Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Setelah OTT Wali Kota Kendari, Bau-baunya KPK Mau Bikin Rekor OTT Terbanyak Lagi

Ikhwan Hastanto oleh Ikhwan Hastanto
1 Maret 2018
A A
OTT-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jelang pilkada, KPK lagi semangat-semangatnya bikin OTT. Yang terbaru menyasar wali kota Kendari.

KPK sedang on fire. Buih-buih Fahri Hamzah yang menuding OTT KPK “pembuat kerusuhan dan ramai semata” tidak mengendurkan semangat komisi anti-rasuah ini untuk mencyduk lebih banyak orang yang khilaf korupsi. Selama tahun 2017, OTT KPK menembus angka 19 kali: terbanyak dalam setahun sepanjang sejarah hidup KPK.

Yang terbaru, kemarin KPK menangkap ayah-anak Asrun dan Adriatma Dwi Putra bersama Kepala BPKAD Kendari Fatmawati Faqih dan Direktur PT IndoJaya & PT Sarana Bangun Nusantara, Hasmun Hamzah. Diduga terjadi praktik suap di dalam pertemuan antara pejabat daerah dan swasta tersebut. Uwh, mau dong disuapin~

Seperti yang diketahui, Adriatma Dwi Putra baru menjabat sebagai Walikota Kendari 143 hari yang lalu dengan usia sangat muda (28 tahun), sedangkan sang ayah, Asrun, adalah pemegang tampuk jabatan Wali Kota Kendari 2 periode dan berencana “naik pangkat” menjadi gubernur Sulawesi Tenggara pada gelaran pilkada 2018.

Hm, Kendari dan Sultra sudah dianggap seperti perusahaan keluarga kayak sop Pak Min kali ya.

Dengan begini, Asrun dan Adriatma menambah daftar pencydukan KPK terhadap kepala daerah menjadi 9 orang di tahun 2018 yang baru dua bulan berjalan ini, dan beberapa di antaranya berkat OTT. KPK benar-benar memberikan sinyal kepada para calon-calon kepala daerah di Pilkada 2018 bahwa selain tidak canggung menjebloskan artis seganteng Zumi Zola ke penjara, KPK juga tidak surut memisahkan ayah dan anak dari istrinya demi keadilan. KPK sangat no drama, berintegritas, dan sudah pantas dibuatkan film dokumenter.

Hobi baru KPK dalam melakukan OTT setahun terakhir menjadi bukti bahwa peristiwa nahas yang terjadi kepada Novel Baswedan tidak membuat gentar KPK. Kepulangan Novel minggu lalu berhasil membawa semangat berlipat untuk KPK karena beliau menyatakan dapat kembali beraksi memberantas korupsi setelah dia sembuh.

Ditambah lagi, KPK tidak perlu lagi takut apabila dituntut bubar oleh Fahri Hamzah karena OTT-nya yang bikin ramai. Sebab, bersamaan dengan dijadikannya “Sebelah Mata” dari Efek Rumah Kaca sebagai lagu pemersatu kampanye pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta, segenap anak indie Indonesia sudah pasti berada di belakang KPK untuk menjaga dan melindungi kerja OTT.

Ingat, tidak ada yang lebih rebel dibandingkan anak indie.

Setelah dipikir-pikir, jangan-jangan banyaknya kepala daerah yang melakukan praktik KKN adalah karena kesalahan informasi. KKN dikiranya bukan singkatan dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, melainkan Kuliah Kerja Nyata.

Krik. Jayus kamu. Sudah sana ke penjara.

Terakhir diperbarui pada 1 Maret 2018 oleh

Tags: #MojokPilkadaFahri HamzahjumlahOTT KPKpilkadarekorwali kota kendari
Ikhwan Hastanto

Ikhwan Hastanto

Artikel Terkait

OTT Wali Kota Madiun
Kabar

Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat

20 Januari 2026
Solo Fighter PDIP vs Keroyokan di Kandang Banteng, Pilkada 2024.MOJOK.CO
Kabar

Solo Fighter vs Keroyokan di Kandang Banteng, Benarkah Jateng Tak “Merah” Lagi? 

29 November 2024
Keluarga Berkuasa: Betapa Ngerinya Jokowi Menyemai Dinasti Politik di Tingkat Daerah. MOJOK.CO
Ragam

Keluarga Berkuasa: Betapa Ngerinya Warisan Dinasti Politik Jokowi di Tingkat Daerah

26 November 2024
Kiat Harda Kiswaya Atasi Masalah Sampah di Sleman
Video

Kiat Harda Kiswaya Atasi Masalah Sampah di Sleman

13 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.