Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menyatakan Cinta Tidak Mudah dan… Tidak Harus Berbalas

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
10 Januari 2020
A A
menyatakan cinta suka diam-diam pengagum rahasia tips mojok.co

menyatakan cinta suka diam-diam pengagum rahasia tips mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jutaan orang memendam perasaan dalam diam. Menyatakan cinta bagi mereka tidak pernah jadi perkara mudah. Tapi percayalah, sekali menyatakan maka kelegaannya lebih menyenangkan dari mabok kuaci.

Saat SMA, saya pernah menyukai kakak kelas. Ini tergolong hal yang sangat biasa yang dialami bocah remaja puber. Saya sudah jadi seorang pengagum rahasia alias secret admirer walau saya belum kenal betul dengan si kakak kelas yang namanya… hmmm jangan disebutkan karena dia sudah bahagia.

Seperti cinta lugu kebanyakan orang, memandanginya dari jauh sudah merupakan privilese yang membuat saya semangat. Berteman dengannya di Facebook sudah bikin saya jingkrak-jingkrak. Di tahun kedua, saya pernah mengorbankan diri jadi anak rajin dan mengikuti kelas olimpiade. Ya, karena ada dia. Saya tidak pernah menyangka akhirnya saya dapat nomor ponselnya. Pencapaian yang sangat indah bagi jiwa-jiwa cemen.

Mulai dari bertukar buku dan literatur, saya jadi tahu kalau si Mas ini hobi menggambar. Alamak, semua buku halaman kosong penuh dengan gambar. Gambar yang bagi si Mas ini coretan nggak berguna bagi saya justru sebuah cara untuk mengingatnya. Singkat cerita kami dekat dalam lingkar diskusi ngalor-ngidul dan dialah orang yang mengajari saya menyenangi film, sampai sekarang. Lewat dia saya berlatih membuat script, storyboard, dan merealisasikannya dalam gerak visual.

Tapi sudahlah, kami tidak berjodoh yang dan sampai sekarang saya tidak pernah menyatakan perasaan. Sesal memang tiada arti, uhuy. Tapi mau bagaimana lagi, kalau menyatakan sekarang saya takut dikira mencoba menciptakan prahara dalam rumah tangga orang. Lagi pula saya sudah tidak lagi berharap.

Perasaan seperti ini memang kelihatan konyol dan sepele. Tapi kenyataannya, ini bisa bertahan hingga bertahun-tahun lamanya. Saya dulu senang membuat tulisan bodoh dan puisi tentangnya. Saya menyebut si kakak kelas dengan panggilan “Fluks”. Karena bagi saya, dia adalah sebuah aliran deras yang terus-menerus menerjang tanpa dia pernah tahu.

Menyatakan cinta tidak pernah mudah. Saya lebih memilih belajar lagi tabel periodik yang membuat saya mantap masuk IPS ketimbang bilang jujur tentang perasaan. Bukan karena saya perempuan, tidak diperlukan indikator jenis kelamin untuk mengukur keberanian seseorang. Mau perempuan atau laki-laki, menyatakan cinta selalu jadi perkara rumit. Apalagi kalau si dia hanyalah seorang teman, bahkan seorang kenalan yang kehadirannya kita nikmati dari kejauhan.

Saya pernah kenal seorang yang paling bernyali dalam sejarah percintaan. Dia pernah nekat bilang suka pada seorang cowok saat mereka sedang piknikan rame-rame di pantai. Si cowok yang lagi main gitar seketika langsung berhenti dan diam agak lama. Kejadian ini memalukan memang, tapi tetap yang paling berani dalam versi menyatakan cinta. Padahal dia tahu cintanya tidak mungkin terbalas karena si cowok sudah punya pacar.

Intinya meski sulit, menyatakan cinta memang layak dicoba. Terutama bagi mereka yang sudah memendamnya terlalu lama. Apa tidak capek menutup-nutupinya terus? Kalau keadaannya sudah telanjur kayak saya nggak bakal ada kesempatan lagi loh. Yang dikejar adalah kelegaan setelah menyatakan, bisa saling memiliki itu bonus. Ya ketimbang baper pas reuni sekolah kelak kan.

Semoga tulisan saya yang satu ini nggak jadi gosip di grup Line alumni SMA.

BACA JUGA Nggak Usah Terbeli oleh Romantisme Jogja. Asline Biasa Wae, Lur atau artikel AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 10 Januari 2020 oleh

Tags: hubunganmenyatakan cintapenggemar rahasia
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Kapankah Saat yang Tepat untuk Putus Cinta? | Semenjana Eps. 6
Video

Kapankah Saat yang Tepat untuk Putus Cinta? | Semenjana Eps. 6

3 Maret 2025
ilustrasi 5 Cara Mencegah Pertengkaran yang Terjadi Akibat Salah Baca Google Maps mojok.co
Pojokan

5 Cara Mencegah Pertengkaran yang Terjadi Akibat Salah Baca Google Maps

28 September 2021
ilustrasi Ada Anggapan bahwa di Aplikasi Kencan, Cowok Bule Lebih Sopan ketimbang Cowok Lokal mojok.co
Pojokan

Ada Anggapan bahwa di Aplikasi Kencan, Cowok Bule Lebih Sopan ketimbang Cowok Lokal

21 Agustus 2021
kakak-adik
Pojokan

Memahami Hubungan Aneh Kakak-Adik: Saling Menyayangi Namun Tetap Penuh Persaingan, Perseteruan, dan Perdebatan

20 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jawa Tengah terima berbagai penghargaan pendidikan dari Mendikdasmen, Gubernur Ahmad Luthfi tegaskan pendidikan adalah syarat mutlak meningkat SDM MOJOK.CO

Kualitas Pendidikan Jawa Tengah “Diakui”: Ubah Pola Pikir Lulus SMP Langsung Kerja hingga Sekolah Gratis untuk Warga Miskin

26 Mei 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
Evolusi Meme Mas Bahlil Ganteng: Saat Algoritma Menyelamatkan Citra Kanda Buahlil MOJOK.CO

Evolusi Meme Mas Bahlil Ganteng: Saat Algoritma Menyelamatkan Citra Kanda Buahlil

27 Mei 2026
Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
Frugal Living, healing, MOJOK.CO

Salah Kaprah soal Healing: Anak Muda Terjebak Keborosan, padahal “Penyembuhan Sejati” Itu Gratis dan Sering Kali Tak Estetik

26 Mei 2026
Pelatihan keterampilan kerja bagi orang miskin dan disabilitas di Jawa Tengah MOJOK.CO

Sebuah Lembaga Tempat Orang Miskin dan Disabilitas Jateng Dapat Pelatihan Kerja Gratis, Dilatih 10-20 Hari Langsung Jadi Kartap Perusahaan

26 Mei 2026

Video Terbaru

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

14 Mei 2026
Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.