Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Uneg-uneg

Perasaan Ketar-ketir: Sebuah Uneg-uneg dari Emak-emak yang Baru Punya Anak

Redaksi oleh Redaksi
19 Februari 2023
A A
Perasan Ketar-ketir: Sebuah Uneg-uneg dari Emak-emak yang Baru Punya Anak MOJOK.CO

Ilustrasi Perasan Ketar-ketir: Sebuah Uneg-uneg dari Emak-emak yang Baru Punya Anak. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pada akhirnya, aku bisa meluangkan waktu untuk menulis endapan pikiran emak-emak yang baru saja punya anak dan hari ini dia genap usia 4 bulan. Selamat ulang bulan anakku. Terimakasih tidur pulasmu malam ini menjadi perizinanmu untukku menulis pengamatan tentangmu. 

Sebagai ibu yang baru punya anak, pasti nggak cuma aku aja yang ngalamin perasaan ketar-ketir dan mudah khawatir. Tapi satu hal yang kuyakini jika semestinya aku sungguh-sungguh belajar mengamati dan mempelajari anakku boleh jadi Allah sendiri yang menerbitkan surat izin praktek bidan atas anakku sendiri. Amin, aminin Ya Rabb..

Iklan

Bulan ke-0. Hari demi hari kuresapi kedatangannya, ada beberapa kemampuan dasar pada bayi antara lain ialah menguap, bersin, batuk, menyusu, dan belum bisa merespon lelucon, tetapi sesekali tersenyum entah apa penyebabnya. Masa-masa ini sepertinya bagi dia adalah masa transisi antara dunia dalam rahim dan dunia nyata. 

Beberapa hal yang dia lakukan seperti tidur dengan kaki tersilang dan kedua tangan bertelungkup di depan kepala atau sampingnya merupakan kebiasaannya selama dalam kandungan. Kenyamanan lain yang ia dapatkan ialah kehangatan oleh ruang yang terbatas sehingga anak akan tidur pulas ketika dibedong untuk usia ini. 

Waw di usia segini aku masih bisa mengurus diri karena kebanyakan aktivitasnya memang tidur, kalau dia bangun dari tidurnya itu pertanda dia sedang istirahat dari aktivitasnya.

Bulan pertama dan kedua

Langsung bulan 1-2 dulu yaa, keburu kemalaman aku menulisnya. Anakku adalah alasan bukan sembarang alasan untukku setiap hari bersyukur sebagai emak-emak. Sebab dia, aku tidak akan pernah tuntas untuk belajar jika hanya sebatas membaca buku parenting saja. 

Di bulan ini yang kutunggu-tunggu ialah kemunculan suaranya. Maksudku yang pasti bukan suara tangisannya ya, karena aku ingin sekali segera bercakap-cakap dua arah dengannya. 

Suara itu ada, tapi sangat lirih, dan jarang sekali. Aku cuma bertiga dalam satu rumah kontrakan, di usianya yang ini cukup membuatku dan suami kewalahan. Jam tidur anakku sangat berantakan, kalau tidak tengah malam ya azan subuh baru mulai tidur dengan pulas. 

Kondisi rumah seisinya jadi sakit. Segala cara untuk mengatur jam tidurnya belum juga berhasil membuatnya belajar tidur normal. Oke, akhirnya aku mengalah. Akulah yang perlu belajar, mengertinya, dan memakluminya sehingga kuikuti saja apa maunya.

Bulan ketiga

Bulan ketiga aku menjadi ibu muda alias emak-emak. Aku sementara pulang dulu ke rumah ibuku karena suami sedang ada tugas kerja di luar kota. Keluarga di rumah kaget dengan anakku yang kebiasaannya tidur tengah malam. 

Pada hari-hari berikutnya jadi aku yang kaget, jam 8 malam sudah bisa tidur? Dan hanya terbangun ketika ia lapar saja? Lalu tidur pulas lagi?

Sungguh seperti keajaiban yang turun tak disangka-sangka. Bagiku itu rezeki nomplok, bisa istirahat dan bercengkrama dengan diri sendiri. Ternyata yang perlu kusadari ialah bahwa aku tidak sedang mengurusnya sendirian. 

Aku selalu bersama Tuhan, ketika tanganku bukan lagi sebagai perantara-Nya. Dia tidak lepas tangan begitu saja, sehingga Tuhan membimbing anakku untuk mengenal malam dan membangunkannya saat pagi hari. Tidak hanya itu, tidurku juga selalu dibangunkan oleh-Nya setiap 2-3 jam sekali padahal saat sebelum punya anak aku adalah orang yang doyan tidur. 

Terbangunku saat malam hari karena harus menyusui atau mendengar bunyi tangisannya, memandikannya saat pagi dan sore hari, menemaninya belajar bermain setiap waktu dia membuka mata, bagiku tak layak disebut sebagai pengorbanan. 

Menurutku, tidak pernah satu pun sebagai emak-emak aku korbankan demi anakku karena memang inilah yang menjadi mandat Allah untuk menjadikanku sebagai ibu. “Ibu” ya, itu panggilan pilihan ketika anakku sedang menyeruku nanti. 

Kalau dipikir-pikir anak akan lebih mudah untuk mempelajari panggilan ayah karena pengucapannya yang hanya perlu satu huruf vocal saja (aa..aa.. yaa..yaa.. aa..yaahhh). Akhirnya kemungkinan terbesarnya adalah ayah yang bisa ia ucapkan lebih dulu.

Tapi tak masalah, “nak, ibu yakin kamu mengenal ibu tidak hanya sebatas kata-kata saja. Selain bibirmu, ada matamu, telingamu, tanganmu, rengekanmu, dsb. Mereka semua juga berkata-kata. Kita saling memahami itu. Dan kita perlu sadar bahwa kata tidak melulu tentang suara.”.

Hentya Dewi Qoriana Ngaglik, Sleman [email protected]

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2023 oleh

Tags: Emak-emakibuibu muda
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Orang tua, ibu.MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
Duka merantau lama: nelangsa dengan pertanyaan dan permintaan ibu yang sebenarnya sangat sederhana MOJOK.CO

Pertanyaan dan Permintaan Ibu yang Bikin Saya Nelangsa dan Bersalah karena Merantau Lama, Padahal Ia Tak Banyak Menuntut

24 Maret 2026
Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kenangan Honda Astrea Grand 1996 di Surabaya. MOJOK.CO

Astrea Grand 1996 Milik Bapak: Saksi Bisu Ketangguhan Orang Tua Saya, Kini Tetap Slay Menyibak Kemacetan Surabaya

27 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
Motor Honda Verza tua itu 12 tahun menemani saya mengejar rezeki MOJOK.CO

Jok motor Honda Verza tua itu sudah sobek, tangki penyok, spion patah diserempet truk, tapi menolak pensiun menemani saya 12 tahun mengejar rezeki menembus pegunungan Banjarnegara

27 Agustus 2026
Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
Nasib siswa di tengah Karhutla Palangka Raya, Kalimantan Tengah. MOJOK.CO

Nasib Siswa SD di Tengah Kepungan Karhutla, Napas Sesak dan Pusing tapi “Dipaksa” Semangat Sekolah

26 Agustus 2026
Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.