Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Penderita Buta Warna Parsial: Sebenarnya Kami Ini Normal atau Tidak?

Redaksi oleh Redaksi
28 Mei 2023
A A
buta warna mojok.co

Ilustrasi uneg-uneg (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Apakah buta warna bisa sembuh?” kira-kira itu yang pertama kali saya cari di google saat baru menyadari bahwa saya mengidap buta warna parsial, dan saya rasa ini relate dengan kebanyakan orang. Momen heart-breaking muncul saat tahu jawabannya, “buta warna bawaan lahir tidak bisa disembuhkan dan menetap seumur hidup”.

Sebagai penderita buta warna parsial, kami tumbuh seperti anak-anak pada umumnya yang suka es krim, permen, dan mainan warna-warni. Beberapa dari kami juga dapat menggambar dan melukis dengan kepekaan yang luar biasa terhadap nilai, tekstur, dan komposisi warna menurut perspektif kami sendiri tanpa menyadari warna yang kami lihat berbeda. Kami dengan tegas menjawab ingin menjadi dokter, tentara, polisi, arsitek, pilot, pelukis, dan lain-lain saat ditanya Bu Guru tanpa tahu bahwa dunia tidak mengizinkan kami untuk itu.

Saat memasuki sekolah menengah, kami masih belum menyadari bahwa kami berbeda. Warna-warna yang digunakan di sekolah masih warna dasar, tidak ada masalah dengan itu. Kami masih bisa mendapat nilai bagus dari pengamatan laboratorium, biologi, kimia, seni, bahkan prakarya.

Semua berubah

Namun, semua berubah ketika kami mau ke jenjang yang lebih tinggi. Banyak yang harus mengubur mimpi karena kondisi tidak berpihak pada kami. Kami harus menerima, karena menurut kami ego itu lebih mudah dilawan daripada regulasi. Kami pun akhirnya masuk ke universitas dengan jurusan yang memperbolehkan penderita buta warna. Namun, setelah kami lulus kuliah, masalah pun terjadi. Saya rasa masalah ini juga terjadi kepada teman-teman yang langsung masuk ke dunia kerja setelah lulus sekolah.

Dunia kerja sangat tidak ramah dengan kami, saya seringkali menemukan pekerjaan yang tidak banyak berhubungan dengan warna dan maupun tidak terlalu membutuhkan kemampuan membedakan warna mensyaratkan agar calon pekerjanya untuk tidak buta warna baik parsial maupun total. Beberapa BUMN, bank, perusahaan swasta, LPK bahkan Kejaksaan dengan tegas menolak kami. Kami sangat keberatan dengan ini. Kami bukan kriminal, kami tidak merugikan negara, kami tidak menyebarkan penyakit menular.

Beberapa mengkategorikan kami sebagai disabilitas, tetapi dalam formasi perekrutan pegawai khusus disabilitas tidak ada kami. Ditambah lagi, UU No. 8 Tahun 2016 masih abu-abu memayungi kami. Tolong hentikan penderita buta warna parsial di posisi abu-abu. Ketika di masyarakat kami dianggap manusia normal. Namun, ketika menyentuh ranah pendidikan dan pekerjaan, kami dianggap tidak normal. Terakhir, saya ingin menyampaikan satu hal, jika mayoritas orang melihat warna seperti kami, maka sesungguhnya kamilah yang normal.

Dio Wirabuana
Jln. Sempurna Dusun IV, Desa Baru Ps 8, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat
[email protected]

BACA JUGA Beauty Privilege Itu Benar-benar Nyata dan Mengerikan dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG.

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2023 oleh

Tags: buta warnauneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura MOJOK.CO
Uneg-uneg

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura

20 April 2024
Kelakuan Pengemudi Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar MOJOK.CO
Uneg-uneg

Kelakuan Pengguna Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar

13 Maret 2024
Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit MOJOK.CO
Uneg-uneg

Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit

10 Maret 2024
Jalur Pantura Semarang-Kudus Adalah Alasan Saya Merem Melek dan Misuh! MOJOK.CO
Uneg-uneg

Jalur Pantura Semarang-Kudus Adalah Alasan Saya Merem Melek dan Misuh!

9 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pekerja Jakarta, WFH, kerja sesuai hobi.MOJOK.CO

Kerja Sesuai Hobi Bikin Menderita: Kita Jadi Tak Lagi Punya Tempat Menenangkan Pikiran Saat Muak dengan Pekerjaan

18 Mei 2026
Melalui Seminar Literasi di Pesta Buku Jogja, IKAPI DIY dorong Yogyakarta jadi Ibu Kota Buku UNESCO karena punya ratusan penerbit MOJOK.CO

Jogja dan Produksi Pengetahuan Lewat Ratusan Penerbit Buku, Modal Jadi Ibu Kota Buku UNESCO

16 Mei 2026
Prabowo kasih guru honorer insentif saat HUT RI. MOJOK.CO

JPPI Kritik SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026, Sebut Pemerintah Lebih Peduli Karyawan SPPG daripada Guru Honorer

12 Mei 2026
omong kosong srawung di desa.MOJOK.CO

Omong Kosong Slogan “Srawung” di Desa: Cuma Jahat ke Warga Miskin, Kalau Kamu Tajir Tak Perlu Membaur buat Dihormati

18 Mei 2026
Sulap lahan kosong jadi kebun kosong untuk ketahanan pangan mandiri. MOJOK.CO

Ironi Lihat Balita Gizi Buruk di Bogor hingga Oknum Nakes yang Promosikan Sufor, Alumnus UNJ Ini Buka Kebun Sayur di Lahan Mangkrak 

16 Mei 2026
Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja MOJOK.CO

Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja

17 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.