Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Dini Hariyani oleh Dini Hariyani
26 Juli 2026
A A
Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu Mojok.co

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beasiswa salah satu “jalan ninja” mahasiswa untuk bisa bertahan di bangku kuliah. Biaya kuliah sekarang ini memang tidak murah. Tidak hanya UKT-nya, tapi juga biaya-biaya lain agar bisa menempuh studi dengan tenang. 

Bagi mereka yang kurang mampu, banyak beasiswa tersedia. Baik beasiswa yang digagas oleh negara, kampus, maupun instansi swasta. Mereka yang hendak mendaftar biasanya harus menyertakan sederet persyaratan yang menunjukkan dirinya berasal dari keluarga tidak mampu. Syarat-syarat yang tidak dimiliki oleh mahasiswa dari keluarga tanggung. 

ADVERTISEMENT

Itulah yang jadi problem. Mahasiswa tanggung tidak memenuhi syarat untuk tergolong kurang mampu, tapi kehidupan studi mereka cukup berat tanpa kehadiran beasiswa. Sementara, kebanyakan beasiswa ditujukan untuk mahasiswa kurang mampu. Dilema, itulah yang saya dan beberapa kawan alami. 

Mahasiswa tanggung berkumpul untuk berburu beasiswa

Saya dan beberapa teman sangat relate dengan dilema mahasiswa tanggung ini. Bahkan, kami secara tak sadar membentuk kelompok pengejar beasiswa apa saja. 

Sejak semester dua kami gencar mencari beasiswa, berbagi informasi, hingga menyiapkan berkas pendaftaran bersama. Akan tetapi ternyata usaha kami tak juga membuahkan hasil. Beasiswa untuk mahasiswa tanggung dari dalam kampus tak begitu banyak. Kalaupun ada, hanya beberapa saja seperti beasiswa prestasi yang kuotanya hanya seuprit. 

Sebenarnya IPK kami juga cukup lumayan, tapi lagi-lagi kami merasa seperti nanggung, selisih nol koma sekian dengan para mahasiswa yang akhirnya menerima beasiswa prestasi itu. Sementara, beasiswa dari luar kampus persaingannya jauh lebih sulit. 

Kondisinya jadi lebih miskin dari mahasiswa yang kurang mampu 

Tentu misi utama kami mendapatkan beasiswa adalah membantu meringankan beban orang tua. Walau tidak tergolong keluarga miskin, orang tua kami terkadang masih harus berhutang untuk membayar UKT atau memenuhi kebutuhan studi lainnya.  

Tak jarang ada beberapa teman mahasiswa yang meminta keringanan dari pihak kampus untuk menurunkan UKT saat orang tua mereka belum mampu membayar. Sayang, pihak kampus lebih sering menolak. Sepertinya kami masih dianggap sanggup, padahal kantong sudah kembang kempis. 

Baca Juga:

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak

Jujur saja sebagai mahasiswa tanggung yang tak kunjung menyabet beasiswa, kami jadi merasa lebih miskin daripada mahasiswa kurang mampu yang memperoleh beasiswa. 

Mereka seperti menang lotre, kaya mendadak dan dapat membeli kebutuhan yang mahasiswa lain butuhkan. Katakanlah laptop, ponsel, baju baru biar tidak pakai yang itu-itu saja. 

Tentu mereka tidak salah. Hanya saja situasinya jadi “lucu”. Beberapa orang terpenuhi kebutuhan studinya, sementara beberapa orang lain masih ngos-ngosan. Para mahasiswa tanggung jadi terlihat lebih perlu dikasihani. 

Walau begitu, kondisi serba tanggung ini memacu kami untuk lebih semangat belajar. Jangan sampai mendapatkan nilai jeblok karena itu sama halnya lulus lama. Ujung-ujungnya akan menambah biaya lagi.

Tidak memenuhi berbagai persyaratan keluarga kurang mampu bukan berarti para mahasiswa tanggung bisa hidup dan kuliah nyaman. Semoga semakin banyak pihak menyadari hal ini dan bisa menemukan solusi atau jalan keluar. Semoga semakin banyak mahasiswa lebih fokus menempuh pendidikan tanpa khawatir akan biaya. 

Penulis: Dini Hariyani
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Juli 2026 oleh

Tags: beasiswabeasiswa kurang mampuKampusKuliahMahasiswamahasiswa tanggung
Dini Hariyani

Dini Hariyani

ArtikelTerkait

MPKT, Mata Kuliah Paling Nggak Jelas dan Bikin Mahasiswa UI Mengelus Dada

MPKT Adalah Mata Kuliah Paling Nggak Jelas yang Bikin Mahasiswa UI Mengelus Dada

3 April 2024
5 Hal yang Tidak Orang Katakan Soal Beasiswa LPDP Mojok.co

5 Syarat “Terselubung” Beasiswa LPDP yang Jarang Orang-orang Bahas

10 Januari 2026
bendahara pelaksana

Menanggapi Tulisan Panitia yang Paling Capek itu Divisi Perlengkapan: Maaf Mas, Belum Pernah Tahu Rasanya Menjadi Bendahara Pelaksana, ya?

21 Agustus 2019
5 Tips Mudah Mendapatkan Beasiswa Bank Indonesia (Unsplash)

5 Tips Mudah Mendapatkan Beasiswa Bank Indonesia

2 Juni 2023
universitas lambung mangkurat unlam ulm ada di mana kalimantan selatan banjarmasin banjarbaru mojok.co

Perkenalkan Kampus Saya: Universitas Lambung Mangkurat yang Sering Dikira Ada di Lampung

5 April 2020
Rumah di Sleman, Kuliah di Sleman, Ngapain Kos?

Rumah di Sleman, Kuliah di Sleman, Ngapain Kos?

21 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa banyak daerah di jombang bernama mojo? (Wikimedia Commons)

Kenapa banyak daerah di jombang bernama mojo?

21 Juli 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

21 Juli 2026
Spanduk tempat makan terdekat bikin pakai AI itu malah norak (Wikimedia Commons)

Laper malah ilang begitu lihat tempat makan terdekat rumah saya bikin spanduk pake AI. Ada yang ngerasa gitu juga nggak?

24 Juli 2026
4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat Mojok.co

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

21 Juli 2026
Tempe mendol yang endul gusur bakso Malang dari hati saya (Wikimedia Commons)

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

26 Juli 2026
Sleman Tanpa UGM dan UNY Cuma Jadi Kabupaten Sunyi dan Mati

Sleman jadi besar dan hebat justru karena tidak punya “pusat kota”, kemajuan tersebar merata di segala penjurunya

26 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.