fbpx

MOJOK.COPrabowo Subianto sapa wartawan saat HUT Partai Gerindra. Dengan senyum yang lebar Menhan ini sebut dirinya bersahabat dengan wartawan sekarang.

Prabowo Subianto punya sejarah hubungan yang kurang baik dengan beberapa awak media di Indonesia. Sejak Pilpres 2014 sampai Pilpres 2019, Prabowo kerap melontarkan luapan emosi kepada beberapa media.

Pada masa Pilpres 2014 misalnya, Prabowo sempat menghardik seorang jurnalis Jakarta Post yang melempar tanya.

Jakarta Post? Setahu saya itu sudah menjadi media partisan yang mendukung Jokowi-JK. Untuk Jakarta Post, saya tidak mau menjawab, terima kasih,” kata Prabowo Subianto saat itu.

Meski begitu, Prabowo sempat meminta maaf kepada si jurnalis. “Ini bukan salah kamu. Ini salah pemimpin Jakarta Post yang brengsek,” kata Prabowo sambil merangkul si jurnalis.

Ealah, baru tahu kalau minta maaf itu bisa sambil bilang “brengsek”, Pak.

Beberapa tahun kemudian, Prabowo kembali punya hubungan buruk dengan media. Terutama ketika satu tahun sebelum masa kampanye Pilpres 2019.

Dalam acara puncak hari disabilitas Internasional pada 5 Desember 2018, kembali Prabowo luapkan kekesalannya pada media massa.

“Saya katakan, hei media-media yang tidak mau mengatakan ada belasan juta orang atau minimal berapa juta orang di situ, kau sudah tidak berhak menyandang predikat jurnalis lagi. Kau boleh kau cetak, boleh kau ke sini dan ke sana, saya tidak mengakui anda sebagai jurnalis,” ujar Prabowo.

Baca juga:  Pidato Jokowi Soal Diajak Berantem Juga Berani, Gerindra Nilai Itu Anjuran Kekerasan

“Buktinya media hampir semua tidak mau meliput 11 juta lebih orang yang kumpul, belum pernah terjadi di dunia,” tambahnya berapi-api saat itu.

Tak berhenti di sana, satu tahun kemudian pada Hari Buruh 1 Mei 2019, Prabowo juga sempat melontarkan protes ke media.

You can fool all the people some of the time, and some of the people all the time, but you cannot fool all the people all the time,kata Prabowo.

Saat itu Prabowo mewanti-wanti agar jangan sampai berani media mempelintir perkataannya.

“Akan tercatat dalam sejarah hai media-media kau ikut merusak demokrasi di Indonesia,” tambahnya saat itu.

Namun semua itu berubah sejak rekonsiliasi terjadi antara pihak Prabowo Subianto dengan pihak Joko Widodo pada Juli 2019. Sikap Prabowo terhadap wartawan dan awak media juga berubah 180 derajat.

Setidaknya hal ini muncul ketika Prabowo menyapa wartawan dalam acara HUT Partai Geridra ke-12 di Kantor DPP Gerindra pada 6 Februari 2020. Kebetulan, saat sedang melintas Prabowo melihat ada banyak wartawan yang datang.

Untuk sejenak, Prabowo menyapa para wartawan.

“Ada wartawan ya? Friend kita sekarang ya? Friend,” kata Prabowo yang langsung bikin orang di sekitarnya tertawa.

Persahabatan memang bagai kepompong ya, Pak. Mengubah ulat menjadi kupu-kupu.

Sayangnya masih ada pendukung Bapak dengan pendukung Pakde yang masih belum friend sampai sekarang. Enaknya mereka diapain ya, Pak? (DAF)

Baca juga:  Teori Konspirasi di Balik Serangan Kubu Prabowo ke Kubu Jokowi

Dulu Sering Marah dengan Wartawan, Prabowo Subianto Sekarang Ngaku ‘Friend’

BACA JUGA Surat Terbuka Kepada Pemilih Prabowo Sedunia atau tulisan rubrik KILAS lainnya.



Tirto.ID
Loading...

No more articles