Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
20 Januari 2026
A A
OTT Wali Kota Madiun

ilustrasi-ironi menjadi warga Madiun. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Warga Kota Madiun, Jawa Timur harus menelan kenyataan pahit setelah wali kotanya, Maidi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, kemajuan kota tersebut sempat dipuja hingga mendapat berbagai julukan.

***

Iklan

Sebagian warga Madiun mengaku kaget dengan penangkapan Wali Kota Madiun, Maidi yang terjaring OTT oleh KPK pada Senin (19/1/2026). Pasalnya, mereka menganggap kota tersebut terlihat lebih maju selama kepemimpinan Maidi.

“Ya Allah Pak. Padahal Madiun kelihatan banget kemajuannya waktu kepemimpinan beliau,” ujar akun Instagram @zha*** dikutip Selasa (20/1/2026).

“Booom. Pak, Madiun udah terlanjur bagus berkat kepemimpinan Anda,” ujar @bay*** menyematkan emoticon api di akhir kalimatnya.

“Padahal dia walikota paling juara dalam membangun kotanya,” ucap @ind***.

“Tapi jujur, Madiun sekarang kotanya lebih tertata pas zamannya Pak Maidi sampai punya objek wisata lho,” ucap @ras***.

Meski kepemimpinannya terkesan bagus, KPK tentu punya bukti kuat saat melakukan OTT hari itu. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo bilang Maidi terjerat kasus fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) bersama 15 orang pegawai lainnya.

“Pihak-pihak yang diamankan selain wali kota ada dari penyelenggara negara atau PNS di Pemerintah Kota (pemkot) Madiun dan juga pihak swasta,” kata Budi Prasetyo dikutip dari Kompas.com, Selasa (20/1/2026).

Dari kota mencekam, kini cocok untuk slow living

Sebagai ibu dari dua orang anak yang tinggal di Madiun sejak kecil, Immash mengaku Madiun adalah kota ternyaman. Ia sempat pergi merantau ke daerah lain usai SMA dan menyadari alasannya rindu dengan kota kelahirannya tersebut.

“Aku baru kembali ke Madiun 2 tahun ke belakang dan tentu sangat merasakan perbedaan kota ini saat aku kecil dan sekarang,” kata Immash.

Menurut Immash, Madiun dulu belum semaju sekarang. Kota yang mendapat julukan “Kota Pendekar” tersebut dulunya masih sepi dan gelap terutama saat malam. Hal itu tak terlepas dari sejarah kelam kota tersebut yang dicap sebagai sarang PKI. 

Mojok juga pernah menuliskan tegangnya suasana Kota Madiun saat bulan Suro, di mana polisi selalu menjaga ketat area sekitar padepokan untuk mencegah aksi tawuran antar perguruan silat yang sering terjadi.

“Jadi dulu. Warganya, termasuk aku benar-benar takut untuk keluar rumah. Sampai ada arak-arakan, bahkan parahnya mereka bisa sampai anarkis dan merusak fasilitas umum. Entah apa motifnya tapi ada yang sampai bawa-bawa batu segala,” tutur Erika*. 

Iklan

Berita lengkapnya bisa dibaca di sini.

Madiun mulai dilirik wisatawan dunia

Namun, Madiun kini sudah berbenah. Immash mengaku beberapa daerah di kota tersebut sudah berubah jadi lebih terang, bersih, dan indah. Di sisi lain, jumlah penduduknya juga tidak terlalu padat sehingga cocok untuk slow living.

“Sebagai emak-emak yang kerjaannya jualan online, aku bisa mengantar anak ke sekolah tiap pagi, terus mampir ke warung estetik sekadar untuk minum yang anget-anget (hangat) sambil ngemil cookies gluten free low sugar. Atau pas weekend melipir ke coffee shop atau ke taman-taman kota,” tutur Immash.

Selain coffee shop yang makin marak, Erika (diwawancara secara terpisah) berujar jika Madiun saat ini mulai ramai dilirik orang sebagai tempat singgah. Bahkan dari wisatawan mancanegara. Menurut pengamatan Erika, mereka sering berkunjung ke kampung tematik seperti Kampung Inggris atau Pahlawan Street Center (PSC). 

PSC dulunya merupakan kawasan revitalisasi Jalan Pahlawan sebagai pusat kuliner dan UMKM yang dikembangkan secara bertahap sejak era kepemimpinan Maidi. Di sana, pengunjung dapat menikmati suasana jalan-jalan seperti di luar negeri, karena terdapat Patung Merlion ala Singapura hingga Mekkah.

Tak pelak, pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun pun ikut meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat pertumbuhan ekonomi kota tersebut naik sebesar 6,35 persen pada triwulan II 2025 dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 5,78 persen.

“Jadi aku sepakat kalau kota ini cocok untuk slow living, karena suasananya tenang, nggak terlalu padat penduduk, dan harga-harganya cenderung masih menengah ke bawah,” kata Erika.

Di balik polesan kota yang berbudaya

Nama Madiun juga semakin terkenal berkat tokoh-tokoh seniman yang lahir dari sana. Misalnya, penyanyi Ari Lasso, budayawan Harry Tjahjono, seniman Kirun, hingga komedian Nopek Novian. Pemerintah Kota Madiun bahkan secara aktif memoles identitas kotanya lewat jargon “Madiun mendunia”.

“Saya minta Dinas Pariwisata budaya untuk memodifikasi dan konsisten setiap ada event keluarkan gembrung dan perkenalkan gembrung ke sekolah-sekolah. Kalau perlu, datangkan tim ahli, pemerintah siap mendanai,” ujar Maidi dalam acara penyambutan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Madiun ke-107 dilansir dari laman resmi Kota Madiun.

Sayangnya, semangat “Madiun Mendunia” itu bertabrakan dengan realita penangkapan Maidi dan 15 orang pegawainya yang terjaring OTT KPK. Bagi Immash, Erika, dan sebagian warga Kota Madiun, kasus Maidi semacam plot twist yang bikin mereka mengelus dada.

“Maidi ini image-nya baik, kerja bersih, dan nyata. Agak greget aja, sayang kalau hal itu memang benar terjadi,” kata Erika.

Warga yang sempat puas dengan kinerjanya kini harus dilanda kekhawatiran. Kasus ini juga jadi pengingat bahwa kemajuan kota yang dipoles sedemikian rupa, tak akan pernah cukup untuk menutupi kebobrokan integritas para pejabatnya di balik layar. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Mengenal IKSPI Kera Sakti, Aliran Pencak Silat Kombinasi Kungfu dari Madiun atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2026 oleh

Tags: korupsikota pensiunmadiunMaidiOTT KPKPSCslow livingwali kota Madiun
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO
Esai

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO
Kabar

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Mengapa Kasus Korupsi Kepala Daerah Terus Berulang?

29 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO
Urban

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Korupsi makin parah, MUI dorong hukuman mati bagi koruptor MOJOK.CO
Kabar

Kasus Korupsi di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, pastikan jaga Lokananta Bloc sebagai kawasan ramah anak MOJOK.CO

Wali Kota Surakarta Pastikan Jaga Lokananta Bloc sebagai Kawasan Ramah Anak dan Ruang Kreatif Anak Muda

9 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Hyrox. MOJOK.CO

Panduan Selamat sebelum Menjajal Hyrox agar Nggak Celaka: Dari Latihan Angkat Beban sampai Tips Punya Asuransi Jiwa

9 Agustus 2026
belanja di MR DIY. MOJOK.CO

Celingak-celinguk di MR DIY sambil Dengarkan Jingle yang Candu, Rasanya Damai Sekalipun Tidak Beli Apa-apa

5 Agustus 2026
Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026
Mie Gacoan, desa. MOJOK.CO

Mie Gacoan Oleh-Oleh Wajib Saat Pulang Kampung: Tak Peduli Sudah Dingin dan Keras, Tetap Dinikmati demi Gengsi dan Validasi

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.