Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Harun Masiku dan “Kenyataan” Bahwa Tempo Lebih Jago Ketimbang Negara

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
22 Januari 2020
A A
yasonna laoly harun masiku imigrasi pdip korupsi suap kpu pelarian imigrasi bohong pln mojok.co

yasonna laoly harun masiku imigrasi pdip korupsi suap kpu pelarian imigrasi bohong pln mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Negara yang diwakili oleh Imigrasi, KPK, dan seorang Yasonna Laoly kalah jago sama jurnalis Tempo ketika ngejar jejak Harun Masiku. Kalau negara kerjanya kalah sama media, gimana kita bisa percaya?

Saya pikir Indonesia itu negara yang hebat. Punya aparat dan alat kelengkapan paling Tangguh sedunia. Nggak mungkin lah ada buronan bisa menyelinap tanpa tertangkap. Apalagi Ketua KPK sekarang Pak Polisi. Sudah ketua KPK, ditambah Pak Polisi, dibantu negara lagi. Tikus pun nggak mungkin bisa menyelinap ke “lumbung negara”.

Iklan

Namun, saya sedih dibuatnya. Ternyata, Tempo lebih jago ketimbang negara. Ketimbang KPK, Imigrasi. Bahkan lebih jago ketimbang Yasonna Laoly, seorang Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Bagaimana bisa, sekumpulan jurnalis dari Tempo, bisa lebih jago ketimbang negara terkait “misteri” Harun Masiku? Sedih nggak, sih.

Berikut kronologinya sesuai investigasi Tempo:

Satu:

Pada 14 Januari 2020, tim penindakan KPK datang ke Tower Edelweiss di Thamrin, Jakarta Pusat. Tower Edelweiss adalah tempat Harun Masiku tinggal. Tim penindakan KPK langsung naik ke kamar nomor 31 EC. Sayang, kamar itu sudah kosong. Operasi yang katanya “senyap” ini gagal.

KPK, dengan sangat yakin, menyatakan kalau Harun Masiku sudah berada di Singapura sejak 6 Januari 2020. Pernyataan itu dikemukakan atas dasar laporan data lalu lintas orang Imigrasi. Imigrasi seperti “membenarkan” pernyataan KPK. Arvin Gumilang, Kepala Bagian Humas dan Protokol Imigrasi, menegaskan kalau Harun Masiku belum kembali ke Indonesia.

Dua:

Tidak lama berselang, Yasonna Laoly juga mengamini pernyataan KPK dan Imigrasi. “Pokoknya belum ada di Indonesia,” kata Yasonna Laoly seperti dikutip oleh Tempo.

Tiga:

Tempo merespons pernyataan KPK, Imigrasi, dan Yasonna Laoly dengan melakukan investigasi. Hasilnya ditemukan kalau Harun Masiku memang minggat ke Singapura pada 6 Januari 2020. Pak Harun memesan tiga tiket Garuda Indonesia untuk penerbangan yang berbeda di hari yang sama. Ketiga tiket tersebut adalah GA 824, GA 830, GA 832. Pak Harun pakai tiket GA 832, berangkat pukul 11.30, sampai di Singapura pukul 14.20.

Nah, di Singapura, entah karena bosan atau mungkin kangen rumah, Pak Harun Masiku memutuskan pulang pada 7 Januari 2020.  Beliau pakai pesawat Batik Air ID 7156 dan Lion Air JT 155. Statusnya di pesawat adalah no show atau tidak tampak. Mungkin Pak Harun orangnya low profile dan pemalu.

FYI, Pak Harun sampai di Indonesia pada 7 Januari 2020 pada pukul 17.03. Beliau mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Pulangnya Pak Harun terekam kamera CCTV dan salinannya bisa didapatkan oleh Tempo. Alig!

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Pak Harun tertangkap CCTV mengenakan kaus lengan panjang warna biru tua dan celana serta sepatu sport. Beliau menenteng tas laptop dan tas belanja. Ohh, mungkin Pak Harun cuma mau beli tas branded yang mihil bingit di Indonesia tapi agak miring harganya di Orchard Road, Singapura.

Empat:

Setelah mendarat di Indonesia, Pak Harun Masiku menuju apartemen Thamrin Residence. Tempo berhasil mewawancarai seorang pegawai apartemen yang melihat kedatangan Pak Harun.

Pada Rabu, 8 Januari 2020, Pak Harun keluar dari apartemen sambil membawa sebuah koper. Beliau tidak naik mobil Toyota Camri miliknya. Pak Harun naik MPV pagi itu. Rabu petang, KPK mulai “mengendus” jejak Pak Harun.

Pada Rabu itu juga, Pak Harun, dibonceng Nurhasan naik motor. Nurhasan adalah penjaga kantor Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Keduanya menuju Perguruan Tinggi Ilmu Polisi (PTIK). Tempo menulis kalau di PTIK diduga Pak Hasto berada. Tim penindak KPK juga memastikan kalau Pak Hasto berada di sekitar tempat tinggal petinggi intelejen.

Iklan

Setelah itu, pembaca sudah tahu sendiri kalau KPK gagal menangkap Pak Harun Masiku dan Pak Hasto. Petugas KPK dihalangi sejumlah polisi.

Lima:

Kamis, 9 Januari 2020, KPK menetapkan Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina Sitorus, Harun Masiku, dan Saeful Bahri sebagai tersangka suap. Nama Pak Hasto nggak ada tuh. “Siapa yang berani Hasto tersangka? Enggak ada, kan?” Kata salah satu pejabat KPK.

Enam:

Pada 17 Januari 2020, Ketua KPK, Pak Firli Bahuri tetap keukeuh bilang kalau Pak Harun Masiku masih di luar negeri. Apa yang dilakukan KPK selanjutnya? Mereka mencopot penyidik yang terlibat dalam operasi tangkap tangan. Yang gagal itu.

Tujuh:

Dilansir Detik, pada Rabu 22 Januari 2020, Direktur Jenderal Imigrasi, Ronny F Sompie, mengakui kalau Pak Harun Masiku sudah ada di Indonesia sejak 7 Januari 2020. Betul, kamu nggak salah baca, jauh sebelum Imigrasi mengakui hal tersebut, Tempo sudah bikin laporannya. Bahkan ketika Imigrasi mengakui keberadaan Pak Harun, Ketua KPK malah: no idea. Pie je….

Selain Imigrasi, istri Pak Harun, Hilda juga menegaskan kalau Pak Harun sudah landed di Indonesia pada 7 Januari 2020. “Tanggal 6 Januari ke Singapura, dia sempat kirim kabar. Kalau tanggal 7 Januari dia sudah balik Jakarta. Dia sempat kasih kabar jam 12 malam, katanya sudah tiba di Jakarta. Itu terakhir komunikasinya,” kata Hilda.

Gini ya pembaca. Saya itu masih meyakini kalau aparat kita kelas wahid. Bisa dong memburu tersangka suap yang nggak punya basic pelatihan militer kayak James Bond atau Ethan Hunt. Kalau Pak Harun memang secret agent seperti Bond atau special agent seperti Hunt ya maklum kalau aparat Indonesia selalu kehilangan jejak.

Lha ini cuma orang yang dulunya anggota DPR lalu cuma pergi ke Singapura aja susah betul diketahui lokasinya. Negara malah kalah sama media. Jadi, masuk akal dan tentu saja diizinkan, bukan, kalau saya hehehe sama aparat Indonesia?

BACA JUGA Dugaan Kebohongan Publik Soal Harun Masiku, Firli Bahuri: Silakan Tanya ‘Tempo’ atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2020 oleh

Tags: Harun MasikuHasto KristiyantoimigrasikorupsiKPKpdipsuapyasona laoly
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO
Esai

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
AUBMO Selamatkan Hidup Mahasiswa penerima KIP-K di Unair. MOJOK.CO
Sekolahan

Di Balik Skandal Korupsi Rp103 Juta, AUBMO Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Penerima Beasiswa yang Merantau

23 Juni 2026
Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat MOJOK.CO
Esai

Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat 

11 Mei 2026
Bupati dan Walikota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan MOJOK.CO
Tajuk

Bupati dan Wali Kota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan

13 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Festival Jamu Nusantara di Pasar Ngasem, Kota Jogja: ruang regenerasi dan edukasi konsumen muda MOJOK.CO

Festival Jamu Nusantara di Kota Jogja: Sadarkan Anak Muda Jamu Bukan Minuman Kuno, Tapi Gaya Hidup Sehat Lintas Generasi

6 Juli 2026
Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

10 Juli 2026
Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar MOJOK.CO

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar

8 Juli 2026
Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026
Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan MOJOK.CO

Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

8 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.