Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Yang Lucu dari Kasus Korupsi ala Juliari Batubara

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
10 Agustus 2021
A A
Yang Lucu dari Kasus Korupsi ala Juliari Batubara

Yang Lucu dari Kasus Korupsi ala Juliari Batubara

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Di balik hal-hal yang menyebalkan dari kasus korupsi Juliari Batubara, kamu sadar nggak sih kalau penegakan hukum di negeri ini kocak banget?

Usai kelucuan kasus Jaksa Pinangki dan Djoko Tjandra yang akhirnya mendapat diskon besar-besaran soal vonis hukuman, kini sorot kamera mengarah ke reality show terdakwa kasus korupsi bansos, Juliari Batubara.

Gini lho. Tuntutan jaksa dari KPK dalam sidang bansos corona yang hanya 11 tahun penjara saja sebenarnya sudah sangat lucu dan bikin banyak masyarakat gemas kepengin ngeremes-ngeremes rambut Pak Juliari.

Soalnya, sebelum kasus ini masuk ke tahap persidangan, Firli Bahuri dengan berapi-api sesumbar bahwa pelaku korupsi bansos bisa dituntut hukuman mati.

Jaksa @KPK_RI hanya menuntut 11 tahun penjara kpd Juliari. Sangat mencederai hati rakyat. Ucapan anda tak sesuai dgn faktanya. Lanjutkan membual semoga Allah beri balasan setimpal. pic.twitter.com/OkfmVgvFH9

— Gus Umar Al Chelsea (@Umar_Chelsea_75) August 10, 2021


Namun, ucapan memang tidak bisa dipegang, janji tak bisa dijadikan patokan, Firli Bahuri justru diem-diem bae ketika jaksa dari KPK hanya menuntut 11 tahun penjara untuk Juliari Batubara.

Melihat tren diskon hukuman yang didapat oleh Jaksa Pinangki, Djoko Tjandra, sampai kasus korupsi benur Edhy Prabowo… bukan tidak mungkin tuntutan 11 tahun penjara itu bisa berkurang nantinya di hadapan majelis hakim yang terhormat.

Belum kelar rasa gemas akibat kelucuan para penegak hukum di negeri ini, Juliari Batubara dengan cukup percaya diri meminta majelis hakim untuk membebaskannya dari segala macam tuntutan.

Permintaan ini muncul dalam pledoi Juliari Batubara dalam sidang bansos Corona pada 9 Agustus 2021 lalu.

“Saya secara tulus ingin mengucapkan permohonan maaf saya yang sebesar-besarnya, kepada Presiden RI Joko Widodod atas kejadian ini, terutamanya permohonan maaf akibat kelalaian saya tidak melakukan pengawasan yang lebih ketat, terhadap kinerja jajaran di bawah saya, sehingga harus berurusan dengan hukum,” kata Juliari.

Ungkapan ini menggambarkan bahwa Juliari Batubara merasa tidak bersalah sama sekali, dia hanya korban dari keadaan. Pernyataan itu juga memberi kesan bahwa anak buahnya lah yang korupsi dengan memanfaatkan namanya sebagai Menteri Sosial.

Lucunya lagi, dalam sidang terpisah yang menjerat anak buah Juliari, Adi Wahyono mengaku diminta pasang badan untuk melindungi siapapun yang terlibat—termasuk juga melindungi Pak Menteri. Pengakuan ini muncul dalam persidangan 13 Juli 2021.

“Ya saat itu minta saya untuk pasang badan. ‘Jangan libatkan yang lain, Mas,’” pengakuan Adi Wahyono menirukan perintah Juliari.

Bahkan Adi Wahyono diminta oleh staf khusus Juliari, Erwin Tobing, untuk menghancurkan beberapa barang bukti. Adi juga menilai bahwa perintah itu sangat serius karena sempat dibikin rapat dadakan segala.

Sialnya, kongkalikong itu keburu ketahuan KPK (ini KPK yang sebelum era TWK lho ya). Tak sampai 24 jam setelah Matheus Joko Santoso (anak buah Juliari yang lain) kena OTT KPK, satu demi satu operator korupsi bansos diciduk. Termasuk Adi Wahyono, termasuk Juliari Batubara.

Iklan

Apa yang dilakukan Adi Wahyono ini memang kurang ajar. Adi adalah contoh anak buah yang tidak bisa dipercaya oleh atasan. Sudah diminta baik-baik oleh atasan agar tidak menyeret namanya, lah kok malah ngumbar rencana si atasan di persidangan.

Pengakuan Adi Wahyono justru semakin memperburuk kasus korupsi bansos ini, persis seperti anak disuruh bapaknya untuk berbohong ke penagih utang yang datang.

“Bilang sama Om itu, Bapak lagi nggak ada di rumah,” kata si bapak.

Si anak lalu keluar rumah dan bilang ke om-om penagih utang.

“Bapak ada, Dek?” tanya si penagih utang.

“Anu, tadi kata Bapak, Bapak lagi nggak ada di rumah,” kata si anak polos

…

Batin si bapak: “HOWALAH, ANAK BGST!”

Dan sebagai penutup dari kelucuan kasus korupsi bansos ini, usai dakwan demi dakwaan ke Juliari Batubara yang makin terang kasusnya tapi mulai suram tuntutan hukumannya, sudah muncul ceramah-ceramah politisi PDIP ini di media sosial soal upaya pencegahan korupsi. Seperti di bawah ini.

Dengerin tuh Juliari Batubata ngomong….

Resapi, renungkan. Amalkan dalam kehidupan sehari hari pic.twitter.com/Sfo5P0hNE7

— Suka cakue (@IskandarSanuji) August 10, 2021


Semanis itulah Juliari ketika memberi nasihat soal pencegahan korupsi. Hal yang tentu tak disadari, beberapa waktu kemudian justru dirinyalah yang akhirnya membutuhkan nasihat itu.

Mungkin Pak Menteri bisa bikin buku motivasi setelah kasus ini kelar, judulnya: Kiat Menasihati Diri Sendiri ala Juliari. Tentu ditambahi embel-embel ini biar laku: Diinspirasi dari kisah nyata!

BACA JUGA Korupsi Bansos dan Dana Haji, Mana yang Lebih Bajingan? dan tulisan Ahmad Khadafi lainnya.

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2021 oleh

Tags: Djoko Tjandraedhy prabowojaksa pinangkijuliari batubarakorupsi
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO
Tajuk

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO
Esai

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
AUBMO Selamatkan Hidup Mahasiswa penerima KIP-K di Unair. MOJOK.CO
Sekolahan

Di Balik Skandal Korupsi Rp103 Juta, AUBMO Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Penerima Beasiswa yang Merantau

23 Juni 2026
Bupati dan Walikota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan MOJOK.CO
Tajuk

Bupati dan Wali Kota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan

13 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.