MOJOK.COSetelah kasus corona di Jakarta mengalami penurunan jumlah penambahan kasus corona, kini mulai muncul kota-kota lain yang berpotensi menjadi episentrum corona baru.

Jumlah pertambahan kasus positif yang sangat pesat dengan penyebaran yang sangat masif membuat Jakarta pada pertengahan Maret lalu dinyatakan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai episentrum penyebaran corona.

Saat itu, jumlah kasus positif corona di Jakarta mencapai 210 kasus. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat besar, mengingat saat itu jumlah keseluruhan kasus positif corona secara nasional berada di angka 309. Itu artinya, Jakarta menyumbang lebih dari dua per tiga jumlah kasus positif corona.

Sampai saat ini, Jakarta masih tetap menjadi daerah dengan jumlah kasus corona terbanyak di Indonesia. Kendati demikian, ada tren pergeseran episentrum corona ke provinsi-provinsi di luar Jakarta. Hal ini karena persentase penambahan pasien positif di Jakarta mengalami penurunan yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan daerah-daerah lain.

Hal tersebut diungkapkan oleh Lembaga Alvara Research Center yang baru-baru ini merilis analisa data mengenai wabah corona di Indonesia.

“Posisi episentrum pandemi kemungkinan besar mulai bergeser ke provinsi-provinsi di luar Jakarta, terutama provinsi-provinsi di Jawa,” terang Pendiri  Alvara Research Hasanuddin Ali. “Di Jakarta, proporsi pasien yang sembuh mulai seimbang dengan pasien yang meninggal.”

Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto pun mengamini hal tersebut. Menurut Yurianto, sekarang setidaknya ada tiga kota yang sangat berpotensi menjadi episentrum baru penyebaran virus corona. Tiga tersebut menurut Yurianto adalah Semarang, Surabaya, dan Makassar.

Baca juga:  Pelibatan TNI-Polri dalam Mengawal New Normal Justru Dianggap Sebagai Ketidaknormalan

Tiga kota ini, walau jumlah kasus coronanya masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan Jakarta, namun mengalami jumlah kenaikan yang cukup signifikan.

Semarang, misalnya. Per hari selasa, 28 April 2020, tercatat sudah ada 118 orang yang positif terinfeksi virus corona. Jumlah pasien yang meninggal sebanyak 30, sedangkan yang dinyatakan sembuh sebanyak 75 orang. Jumlah Orag Dalam pengawasan (ODP) sebanyak 3.048, sedangkan jumlah PDP mencapai 630.

Surabaya lebih mengerikan lagi. Jumlah kasus positif corona di sana pada periode yang sama mencapai 392 orang, dengan 75 orang di antaranya telah sembuh dan 53 meninggal dunia. Jumlah ODP mencapai 2.365 orang dan PDP sebanyak 1056.

Sedangkan di Makassar, jumlah kasus positif saat ini mencapai 336 kasus dengan 71 di antaranya dinyatakan telah sembuh dan 27 orang meninggal dunia. Jumlah ODP sebanyak 897, dan PDP sebanyak 350. Jumlah ini merupakan salah satu yang terbanyak untuk daerah di luar Jawa.

Bila tidak ditangani dengan tepat, bukan tak mungkin tiga kota ini bisa menjadi episentrum baru dengan jumlah pasien positif yang lebih banyak ketimbang Jakarta.

episentrum