Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Karakter Ibu-Ibu yang ‘Ibu-Ibu Banget’

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
23 Desember 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dari hasil investigasi, kami berhasil mengumpulkan data mengenai karakter ibu-ibu yang nyatanya memang penuh dengan ‘keajaiban’.

Peringatan Hari Ibu memang sudah berlangsung tanggal 22 Desember kemarin. Namun, sebagaimana kasih ibu yang berjalan sepanjang masa, mengenang kebaikan ibu memang tak akan putus-putus. Mau kita lagi di rumah atau di kota perantauan, sosok ibu selalu terkenang dengan segala ‘keajaiban’ yang dimilikinya.

Iklan

Eh, keajaiban???

Ya, Saudara-saudara, Mojok Institute diam-diam telah mengerahkan beberapa pemuda dan pemudi terpilih di beberapa desa dan kota untuk mengamati gerak-gerik dan karakter ibu-ibu yang mereka miliki. Dari hasil investigasi ala-ala ini, kami berhasil mengumpulkan data mengenai karakter ibu-ibu yang nyatanya memang penuh dengan ‘keajaiban’. Hal-hal ini teringat jelas di kepala kita begitu kalimat-kalimat andalan ibu bergema di kepala:

1. “Pantesan sakit, hapean terus, sih!”

Ada banyak kasus kita tiba-tiba merasa pusing atau mual, kadang-kadang sampai membuat kita enggan bangkit dari kasur. Saat bertanya-tanya soal penyebab sakit mendadak ini, ibulah yang tiba-tiba datang dan memberi penjelasan soal alasan paling memungkinkan (bagi dirinya) terjadinya sakit pada anaknya ini.

“Ibu tahu,” kata ibu kita (hah, kita???), memulai analisis, “ini semua gara-gara kamu main hape terus, tahu!!!”

Padahal…

…apa hubungannya, Bu Maimunaaaahh???!!!

2. “Tupperware-nya jangan hilang!”

Obsesi yang dimiliki para ibu terhadap Tupperware sudah menjadi rahasia umum di Indonesia. Sedikit saja ada katalog Tupperware, ibu-ibu ini akan langsung bergairah dan mengingat-ingat termos minum dan kotak makan seperti apa yang belum mereka miliki. Pokoknya, harus up-to-date~

Meski Tupperware mampu memenuhi kebutuhan sebagai tempat bekal makan suami dan anak-anak, jangan harap kamu bakal lolos dari cemberutnya ibu saat Tupperware kesayangannya kamu tinggal tanpa sengaja di kelas. Jangankan ketinggalan—tutup Tupperware yang nggak matching dipakai alias salah warna pun mampu menggundahgulanakan hati ibunda!

3. “Nyarinya pakai mata, jangan pakai mulut!”

Karakter ibu-ibu yang konon menjadi andalan semua orang adalah kemampuannya kembali ke masa lalu saat ada laporan barang hilang di rumah. Ehm, okay, tidak secara literal kembali ke masa lalu, tapi jelas ibu-ibu memiliki kemampuan spesial dalam mencari jejak benda-benda yang hilang, seolah-olah ia mengambil barang itu dari masa lalu, tepat sebelum barangnya menghilang.

Di sinilah peran ibu yang paling besar terasa. Di mana saja ada barang hilang, ibulah yang pertama kali dihubungi, bahkan jika kejadiannya ratusan kilometer dari rumah. Sayangnya, setiap kali kita ingin mengucapkan terima kasih dengan romantis, ibu biasanya hanya akan berkata singkat,

“Kalau nyarinya pakai mulut, ya, nggak ketemu!”

:(((

4. “Ah, kemarin harganya nggak segini, kok!”

Pintar akting dan penuh siasat—dua hal ini agaknya bisa kita sematkan dalam karakter ibu-ibu, khususnya saat sedang berbelanja. Demi mendapat harga yang lebih murah, begini kira-kira yang akan ibu-ibu lakukan: 1) bertanya harga dari penjual; 2) jika harga dirasa terlalu mahal, ibu-ibu akan tampak terkejut dan berkata, “Loh, kemarin ke sini harganya nggak segitu, kok!”; 3) mulai menawar sambil sedikit menunjukkan raut muka kecewa dan cemberut; 4) tawar terus; 5) tawar lagi; 6) kalau berhasil, ibu-ibu akan mendapatkan barang yang mereka inginkan dengan harga impian; 7) jika tidak berhasil, pasanglah muka kecewa dalam-dalam, lalu pergi dari tempat penjualnya, niscaya si penjual akan berkata, “Ya udah, Bu, boleh-boleh, dah, boleeehhh,, kurangin 10 seribu rupiah!”

Berhasiiiiiil~

5. “Cepet bangun, udah jam 7!”

Alarm yang dipasang berulang kali tak akan pernah cukup ampuh kalau dibandingkan dengan cara ibu membangunkan kita, anak-anaknya. Khususnya di pagi hari, ibu umumnya bakal mengetuk pintu kamar kita keras-keras, menggoyangkan badan kita yang masih seperempat sadar, lalu menegur dengan merdu,

“Bangun! Udah jam 7, nih!”

Iklan

Sontak, kita pun gelagapan dan buru-buru bangun karena takut terlambat, tapi langsung mangkel sendiri melihat jam dinding masih menunjukkan pukul 6 pagi. Hadeeeeh, Bu!

Tapi, yaaaah, ibu selalu bisa bikin kangen dengan caranya sendiri, kan?

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: barang hilangcara menawar hargaEmak-emakkarakter ibu-ibutupperware hilang
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

emak-emak, jogja memanggil.MOJOK.CO

Aksi Jogja Memanggil: Saat Emak-Emak Sudah Turun ke Jalan, Tandanya Negara Sedang Tak Baik-baik Saja

20 Februari 2025
Cerita Emak-Emak Joki Game Online AQW, 24 Jam menatap Komputer Demi Menghidupi 2 Anak Seorang Diri.MOJOK.CO

Cerita Emak-Emak Joki Game Online AQW, 24 Jam menatap Komputer Demi Menghidupi 2 Anak Seorang Diri

13 Agustus 2024
Uneg-uneg dari Emak-emak tentang Wisuda TK, SD, dan SMA. MOJOK.CO

Uneg-uneg dari Emak-emak tentang Wisuda TK, SD, dan SMA

28 Juni 2023
Perasan Ketar-ketir: Sebuah Uneg-uneg dari Emak-emak yang Baru Punya Anak MOJOK.CO

Perasaan Ketar-ketir: Sebuah Uneg-uneg dari Emak-emak yang Baru Punya Anak

19 Februari 2023
Profil Sekolah yang Dituduh Zalim karena Nggak Kasih Diskon SPP MOJOK.CO

Profil Sekolah yang Dituduh Zalim karena Nggak Kasih Diskon SPP

1 Desember 2021
ilustrasi Normalize Menegur Emak-emak Rese Tanpa Tuduhan Anak Durhaka mojok.co

Normalize Menegur Emak-emak Rese Tanpa Tuduhan Anak Durhaka

19 Mei 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Magang pemerintah, rencana mendirikan Universitas Republik Indonesia (URI) dinilai belum bisa jadi solusi fenomena pengangguran dari lulusan perguruan tinggi (sarjana). Apalagi selama ini kuliah cuma dibekali teori MOJOK.CO

Magang Pemerintah Belum Jadi Solusi Pengangguran dari Lulusan Perguruan Tinggi, Apalagi Kuliah cuma Dibekali Teori

18 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia MOJOK.CO

Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia tapi justru karena itu saya sayang banget sama motor ini

18 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.