Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Mungkin Tuhan Menamparku, Cinta Perempuan itu Bukan Untukku

Redaksi oleh Redaksi
4 Juni 2023
A A
Mungkin Tuhan Menamparku, Cinta Perempuan itu Bukan Untukku. MOJOK.CO

Mungkin Tuhan Menamparku, Cinta Perempuan itu Bukan Untukku. MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Umur 22 menginjak 23 tahun bagiku adalah masa krusial bagi seseorang dalam menjalani hidup. Seseorang akan dibenturkan dengan bayang-bayang masa depan, antara karir dan jodoh. Perihal karir, lebih memilih untuk berfokus pada studi pendidikan agar segera tertuntaskan, menyusun rencana, membahagiakan orang tua, baru kemudian urusan cinta dan membahagiakan anak orang. Entah kapan membahagiakan diriku sendiri.

Tetapi bagiku, pengalaman mendapati sosok dia (yang aku sebut sebagai perempuan pemilik pantulan sinar rembulan) adalah kebahagiaan yang sungguh tak terkira. Walaupun akhirnya runtuh sebelum adanya tujuan jelas. Bagiku, definisi cinta adalah cinta itu sendiri. Tak mengenal definisi lain. Alasan mencinta adalah karena cinta itu sendiri. Tak ada alasan selain itu.

Lihatlah, seseorang ketika mencintai dengan alasan A, ketika objek yang ia cinta tak lagi mampu berbuat A atau juga tak lagi memiliki sebuah A, maka cinta itu akan sirna. Juga lihatlah, seseorang ketika terlampau berharap kepada objek yang ia cinta. Barang tentu, ia akan menuai kekecewaan yang teramat dalam. Sakiiiittttt…… Kecewa…

Mungkin Tuhan cemburu

Dan lihatlah pula, seseorang yang begitu merasa yakin akan kepemilikan objek yang dicintai. Apa nggak sadar, yang engkau cintai itu adalah milik Tuhanmu. Ada lagi, seseorang yang berani berdoa dan meminta kepada Tuhannya, untuk merayu agar diberikan jodoh hanya si A, tak mau selain si A. Padahal, belum tentu yang dia minta diridhoi Tuhannya. 

Ternyata orang itu adalah aku…

Mungkin Tuhan cemburu, lalu Tuhan menamparku dengan kenyataan seperti demikian. Perempuan pemilik pantulan sinar rembulan itu akhirnya perlahan mulai redup. Namun, cintaku seakan tetap menyala. Sebab tak tahu ingin memadamkan pakai alat macam apa, sedang alasan mencintai aku tak punya.

Semakin jelas, bahwa lebih baik mencintai dalam diam. Sebab dalam diam tak mengenal arti kehilangan. Kesadaranku pun mulai hidup. Mending cintaku aku berikan hanya kepada Tuhanku agar Tuhanku tak cemburu dan menamparku. Akan aku terima segala bentuk pemberian-Nya, asalkan Tuhanku meridhoi segala pemberian-Nya untukku. Ternyata jika kita saling menyadari, cinta Tuhan sungguh besar dibanding cinta yang diagung-agungkan sesama manusia.

Bukan perihal galau, tetapi semua ini adalah hikmah dari filosofi mencinta. Sesederhana ini: memperbaiki diri, merancang orientasi, memberangkatkan orang tua haji, mencintai Tuhan dengan sepenuh hati, baru kemudian aku pinang engkau menjadi istri. Aamiin…

Jika berhasil, sungguh ketenangan dan kebahagiaan akan Tuhan limpahkan kepada kita semua…”

Yoga Tamtama, Kec. Kebakkramat, Kab. Karanganyar, Prov. Jawa Tengah [email protected]

BACA JUGA Beauty Privilege Itu Benar-benar Nyata dan Mengerikan dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG.

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2023 oleh

Tags: cintaTuhanuneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ngopi Itu Nikmat, Tidak Perlu Diributkan | Semenjana Eps. 9
Video

Ngopi Itu Nikmat, Tidak Perlu Diributkan | Semenjana Eps. 9

25 Maret 2025
Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura MOJOK.CO
Uneg-uneg

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura

20 April 2024
Kelakuan Pengemudi Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar MOJOK.CO
Uneg-uneg

Kelakuan Pengguna Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar

13 Maret 2024
Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit MOJOK.CO
Uneg-uneg

Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit

10 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.