Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Tajuk

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

Redaksi oleh Redaksi
6 April 2026
A A
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Ilustrasi - Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Untuk apa kelas menengah ke bawah mempertahankan gengsi untuk standar dan tren media sosial?

Lebih jauh, struktur ekonomi Indonesia sendiri tidak sepenuhnya mendukung mobilitas naik kelas. Banyak pekerjaan baru bersifat informal dan berproduktivitas rendah. 

Pekerjaan tersebut memang cukup untuk bertahan hidup. Tetapi tidak cukup untuk meningkatkan kesejahteraan. Maka, perlu disadari bahwa dalam kondisi seperti ini, konsumsi tinggi—demi mengikuti standar atau tren media sosial—justru menjadi jebakan bagi diri sendiri.

Pada titik inilah kelas menengah harus mulai mawas diri. Di tengah ketidakpastian ekonomi, pilihan paling rasional bukanlah mempertahankan gengsi konsumsi, melainkan membangun ketahanan finansial. 

Yang harus dilakukan adalah efisiensi belanja/konsumsi dengan membedakan kebutuhan dan keinginan. Mengurangi konsumsi yang bersifat non-vital/non-esensial. 

Jika secara fungsi hp dengan harga Rp2 jutaan sudah cukup untuk menunjang mobilitas, kenapa harus cari hp di harga Rp5 jutaan ke atas? Kalau motor lama masih berfungsi dengan baik, ngapain harus beli motor baru dengan harga mahal hanya agar demi dipuji orang lain? Apalagi sampai utang bank. 

Tidak hanya itu, kelas menengah juga harus menaruh prioritas pada tabungan. Dengan mengatur pola konsumsi, rasa-rasanya bukan hal tidak mungkin untuk menabung. Seminimal-minimalnya punya dana darurat sebagai strategi bertahan dalam ketidakpastian, sebelum nanti bicara lebih jauh soal investasi dan potensi bisnis yang bisa dikembangkan. 

Orang kaya saja lebih pilih hindari belanja non-esensial

Lagipula, untuk apa kelas menengah memaksakan diri mengikuti gaya hidup ala orang kaya. Sementara orang kaya saja cenderung menghindari belanja non-esensial. 

Dalam laporan Yahoo Finance, ada beberapa kebiasaan kelas menengah bahkan miskin dengan kecenderungan mengikuti gaya hidup ala orang kaya tapi sebenarnya dihindari oleh orang kaya sendiri, antara lain: 

  1. Cicilan utang panjang: Menghindari menjeratkan diri pada utang untuk belanja non-esensial yang berujung pada jeratan cicilan. Karena jeratan cicilan akan memberi dampak ekonomi baru bagi seseorang: ketika uang yang dihasilkan justru harus dialihkan untuk membayar utang/cicilan. 
  2. Gadget terbaru: Tren gadget terbaru tidak ada habisnya. Maka, batasannya adalah pada aspek fungsi. Karena kalau mengikuti tren, maka pemasukan akan terbuang sia-sia. 
  3. Biaya pendidikan: Orang kaya cenderung berhitung matang untuk investasi pendidikan. Misalnya, kuliah tidak asal kuliah. Tapi benar-benar berhitung soal prospek kerja. Karena berkaca dari banyak kasus, gara-gara kuliah sekadar kuliah—cuma atas dasar gengsi nama besar PTN bahkan jurusan—akhirnya lulus tanpa kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. 
  4. Memaksakan diri membeli mobil mahal: Mojok beberapa kali menulis, bagaimana mobil mahal sudah menjadi standar sukses dalam lingkaran sosial tertentu. Alhasil, banyak orang—yang pemasukannya sebenarnya pas-pasan—-memaksakan diri untuk membelinya. Larinya tetap pada pilihan pertama: terjerat utang dengan cicilan panjang. Padahal, kalau tidak ada uang dan tidak butuh-butuh amat, kenapa harus memaksakan diri untuk membeli?

Redaksi Mojok.co

BACA JUGA: Jangan Minder Kalau Kamu Belum “Jadi Orang” di Usia 30-an, Itu Masuk Akal Secara Biologis dan Sosial atau konten-konten Mojok lainnya di Mojok.co

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 7 April 2026 oleh

Tags: gaya hidupKelas Menengahpilihan redaksistandar hidupstandar media sosialstandar sosialtuntutan gaya hidup
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur MOJOK.CO
Esai

Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur

15 Juni 2026
papua.MOJOK.CO
Jagat

Masyarakat Adat di Tengah Krisis Iklim: Hak-Hak Dijegal Birokrat, Hutan Dibabat demi Konglomerat

15 Juni 2026
Gaji 2 juta hasil kerja di Jogja habis buat ngasih makan naga (judi slot) karena ilusi jackpot MOJOK.CO
Urban

Gaji 2 Juta Jogja Selalu Lenyap buat Ngasih Makan Naga: Rela Kelaparan dan Susahkan Ortu-Teman demi Jackpot, Tapi Tak Mau Sadar

14 Juni 2026
Timnas Kongo dan Wajah Baru Kolonialisme di Sepak Bola Afrika.MOJOK.CO
Fragmen

Timnas Kongo dan Wajah Baru Kolonialisme di Sepak Bola Afrika

12 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tips Membuat Utang Tidak Lagi Menjadi Beban Kehidupan MOJOK.CO

Nggak Semua Utang Itu Buruk: Cara Mendeteksi Utang yang Baik dan Tidak Menjadi Beban

15 Juni 2026
Edi Dimyati, alumnus Unpad yang mendirikan perpustakaan di Jakarta Timur. MOJOK.CO

Sering Dikira Montir sampai Petugas Pertamina, Lulusan Unpad Ini Sebetulnya Punya Perpustakaan Gratis di Pinggiran Sungai Jakarta Timur

10 Juni 2026
Tingkatkan literasi dengan baca buku. MOJOK.CO

Cerita Sebuah Keluarga Membangun Kebiasaan Membaca Saat Orang Lain Berubah Menjadi “Phubbing”

11 Juni 2026
5 tips dapat tiket murah untuk liburan keluarga di Pantai Pandawa Bali MOJOK.CO

5 Tips Dapat Tiket Murah untuk Liburan Keluarga di Pantai Pandawa Bali

11 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) akan membenahi tata kelola pertambangan MBLB dari hulu ke hilir MOJOK.CO

Pembenahan Tata Kelola Tambang di Jateng Jadi Krusial karena Tambang Ilegal Biang Masalah Hukum, Lingkungan, dan Pendapatan

12 Juni 2026
Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus "Menyangkal", Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan.MOJOK.CO

Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus “Menyangkal”, Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan

10 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.