• 4
    Shares

MOJOK.CO Meski wajar terjadi, ternyata jenis keputihan tidak normal bisa sangat mengganggu kenyamanan kita. Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya?

Dilan bilang kepada Milea dalam sebuah adegan di film Dilanku 1990 bahwa rindu itu berat. Nyatanya, masih ada satu lagi yang berat di dunia ini: menjadi perempuan.

Kalau dalam level ibu-ibu ada perdebatan soal perempuan yang bekerja dan perempuan yang menjadi ibu rumah tangga secara full, perempuan-perempuan muda sudah lebih dulu bertarung dengan keadaan. Bukan cuma perkara gebetan yang nggak membalas chat atau nilai Fisik yang turun drastis, permasalahan perempuan juga mencakup kesehatan reproduksi, seperti jadwal menstruasi yang tidak teratur dan sebuah permasalahan paling awet dari dulu: keputihan.

[!!!!!!!!!!!!11!!11!!!]

Ya, ya, ya, halo perempuan di seluruh Indonesia, we feel you. Keputihan itu sering sekali melanda, bahkan di waktu-waktu tidak terduga, dan wajar sekali jika kita merasa terganggu dengan kondisi ini.

FYI aja, keputihan di sini bukanlah kondisi seorang perempuan mengenakan bedak terlalu tebal di wajah sampai dikomentarin, “Ih bedaknya ketebelan. Mukamu keputihan.” Sebaliknya, keputihan adalah kondisi yang tidak bisa dilihat sembarangan oleh semua orang karena terjadi di daerah pribadi perempuan.

Lebih spesifik, keputihan merupakan kondisi keluarnya cairan dan sel dari vagina. Fenomena ini umumnya dipengaruhi oleh siklus menstruasi. Nah pertanyaannya, normalkah keputihan pada perempuan ini? Kalau ya, manfaatnya apa, sih, sampai-sampai harus keluar???

Ladies sekalian, pahamilah baik-baik bahwa semua hal di dunia ini diciptakan dengan tujuan dan maksud tertentu, begitu pula dengan keputihan yang menyebalkan ini. Malah, keputihan menjadi cara alami tubuh untuk membersihkan vagina agar bisa tetap sehat. Selain itu, keputihan juga melindungi vagina dari infeksi dan iritasi sehingga—bisa kita simpulkan—keputihan itu normal terjadi.

Baca juga:  Kitab Kuning dan Alasan Kenapa Kita Seharusnya Tak Jadi Umat yang Kagetan

Tapi…

normalkah keputihan yang terjadi padamu?

Keputihan terjadi dengan wujud berbeda-beda untuk setiap perempuan. Namun begitu, keputihan yang normal dipercaya berwarna jernih transparan dan tidak berbau. Beberapa perempuan menyebut keputihan normalnya lebih cair atau bahkan lebih kental.

Nah, karena ada keputihan yang disebut normal, tentu ada keputihan yang tidak normal. Yah, sepeti hitam dan putih. Baik dan buruk. Lucu dan tidak lucu. Manis dan pedas. Sule dan Andre. Kamu dan mantanmu.

Keputihan tidak normal ini memiliki berbagai macam penyebab, termasuk infeksi bakteri dan jamur vagina, hingga adanya penyakit menular seksual. Dari wujudnya, ia pun berbeda dengan jenis keputihan normal karena mereka…

…yah, tidak normal.

Adapun keputihan tidak normal yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. lebih kental, bisa menggumpal atau berbusa

2. warna cairan kekuningan, kehijauan, atau abu-abu

3. keluar dengan darah

4. lebih lengket dan menempel pada pakaian dalam

5. berbau menyengat

Nggak usah berkerut-kerut jijik gitu bacanya, Sis—ini keputihan tidak normal yang bisa saja menyerang kita semua. Biasanya, kalau tanda-tanda keputihan tidak normal ini muncul disertai dengan gatalnya cewek penggoda vagina, mending situ langsung berangkat ke dokter sekarang juga.

Tapi, kenapa kita bisa keputihan, ya? Apa pula yang bisa kita lakukan untuk menngatasi keputihan?

Seperti yang telah disebutkan di atas, keputihan bisa saja terjadi karena infeksi bakteri. Hal ini umumnya muncul karena adanya ketidakseimbangan pertumbuhan bakteri di vagina. Keputihan yang biasanya muncul berwarna abu-abu atau putih, tidak kental, tapi berbau amis dan diikuti dengan gatalnya vagina.

Baca juga:  Lagi Banyak-banyaknya, tapi Malah Iritasi karena Pembalut: Gimana, dong?

Selain bakteri, jamur juga bisa menjadi sumber masalah. Akibat jamur, vagina akan terasa gatal hingga kemerahan dan bengkak. Alhasil, keputihan tidak normal yang muncul adalah berwarna putih dan lebih kental. Pada kondisi adanya parasit akibat penyakit menular seksual bahkan bisa lebih parah: keputihan berwarna kekuningan atau hijau, berbau amis, banyak, dan kadang berbisa. Vagina akan terasa lebih gatal dan memerah. Duh!

Untuk menghindari keadaan ini berlanjut terus-menerus, ada baiknya mulai hari ini kita mengikuti aturan main Kurangi Keputihan berikut ini:

1. ganti celana dalam secara teratur agar vagina tetap kering,

2. pastikan bahan celana dalammu adalah katun agar dapat menyerap emosi keringat,

3. nggak perlu repot-repot koleksi sabun pembersih area kewanitaan yang wangi-wangi karena justru akan mengacaukan hatimu keseimbangan pH di vagina,

4. basuh vagina dari depan ke belakang agar tak ada bakteri yang masuk,

5. keringkan vagina dengan tisu atau handuk—tanpa digosok keras-keras!

6. konsumsi yogurt untuk menekan risiko terserang jamur,

7. konsultasikan dengan dokter jika diperlukan. Nggak usah malu~

Nah, sista-sistaqu, tak perlu takut dan panik kalau menemukan gejala-gejala di atas terjadi padamu, ya. Lakukan langkah-langkah solusi yang ditawarkan dan kunjungi dokter segera jika keputihan tidak normal masih terjadi. Ingat, keputihan tidak normal yang diobati itu jauh lebih baik dibanding hubungan asmara yang tidak normal tapi dipaksakan bertahan. Ya, kan?

  • 4
    Shares


Loading...



No more articles