung yang kedua ujungnya bertemu pada jarak yang sama dari titik pusat. Di KBBI pula, kata lingkaran diberi keterangan berupa kata benda. Artinya, doski ngga bisa diposisikan sebagai kata sifat.

Melihat definisi kata lingkaran pada KBBI, bisa kita simpulkan bersama bahwa lingkaran merupakan bentuk 2 dimensi (2D)Pun, pernyataan ini didukung oleh pengertian lingkaran dalam geometri Euklid, yaitu sebagai himpunan semua titik bidang pada jarak tertentu (jari-jari) dari suatu titik tertentu (pusat lingkaran). Artinya, si anak kecil yang tadi nyanyi itu telah menggunakan istilah lingkaran dengan baik dan benar. Pokoknya, lingkaran adalah bentuk tanpa volume—cuma garis aja!

Baca juga:  Fahri Hamzah Tak Setuju Sandiaga Uno Disebut Ulama, Lah Kok?

Dengan demikian, pertanyaan yang berbunyi “Kenapa penjual tahu bulat di depan saya tidak menuliskan ‘Jual Tahu Lingkaran’ di gerobaknya?” sudah bisa dipecahkan. Yha, tahu kan bukan 2D, my lov~

Bundar

Masih merujuk pada KBBI, bundar berbentuk lingkaran (melengkung) dengan jari-jari yang sama. Meski menyebut-nyebut nama lingkaran dalam definisinya, kata bundar ini berkedudukan sebagai kata sifat (adjektiva). Contoh penggunaan kata ini, seperti yang juga dicontohkan di KBBI, adalah meja bundar.

Hmm. Tapi sebenarnya, apa bedanya bundar dengan lingkaran?

Bentuk dasar bundar adalah lingkaran—itu jelas. Yang membedakannya adalah fakta bahwa bundar ternyata bukan 2D, melainkan 3D. Tapiii, kata bundar ini umumnya digunakan untuk mengacu pada bentuk cakram yang pipih, seperti koin-koin yang berhamburan di lantai kamarmuuu~

Pada praktiknya, kata bundar lebih sering dikembar-kembarin sama kata bulat. Nah, apakah pendapat ini benar?

Sedikit analisis, kata bundar dan bulat ini sebenarnya agak-agak beda. Kalau bundar, ejaannya adalah b-u-n-d-a-r, sedangkan bulat adalah b-u-l-a-t. Bukan cuma itu aja, bulat adalah kata yang jomblo, sedangkan bundar adalah kata yang tidak jomblo, bahkan sudah menikah. Pasangan dari bundar adalah ayahandar.

#PLAK.

Hehe, maaf, maaf, yuk lanjut jha~

Bulat

Belakangan ini, kata bulat semakin populer, seiring dengan panasnya debat antara teori bumi-itu-datar dan bumi-itu-bulat. Maraknya penjual tahu bulat beberapa waktu lalu juga menjadi pendongkrak kepopuleran kata bulat. Bahkan, saudara-saudaramu pun juga mendukung tingginya penggunaan kata bulat, ketika tahu-tahu mereka menyerbumu dengan sapaan basa-basi yang makjleb, “Waaah, pipimu bulat banget, kayak onde-onde!”

Baca juga:  Membedakan Kita dan Kami dengan Bantuan Ridwan Kamil

Zzzz.

Masih mengacu pada KBBI, bulat memiliki makna yang paling banyak. Ini dia:

  1. berbentuk sebagai bola,
  2. berbentuk lingkaran; bundar (tanpa bersudut),
  3. tidak terpecah; utuh,
  4. tanpa kecuali,
  5. seia sekata; sepenuhnya.

Melihat arti nomor 2, pertanyaan kita sebelumnya sudah terjawab: kata bulat ternyata disamakan dengan kata bundar. Dalam contoh yang disediakan KBBI, frasa meja bulat pun dianggap benar.

Namun, pada penggunaannya, kata bulat lebih banyak dipakai untuk mengacu pada bentuk lingkaran 3D yang memiliki volume atau isi. Dalam soal Matematika misalnya, bentuk bola yang bulat sering menjadi primadona soal ujian untuk diutak-atik volumenya. Nganthi mumet!

Bulat juga dipakai untuk istilah persetujuan atau seluruhnya, misalnya pada kalimat ‘Suara dan tekad kami sudah bulat’, bukannya ‘suara dan tekad bundar’. Dengan kata lain, meski bermakna (sedikit) sama, tidak seluruh kata dengan istilah bulat bisa diganti dengan bundar.

Sama seperti: tidak semua kenangan indahmu dengannya bisa digantikan dengan kehadiran dia yang baru…

(((IKI UOPPPOOO)))



Loading...



No more articles