Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Chat Aneh Mahasiswa ke Dosen Muda, Tolong Jangan Dibiasakan

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
30 Mei 2026
A A
Kebiasaan Buruk Mahasiswa Saat Menghubungi Dosen, Tolong Jangan Dilakukan Mojok.co

Kebiasaan Buruk Mahasiswa Saat Menghubungi Dosen, Tolong Jangan Dilakukan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai dosen muda yang belum genap berusia 30 tahun, ada saja hal-hal aneh yang terjadi. Btw, saya mengajar sejak 2022, sejak usia belum genap 26 tahun. Masih cukup muda. Bahkan, seringkali mahasiswa saya lebih tua ketimbang saya. Alhasil, saya memang sering dianggap mahasiswa, khususnya ketika awal-awal menjadi dosen.

Tentu tiap-tiap profesi ada hal-hal menyebalkan yang terjadi, nggak mungkin hanya senang-senang saja kemudian gajian. Begitu pula dengan dosen. Pasti ada saja hal yang menyebalkan, bahkan terasa aneh. Salah satunya ketika mendapat chat dari mahasiswa.

Saya paham kadang bukan karena melakukan dengan sadar. Tapi, karena ketidaktahuan. Namun, meski begitu tetap saja saya sering tertawa dan membatin, “Kok bisa sih?” Maksud saya, apa nggak dibaca berapa kali dulu sebelum mengirimkan?

Baca juga FISIP Kehilangan “Taring” karena Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik.

Menyuruh dosen menyesuaikan waktu dengan mahasiswa

Sebagai dosen muda yang jarak rumah dan kampus hanya sekitar 3 menit naik motor, saya paling sering mengalami ini. Tiba-tiba saja ada pesan masuk, “Pak, dosen di jam pertama kosong, bisa masuk sekarang?” 

Saya sering membatin, kok bisa ya kirim pesan yang gegabah kayak gitu? Maksud saya kok bisa jadi kebalik. Bukannya mahasiswa yang menyesuaikan jadwal dosen? Pun tujuan dibuatkan jadwal kuliah itu ya agar bisa menyesuaikan dengan jadwal yang lainnya. Bukan ujuk-ujuk diubah karena mahasiswa pengin cepet pulang.

Btw, ini bukan soal minta diistimewakan. Ini soal siakp. Kesannya seolah-olah dosen yang harus segera merapat begitu dipanggil. Padahal, kami juga punya kegiatan lain, dan agak susah untuk tiba-tiba disuruh-suruh mengganti jadwal. Yah, membayar UKT bukan berarti semua hal bisa serba sesuai keinginan.

Soal nilai dan permintaan yang aneh-aneh

Saya kira ini hal yang sering dialami dosen. Dan, kami seringkali kebingungan menjawab. Iya, ketika ada mahasiswa yang menanyakan, “Kok nilai saya segini?” 

Baca Juga:

6 Alasan Saya Nggak Puas Kuliah di Fakultas Ekonomi UIN Saizu Purwokerto yang Dijuluki Fakultas Mahal

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

Bukan gimana-gimana, maksud saya kok PD banget mempertanyakan. Padahal dalam sistem penilaian, sangat mungkin seseorang memang berada di angka tersebut.

Tidak semua orang otomatis dapat A hanya karena merasa sudah berusaha. Atau, biasanya dapat A. Sebab, mata kuliahnya berbeda. Pun kondisinya juga beda. Karena itu sangat mungkin itu terjadi. Karena itu jangan heran kalau kami selalu butuh waktu membalasnya untuk sekadar memilih dan memilah diksi yang pas, agar tidak dianggap killer atau bahkan “gila hormat”.

Baca juga Pernah Benci Dosen yang Slow Respon Balas WhatsApp, Kini Saya Mengerti.

Fenomena chat dosen berjamaah

Masalah lain yang jarang disadari mahasiswa adalah chat berjamaah. Satu kelas bisa mengirim pertanyaan yang sama, bahkan hampir di waktu yang sama pula. Padahal sebenarnya cukup satu perwakilan. Kadang hal ini terjadi karena perwakilan kelas tidak dibalas, kemudian anak lain mencoba untuk mengirim pesan susulan, mungkin niatnya follow up agar segera dibalas.

Dan, ketika dosen membuka WhatsApp dan melihat notifikasi beruntun dengan isi serupa, yang muncul adalah kejengkelan. Kok bisa spam pesan? Kok bisa diharapkan membalas satu-satu dari bawah? Jan, ramashok. 

Perlu diingat juga, dosen itu bukan hanya mengampu satu kelas. Selain itu, seringkali juga tidak hanya fokus mengajar, melainkan ada kegiatan akademik lainnya, jadi akan sangat tidak pas jika kalian menambah jumlah notifikasi dengan spam pertanyaan yang isinya serupa.

Online bukan berarti siap membalas

Saya kira fenomena dosen online tapi nggak balas pesan, sepertinya sudah menjadi pembahasan lintas mahasiswa. Baik yang baru menjalaninya maupun yang sudah lulus sekian purnama lalu. Iya, pembahasan ini seakan tetap abadi, diwariskan turun-temurun. Dan, menjadi keresahan bersama.

Ketika masih menjadi mahasiswa, saya juga pernah mengalaminya. Ketika sedang membutuhkan bimbingan atau tanda tangan, saya merasa akan segera dibalas karena belinya online. Namun, setelah menunggu dari lima menit sampai lima jam, harapan itu luntur. Dan, kami hanya bisa maido untuk menghibur diri.

Btw, ketika menjadi dosen, saya mulai paham alasan kenapa beliau melakukannya. Dan, ternyata tidak ada Mens Rea atau niat jahat. 

Iya, saya kira satu hal yang saya kira sangat perlu diterima adalah status online bukan berarti sedang duduk santai menunggu chat mahasiswa. Bisa jadi sedang mengoreksi tugas, rapat daring, menyiapkan materi, atau membalas pesan yang lain.

Karena itu, kalau chat belum dibalas, tidak perlu langsung berasumsi macam-macam. Bersabar saja. Sebab, itu juga bagian dari etika komunikasi. Yah, semoga saja tulisan ini bisa dipahami dengan saksama dan lapang dada.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Pernah Benci Dosen yang Slow Respon Balas WhatsApp, Kini Saya Mengerti.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Mei 2026 oleh

Tags: cara chat dosenchat dosenDosendosen mudaMahasiswa
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

agribisnis menthek kafe tengah sawah KKN wabah corona pemandangan pagi sawah mojok

KKN, Walau Banyak Nggak Enaknya, Sisi Positifnya Juga Banyak

11 Mei 2020
MPKT, Mata Kuliah Paling Nggak Jelas dan Bikin Mahasiswa UI Mengelus Dada

MPKT Adalah Mata Kuliah Paling Nggak Jelas yang Bikin Mahasiswa UI Mengelus Dada

3 April 2024
3 Barang yang Wajib Ada Saat Wisuda agar Wisudawan Lebih Nyaman. Sederhana, tapi Sering Dilupakan Mojok.co

3 Barang yang Wajib Dibawa Wisudawan agar Wisuda Jadi Lebih Nyaman. Sederhana, tapi Sering Dilupakan

9 Mei 2024
Tabiat Dosen Gaib, di Kelas Tidak Pernah Ada, tapi Sogok Mahasiswa dengan Nilai A dosen muda

Menjadi Dosen Muda Tak Seindah Konten di TikTok!

11 September 2024
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan 

12 Januari 2026
penumpang

Ujian Jadi Penumpang Angkot

20 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat Mojok.co

Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat

17 Juni 2026
Deodoran Kahf, Deodoran Murah yang Tidak Jualan Klaim yang Mewah, tapi Kualitasnya Begitu Hebat dan Nggak Bau, Nggak kayak Merek yang Itu tuh

Deodoran Kahf, Deodoran Murah yang Tidak Jualan Klaim yang Mewah, tapi Kualitasnya Begitu Hebat dan Tidak Bau, Nggak kayak Merek yang Itu tuh

17 Juni 2026
Derita Punya Usaha Rumahan di Apartemen Kelas Menengah (Unsplash)

Pengalaman Pahit Buka Usaha Rumahan Kios Makanan di Apartemen Kelas Menengah Jaktim, Mulai dari Rekan Bisnis Berkonflik sampai Menu Jualan Selalu Ditiru Pesaing

18 Juni 2026
All New Honda Vario 125 eSP 2018: Motor Matik Kencang, Nyaman, dan Paling Enak Dipakai Harian motor honda blade 110 honda vario 160 supra x 125 vario street suzuki burgman

Vario Street Harus Diakui Lebih Jelek ketimbang Suzuki Burgman, Jika Bisa Beli Salah Satunya, Mending Beli Suzuki Burgman Saja  

14 Juni 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Sebelum KKN, Pahami bahwa Hal-Hal Menyebalkan dalam KKN yang Kebanyakan Datang dari Teman Satu Posko

14 Juni 2026
Vario 125: Kelihatan Lemah tapi Mampu Libas Jalur Pantura (Wikimedia Commons)

Pengalaman Saya Menguji Ketangguhan Vario 125 di Jalur Pantura, Sempat Ragu tapi Malah Bikin Ketagihan Touring

13 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.