Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Gundukan Sampah di Ringroad Jogja Semakin Meresahkan, Kondisi Menahun yang Tak Hilang Sampai Baunya Ganggu Pengendara

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
23 April 2024
A A
sampah di ringroad jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi sampah di Ringroad Jogja (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beberapa titik sepi Ringroad Jogja menjadi area pembuangan sampah ilegal, terparah ada di dekat Jalan Kaliurang. Kondisi ini sudah terjadi beberapa tahun terakhir hingga menimbulkan bau tak sedap bagi pengendara.

Jalan melingkari Jogja ini memang cukup remang saat malam hari. Ada sejumlah titik tanpa penerangan. Di titik-titik itulah, tumpukan sampah terlihat mengotori area tepi jalan.

Saat saya mencoba berkeliling Ringroad Jogja, tumpukan sampah memang terlihat di berbagai area. Di Ringroad timur, sampah terlihat di pinggiran jalan meski ada plang pengumuman larangan membuang sampah sembarangan.

Namun, kondisi paling memprihatinkan terlihat di Ringroad Utara, tepatnya di area antara simpang empat Jalan Palagan menuju simpang empat Kentungan, Jalan Kaliurang. Area itu merupakan salah satu titik Ringroad Jogja yang ramai tapi tumpukan sampahnya cukup parah.

Salah satu area dengan sampah berserakan terlihat di selatan jalan, tak jauh dari sisi barat Underpass Kentungan. Area semak belukar yang remang itu penuh sampah berserakan meski tidak sampai menggunung.

sampah tercecer di ringroad dekat jalan kaliurang.MOJOK.CO
Sampah tercecer di badan jalan Ringroad Jogja (Hammam/Mojok.co)

Di sisi utaranya, kondisi lebih parah. Saat saya melintas pada Senin (22/4/2024), sampah basah bekas olahan rumah tangga bahkan tercecer hingga badan jalan. Padahal, titik Ringroad Jogja itu merupakan area titik krusial yang sering dilintasi pengendara.

Kondisi sampah Ringroad Jogja yang sudah menahun

Moddie Alvianto, seorang warga Sleman yang kerap melintas saat hendak berangkat kerja mengaku sudah lama terganggu dengan tumpukan sampah di Ringroad antara Jalan Palagan dengan Jalan Kaliurang tersebut. Kondisi semakin parah saat jalan sedang padat dan ia harus bergerak lambat.

“Kalau terpaksa harus pelan itu baunya sangat mengganggu,” keluhnya.

sampah di ringroad jogja.MOJOK.CO
Area penuh sampah di sisi utara Ringroad Utara Jogja pada Senin [22/4/2024] (Hammam/Mojok.co)

Senada, Ega Fansuri (33), warga Plemburan, sisi utara titik tumpukan sampah di Ringroad Utara Jogja itu merasa cukup terganggu dengan kondisi yang sudah terjadi cukup lama. Menurutnya, di titik sepi tersebut tumpukan sampah sudah ada sejak sebelum pandemi.

“Sebelum pandemi sudah ada, pandemi kayaknya bertambah tapi paling parah memang setelah ada permasalahan di TPA Piyungan. Orang yang bingung buang sampah jadi buang di situ,” tuturnya.

Titik sepi, minim penerangan, dan tidak ada pengawasan di Ringroad Jogja memang menjadi sasaran pembuang sampah tak bertanggungjawab. Ega berpendapat, biasanya orang membuang kantong berisi sampah pada saat malam hari dengan melemparnya dari kendaraan.

“Jujur sekarang levelnya sudah sampai menimbulkan bau tidak sedap,” keluhnya.

Penindakan dari Satpol PP

Di titik Ringroad antara Jalan Palagan dan Jalan Kaliurang tersebut, sudah terpampang jelas plang larangan membuah sampah dari Satpol PP Sleman. Kepala Satpol PP Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, mengungkapkan pemasangan plang itu sudah dilakukan sekitar dua bulan lalu.

“Kami melakukan tugas penegakan perda terkait larangan membuang sampah sembarangan dengan memantau beberapa tempat yang jadi pusat tumpukan sampah,” paparnya kepada Mojok.

Iklan

Saat sedang diawasi, memang tidak terjadi pembuangan sampah. Namun, jumlah petugas tidak sebanding dengan pelaku pembuang sampah sembarangan sehingga.

Shavitri menerangkan petugasnya beberapa kali menangkap basah pelaku pembuang sampah sembarangan. Mereka biasanya mengaku terkendala kesulitan membuang sampah.

Lebih lanjut, ia menyoroti beberapa unit usaha yang tidak melakukan pengelolaan sampah secara benar. Institusi atau unit usaha inilah yang sehari-hari memproduksi sampah dalam jumlah yang besar, seperti hotel, restoren, hingga warung makan.

“Ada kasus kasus usaha di Kota Jogja dan Bantul membuang ke Sleman. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa usaha-usaha di Sleman juga ada yang membuang keluar wilayahnya,” terangnya.

Lebih lanjut, mengingat penutupan permanen TPA Piyungan, menurut Shavitri kini masyarakat perlu lebih giat melakukan pemilahan sampah. Jika tidak, lingkaran tanpa ujung pembuangan sampah sembarangan akan menimbulkan tumpukan di titik-titik lain.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Cerita Saksi Mobil BMW Asal Surabaya Nyangkut di Sungai Trek Off Road Jeep Merapi Jogja, Wisatawan Nekat Berakhir Apes

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 23 April 2024 oleh

Tags: Jogjaringroadringroad jogjasampah jogjaTPA Piyungan
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Anak tunggal dari pengusaha toko kelontong diterima di UGM. MOJOK.CO
Sekolahan

Lolos UGM Justru Dilema karena Tak Tega Tinggalkan Ibu untuk Merantau dan Buka Toko Kelontong Sendirian

21 Mei 2026
mahasiswa autis Fakultas Peternakan UGM. MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswa Autis UGM Sulit Berinteraksi Sosial, tapi Buktikan Bisa Lulus usai 6 Tahun Lebih dan Buka Usaha Ternak Kambing di Kampung Halaman

20 Mei 2026
Babi, Anjing, dan Pink Floyd Versi Cadas yang Lahir dalam Wujud Perempuan Bernama Gabriëlle.MOJOK.CO
Sosok

Babi, Anjing, dan Pink Floyd Versi Cadas yang Lahir dalam Wujud Perempuan Bernama Gabriëlle

20 Mei 2026
Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO
Urban

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Siswa Katolik di Muhammadiyah Pekalongan. MOJOK.CO

Cerita Siswa Katolik Suka Otak-atik Motor hingga Lulus dari SMK Muhammadiyah dan Dapat Beasiswa Magang ke Jepang 

18 Mei 2026
Sulap lahan kosong jadi kebun kosong untuk ketahanan pangan mandiri. MOJOK.CO

Ironi Lihat Balita Gizi Buruk di Bogor hingga Oknum Nakes yang Promosikan Sufor, Alumnus UNJ Ini Buka Kebun Sayur di Lahan Mangkrak 

16 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Logika Ekonomi Orang Desa yang Bisa Menyelamatkan Anak Muda dari Masalah Finansial, Tapi Kerap Terlupakan

20 Mei 2026
Saat ini kita sangat butuh sentuhan rasa manusia dalam komunikasi digital sehari-hari MOJOK.CO

Komunikasi Digital Sangat Butuh “Sentuhan Rasa Manusia”: Agar Tak Cuma Perbincangan Datar tapi Juga Merasa Didengar, Dihargai dan Dipahami

19 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.