Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Gimana

5 Cara Bertahan dalam Huru-Hara KRL yang Mirip Pertarungan Hidup dan Mati

Bersaing dapat posisi nyaman di KRL

Azka Maula oleh Azka Maula
12 November 2017
A A
cara-bertahan-di-krl-mojok

cara-bertahan-di-krl-mojok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ibarat Train to Busan, udahlah kalau ada zombie gausah lari deh. Pasrah aja buang-buang energi. KRL juga begitu, Bung.

Tak bisa ditampik lagi kalau KRL merupakan transportasi yang paling banyak digunakan oleh warga Jakarta dan kota satelit yang mengelilinginya. Alasan kenapa KRL begitu digemari adalah harganya yang murah-cum-cepat sampai tujuan. Tak hanya itu kita nggak bakal terjebak kemacetan dengan transportasi ini. Nyaman, mau duduk tinggal duduk, mau berdiri tinggal berdiri, mau tiduran juga boleh. KALAU LAGI SEPI.

Berbanding lurus dengan fasilitas yang ada, KRL pastilah banyak peminatnya. Banyak, banyak sekali. Sampai-sampai kita harus bisa mempertahankan diri kita dari “serangan” para komuter—sebutan bagi pengguna KRL— lainnya. Hal ini disebabkan karena tidak ada batasan jumlah penumpang, selama masih bisa masuk ya bodo amat mau sesesak apa kereta tetap berangkat.

Ketika jam padat dan sedang dalam posisi penuh sesak. Para komuter akan saling memicingkan matanya untuk mendapatkan kenyamanan yang paling maksimal. Jangan harap kalian bisa tenang dan berleha-leha saat itu. Semua orang pasang badan untuk kepentingannya sendiri. Jangan harap ada yang mau mengalah. Semua kenikmatan hanya ilusi belaka.

Barangkali dengan adanya hal tersebut saya mencoba merangkum berbagai cara agar bisa bertahan di dalam sesaknya KRL. Apa aja sih caranya? Yuk….

1. Berpakaian Sewajarnya

Jangan pernah sekali-sekali mengenakan pakaian yang mencolok ketika berada di tempat umum. Jangan berlebihan dalam menggunakan pakaian dan aksesori yang bertujuan cuma untuk gengsi-gengsian. Ya, gunakanlah pakaian kerja sekadarnya. Jam tangan satu aja, nggak usah pake dua. Nggak ada guna.

Selain itu, menggunakan pakaian apa adanya juga membuat kita dan orang di sekeliling jadi nyaman. Sebaliknya, berpakaian berlebihan (pakai kostum lenong misalnya) Selain makan tempat, pastilah jadi bahan gibah penumpang setempat. Kecuali memang ada motif intrinsik buat jadi viral. Ya kali aja….

2. Gunakan e-Tiket

Nah ini sebenarnya hal yang sangat basic. Kita sudah diberikan fasilitas tiket elektronik yang bisa kita isi saldonya kapan pun kita mau. Tak perlu menunggu antrean untuk dapetin Tiket Harian Berjamin. Selain hemat waktu, kita bisa henat tenaga biar bisa survive di dalam kereta.

Yang paling mudah ya Kartu Multi Trip (KMT). Dengan kartu tersebut kita bakal berada di jalur yang berbeda dengan penumpang lain yang hanya menggunakan THB. Sebenarnya masih banyak jenis e-tiket yang bisa digunakan, seperti Flazz, e-Money, dll. Dengannya tanpa perlu mengantre kita bisa langsung menuju ke lokasi battle royal KRL.

Satu hal lagi, janganlah berbuat curang dengan mengakali tiket KRL. Terlalu banyak mudharat-nya. Buang-buang tenaga.

3. Pinter-Pinter Cari Tempat Berpijak

Dalam keadaan ramai sesak jangankan untuk berdiri tegak, untuk sekadar menapakkan kedua kaki secara sempurna aja susahnya bukan main. Bukannya apa-apa, ketika kereta ngerem mendadak dengan posisi kita yang bukan berdiri sempurna akan mengakibatkan kita hilang keseimbangan dan jatuh.

Iklan

Lho gimana mau jatuh kalau keadaannya penuh sesak begini? Maksudnya jatuh ke pelukan orang lain. Ya kalau yang kita kenai itu mamas-mamas atau sesembak yang baik hatinya dan mau menerima keadaan kita apa adanya. Nah, misal orangnya sensian? Bisa digampar kita.

Wah malah lupa ngasih tipsnya. Jadi begini, untuk urusan tempat berpijak kita harus bersikap oportunis. Gunakan celah yang ada, sesempit apa pun itu untuk kaki kita menapak. Niscaya celah itu akan semakin lebar.

Tapi jangan berbuat gila juga. Nggak ada pijakan kok malah nginjak harga diri orang? Nggak baik~

4. Taruh Tas di Bagian Depan Badan

Selalu perhatikan barang bawaan kita, bila menggunakan tas kecil peluk tas itu kencang-kencang. Kalau ransel ya taruh depan, selalu fokus dengan tujuan kita untuk tetap sluman, slumun, slamet.

Jangan sekali-sekali kita mengabaikan barang bawaan. Jagalah baik-baik, bukannya mau menuduh yang nggak baik. Di setiap keramaian pasti ada kesempatan. Waspadalah, waspadalah….

5. Bawa Earphone

Ketika kita sudah berada dalam posisi paling nyaman di sesaknya gerbong. Langkah selanjutnya adalah dengarkan musik via earphone. Jangan harap operator kereta bakal muterin lagunya Nella Kharisma atau Dua Lipa, yang ada cuma pemberitahuan dan permintaan maaf. Udah kayak orang pacaran aja.

Buatlah diri kita nyaman dengan mendengarkan musik-musik favorit. Abaikan sekelililingmu, tak perlu SKSD sama rang-orang karena itu bakal dianggap membosankan.

Setelah turun dari KRL kita siap menuju kantor dengan aura dan soul yang lebih bahagia.

BACA JUGA Celotehan Pengguna Setia Kereta Rel Listrik (KRL) dan artikel Azka Maula lainnya.

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2021 oleh

Tags: carakeretakomuterKRLpenumpangsurvival pack
Azka Maula

Azka Maula

Ilustrator Mojok.

Artikel Terkait

Penumpang KRL Jakarta lebih manusiawi dibanding penumpang KRL/Commuter Line Jogja
Urban

KRL Jakarta Memang Bikin Stres, tapi Kelakuan Penumpangnya Masih Lebih Manusiawi daripada KRL Jogja

4 Mei 2026
Kerja di Jakarta naik transum kereta KRL
Catatan

KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa

29 April 2026
Usul Menteri PPPA soal pindah gerbong perempuan di KRL hanya solusi instan, tak menyentuh akar persoalan MOJOK.CO
Kabar

Usulan Menteri PPPA Pindah Gerbong Perempuan di KRL Solusi Instan: Laki-laki Merasa Jadi Tumbal, Tak Sentuh Akar Persoalan

29 April 2026
Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO
Urban

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Ilustrasi hidup.MOJOK.CO

Sejatinya Manusia Hidup untuk Mengakali Kematian

2 Juni 2026
Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.