Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Tak Perlu Percaya-Percaya Amat Pada Sabun Kewanitaan

Redaksi oleh Redaksi
25 Desember 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Untuk membersihkan vagina, penggunaan sabun kewanitaan menjadi pilihan utama. Eh tapi, memangnya aman?

Ada beberapa produk kewanitaan yang umum dipilih perempuan untuk digunakan di area vagina. Menjadi nomor satu adalah produk sabun kewanitaan, termasuk pula pembersih dan pewangi yang berupa douche, tisu basah, hingga bedak.

Iklan

Meski produk lain seperti tampon dan pantyliners juga masuk ke dalam list, penggunaan tinggi sabun kewanitaan ini patut disoroti: benarkah ia aman dipakai di area vagina tanpa menimbulkan masalah?

Seorang mahasiswi, sebut saja namanya Yanti, pernah menggunakan sabun sirih yang ia beli dari seorang kawannya yang menjadi reseller. Berharap sabun ini akan membantunya mendapatkan vagina yang bersih dan wangi, ia justru harus menerima rasa terbakar keesokan harinya hingga tak mampu berjalan beberapa saat.

Usut punya usut, zat-zat yang terkandung dalam sabun kewanitaan ini sendiri berpengaruh besar terhadap keadaan vagina kita, termasuk mikroorganisme yang ngekos ada di sana. Zat-zat inilah yang konon bisa mengakibatkan perubahan suhu, pH, dan mikroflora pada kulit vagina dan kulit vulva. Naah, ketidakseimbangan mikroflora inilah yang akhirnya justru menyebabkan vulvovaginitis dan infeksi dengan adanya kolonialisasi mikroorganisme tak normal pada vagina.

Itu baru teorinya. Praktiknya sendiri telah dilaksanakan dalam studi berjudul Effects of Feminine Wash (Soap) on Some Pathogenic Bacteria Causing Urinary Tract Infections (UTIS) bersama dengan 200 perempuan yang mengalami infeksi vagina. Studi yang yang berlangsung di Ahmadu Bello University ini menemukan fakta bahwa 133 pasien di antara 200 orang tadi ternyata menghasilkan pertumbuhan bakteri yang signifikan setelah menggunakan sabun kewanitaan sebagai produk pembersih vagina.

[!!!!!!!!11!!!1!!!!]

Penggunaan sabun kewanitaan, pada titik tertentu, memang meresahkan. Meski menjanjikan hasil vagina yang bersih dan wangi, nyatanya pemakainya berisiko tiga kali lebih tinggi akan mengalami kondisi kesehatan yang justru kurang baik. Sebagaimana dilansir dari Tirto.id, secara umum, risiko-risiko penggunaan sabun kewanitaan adalah: gatal (74,5%), terbakar (50,2%), kemerahan (34,9%), iritasi (21,3%), pembengkakan (17,9%), dan luka (10,7%).

Ya, ya, ya, dear Perempuan Indonesia, ternyata menggunakan sabun kewanitaan tidak aman-aman banget. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin pun akan tidak menganjurkan sabun semacam ini karena pembersihan vagina ternyata cukup mengggunakan air bersih.

Loh, kok gitu, ya? Terus gimana, dong, cara bersihinnya? Bukannya nanti vagina kita malah bakal bau dan kotor?

Angka pH vagina mencapai 4,5, sementara sabun kewanitaan memiliki pH basa di atas 7. Ketidakseimbangan ini ditengarai bakal mengacaukan keadaan pH sehingga menjadi penyebab utama adanya jamur dan munculnya keputihan. Maka, air bersih sesungguhnya sudah cukup menjadi pembersih vagina paling baik di hatimu di dunia ini.

Tapi, ingat: cara membersihkannya pun dengan arah pembersihan ke dalam. Artinya, toilet-toilet yang menyediakan WC dengan penyiram air dari belakang sesungguhnya kurang tepat digunakan karena justru akan mendorong kotoran dari anus ke vagina. Sebaliknya, semprotan depan memang sudah cukup baik untuk perempuan-perempuan kayak kita, gini~

Lagi pula nih, ya, dear calon ibu-ibu, vagina bisa kok membersihkan dirinya sendiri. Ia akan secara alami menghasilkan lendir yang bisa membersihkan darah, air mani, hingga keputihan. Kalau pun kamu terganggu dengan bau yang dihasilkan vagina, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter. Namun ingat: vagina yang sehat pasti memiliki bau yang terus berubah sepanjang hari.

Lantas, bolehkah kita menyiasati keputihan ini dengan penggunaan pantyliners?

Iklan

Penggunaan pantyliners dalam hal ini ternyata diperbolehkan, meski dengan kondisi penggunanya harus mengganti setiap selesai buang air, baik besar maupun kecil. Pemilihan pantyliners juga harus diperhatikan, yaitu menghindari bahan-bahan plastik.

Hadeeeh, jangankan bahan plastik untuk pantyliners, tas plastik buat belanja aja sekarang sudah dianjurkan diganti, kok, demi lingkungan~

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: Kesehatan Wanitapantylinerspembersih vaginasabun kewanitaansabun sirih
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Penjaskes

Meski Bisa Atasi Bau dan Basah Area Kewanitaan, Pantyliners Juga Bisa Membahayakan

2 Januari 2019
Penjaskes

Akal Bulus Minyak Bulus Pembesar Payudara

18 Desember 2018
Atasi Nyeri Haid dengan 5 Langkah Mudah Ini
Pojokan

Atasi Nyeri Haid dengan 5 Langkah Mudah Ini

5 Oktober 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi dan Latih 500 Mitra Driver Lewat Program Sadar Wisata Bersama Pemkot Jogja MOJOK.CO

Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi dan Latih 500 Mitra Driver Lewat Program Sadar Wisata Bersama Pemkot Jogja

24 Juni 2026
UGM.MOJOK.CO

Berhasil Kuliah Gratis di Jurusan Mahal UGM Berkat Kebiasaan Belajar Pukul 3 Pagi dan Hobi “Nongkrong” di Perpus Hingga Malam Hari

24 Juni 2026
Peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah MOJOK.CO

MTQ Nasional XXXI Jateng: Warna Baru Festival Al-Qur’an Terbesar dan Adem Ayem di Semarang

25 Juni 2026
Tips Memulai Usaha Coffee Shop yang Tahan Disiksa Negara MOJOK.CO

Tips Memulai Usaha dari Mantan Lulusan CPNS yang Memilih Menyiksa Diri Menjadi Pengusaha Coffee Shop

21 Juni 2026
Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
Ragam karya dan pertunjukan dalam Ars Longa: Generatio sebagai pembuka Trilogi Seni ARTJOG MOJOK.CO

Ragam Karya dan Pertunjukan dalam “Ars Longa: Generatio” sebagai Pembuka Trilogi Seni ARTJOG

24 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.