ADVERTISEMENT

Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan

Bukan Cuma Gaji Kecil, Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja Juga Mesti Siap dengan Budaya Pekewuh yang Memperlambat Kerjaan Mojok.co

Terlalu sopan justru jadi tantangan bagi mantan pekerja Jakarta

Hal lain yang cukup menguras energi adalah soal gaya komunikasi sehari-hari. Di Jogja, sapaan dan basa-basi bukan sekadar formalitas, tetapi bagian penting dari etika berkomunikasi. Mengirim pesan tanpa awalan atau tanpa sedikit pengantar bisa dianggap kurang sopan

Teman saya pernah mengalami pesannya tidak direspons selama berjam-jam. Setelah ditelusuri, ternyata bukan karena isinya tidak penting, tetapi karena cara penyampaiannya dinilai terlalu langsung.

Hal-hal kecil seperti ini, yang mungkin dianggap sepele di Jakarta, ternyata memiliki makna besar di lingkungan kerja Jogja. Bahkan, dalam beberapa situasi, penggunaan bahasa Jawa halus atau pilihan kata tertentu bisa memengaruhi bagaimana pesan diterima.

Semua gaya kerja ala Jogja ini begitu melelahkan, tapi dia tidak mengakui ada sisi positifnya. Hubungan antar rekan kerja terasa lebih hangat, tidak terlalu kompetitif, dan ada rasa saling menjaga. Lingkungan kerja menjadi lebih “manusiawi”, tidak melulu soal target dan performa.

Akan tetapi, tetap saja, proses adaptasi tidak mudah. Energi yang sebelumnya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan, kini sebagian harus dialihkan untuk “membaca situasi”, memilih kata, dan memastikan tidak menyinggung siapa pun.

Baca juga Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta.

Tulisan ini bukan untuk membandingkan mana yang lebih baik antara Jakarta dan Jogja. Keduanya punya kelebihan dan tantangannya masing-masing. Jakarta unggul dalam kecepatan dan efisiensi, sementara Jogja menawarkan kehangatan dan keseimbangan relasi sosial. Namun, satu hal yang perlu disadari, pindah kerja ke Jogja bukan hanya soal menyesuaikan gaji atau biaya hidup, tetapi juga cara kerja dan komunikasi. Memahami unggah-ungguh dan menyesuaikan gaya komunikasi adalah kunci agar bisa bertahan, bahkan berkembang di lingkungan kerja. 

Pertanyaannya, apakah kalian yang berminat pindah kerja ke Jogja siap? Mungkin, itu yang perlu direnungkan matang-matang sebelum benar-benar memutuskan pindah.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Rawa Belong Jakarta Barat Bikin Orang Kabupaten seperti Saya Nggak Takut Merantau di Ibu Kota dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 23 Maret 2026 oleh .

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co