Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Mengapresiasi Langkah SiCepat Ekspres yang Polisikan Pengancam Kurir SiCepat dengan Pedang Samurai

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
28 Mei 2021
A A
Kurir Shopee Xpress Mojok.co

Ilustrasi

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – SiCepat Ekspres resmi melaporkan pelaku pengancam kurir SiCepat dengan menodongkan pedang samurai.

Aneka kisah kurir apes yang mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan dari pembeli barang online dengan sistem COD alias Cash on Delivery kian hari semakin akrab saja di telinga kita.

Iklan

Belum kering ingatan kita dengan insiden kurir dimaki-maki oleh emak-emak, eh, muncul lagi kasus kurir yang disemprot pakai cairan cabai. Belum kering ingatan kita soal kurir disemprot pakai cairan cabai, eh, muncul lagi kasus kurir SiCepat yang diancam pembeli pakai pedang samurai. Belum kering… dan belum kering belum kering lainnya yang tentu akan terus berlanjut.

Tak bisa dimungkiri, dengan pengetahuan masyarakat yang masih amat minim tentang konsep COD, kasus-kasus kurir ekspedisi yang kemudian menjadi sasaran kemarahan pembeli karena ketidakcocokan barang yang ia beli memang menjadi sebuah keniscayaan.

Masyarakat tampaknya masih tidak bisa membedakan konsep COD yang dipakai dalam konteks forum jual beli online dan konsep COD yang dipakai di marketplace.

Dalam forum-forum jual beli online yang banyak tersebar di Facebook, COD diartikan sebagai konsep penjual dan pembeli bertemu di suatu tempat di mana si penjual membawa barang dagangannya dan si pembeli memeriksa barang tersebut. Kalau sudah sepakat dan oke, barulah terjadi transaksi. Konsep ini memang cocok dipakai oleh para pelapak dan pembeli di forum jual beli online sebab barang yang dijual kebanyakan adalah barang yang butuh dicek secara langsung, misal ponsel second, tanaman hias, onderdil sepeda motor, sampai burung dan ikan peliharaan.

Nah, sedangkan konsep COD dalam pengertian marketplace adalah kurir mengantarkan barang dan pembeli membayar secara langsung kepada kurir. Sehingga status kurir hanyalah pengantar dan perantara pembayaran. Perkara barangnya sesuai atau tidak, itu sudah bukan ranah kurir.

Berbagai platform marketplace pun sudah membuat aturan yang mewajibkan pembeli yang memilih metode COD untuk melakukan pembayaran ke kurir sebelum menerima/membuka paket.

Perbedaan pengartian konsep COD inilah yang saya duga melahirkan banyaknya kasus perlakuan buruk terhadap kurir. Pembeli merasa punya hak untuk mengecek barang langsung di depan kurir dan berhak untuk menolak membayarnya. Padahal, kurir seharusnya tak punya andil dalam kesalahan penjual utamanya terkait barang yang ia antarkan.

Kalau sudah begini, kurirlah yang kemudian dirugikan. Kalau cuma masalah nggak mau bayar, itu mungkin masih belum seberapa. Yang jadi masalah serius adalah ketika si kurir kadang kerap dimaki, bahkan diancam dengan ancaman kekerasan fisik. Kasus pengancaman kurir yang ditodong dengan pedang samurai itu contohnya.

Pada titik inilah, saya merasa harus mengapresiasi langkah PT SiCepat Ekspres Indonesia yang memutuskan untuk menindak pembeli yang mengancam salah satu kurirnya menggunakan pedang samurai.

Kasus kurir SiCepat yang ditodong pedang samurai oleh pembeli yang merasa barangnya tidak sesuai dengan pesanan memang menjadi viral beberapa waktu terakhir. Kasus yang terjadi di Ciputat ini menjadi perhatian banyak orang seiring dengan makin banyaknya kasus-kasus serupa.

Sebagai bentuk perlindungan terhadap kurirnya, SiCepat Ekspres pun langsung melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Pelaku yang belakangan diketahui berinisial MDS diancam dengan pidana pemerasan dengan pengancaman yang diatur dalam Pasal 368 KUHP jo Pasal 2 Ayat 1 UU 2012 tentang Undang-Undang Darurat

“Kami telah buat laporan kepolisian di Polsek Ciputat Timur dengan nomor LP 280/V/2021 tertanggal 26 Mei 2021 jam 01.00 pagi. Itu yang diduga sebagai terlapor atas nama MDS,” terang perwakilan tim pengacara SiCepat, Wardaniman Larosa kepada wartawan seperti dikutip dari Kompas.

Polsek Ciputat Timur menyatakan bahwa pelaku pengancaman kurir SiCepat menggunakan pedang samurai itu sudah diamankan oleh tim Buser Polsek Ciputat Timur. sementara itu, pihak SiCepat Ekspres pun menyatakan akan mengawal dengan serius kasus ini. Mereka bahkan sudah menyatakan menolak jalur mediasi.

SiCepat Ekspres juga mendorong pihak kepolisian untuk mengusut kasus penipuan ini, termasuk menindak penjual yang memang nakal yang tidak mengirimkan barang sesuai dengan spesifikasi yang mereka promosikan.

Setelah dilakukan penyelidikan, pihak kepolisian akhirnya menetapkan MDS sebagai tersangka dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.

Iklan

Langkah yang diambil oleh SiCepat ini tentu sangat layak menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan ekspedisi lainnya. Hal tersebut bisa menjadi bentuk keseriusan pihak ekspedisi utamanya dalam melindungi para kurir yang memang punya potensi menjadi korban ujaran buruk dan ancaman kekerasan dari para pembeli yang menggunakan sistem COD.

Tak bisa dimungkiri, di tengah iklim COD belakangan ini, kurir bakal banyak dirugikan, utamanya jika transaksi pengirimannya melibatkan penjual yang licik dan pembeli yang bodoh lagi emosional.

Sengkarut masalah COD ini memang tak ubahnya seperti mata rantai panjang yang perbaikannya membutuhkan kerjasama banyak pihak. Ya penjualnya, ya pembelinya, ya marketplacenya, ya ekspedisinya.

Jalan untuk mencapai kesadaran masyarakat yang tinggi dan bisa melahirkan transaksi COD yang aman dan nyaman tentu masih sangat panjang. Dan, apa yang dilakukan oleh SiCepat Ekspres dengan memolisikan pelaku pengancaman dengan kekerasan terhadap kurirnya itu adalah langkah awal sederhana untuk menuju jalan yang panjang itu.

BACA JUGA Jakarta Memang Keras, dan Itu Membuat Saya Tak Berani Bekerja di Sana dan artikel AGUS MULYADI lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2021 oleh

Tags: codKurirkurir sicepat
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Sirilus Siko (24). Jadi kurir JNE di Surabaya, dapat beasiswa kuliah kampus swasta, dan mengejar mimpi menjadi pemain sepak bola amputasi MOJOK.CO

Hanya Punya 1 Kaki, Jadi Kurir JNE untuk Hidup Mandiri hingga Bisa Kuliah dan Jadi Atlet Berprestasi

16 Desember 2025
kurir lazada.MOJOK.CO

Lazada dan Berkat Jadikan Mitra Kurir Sebagai Agen Perubahan, Kembangkan Ekosistem Ekonomi Digital Indonesia

19 Juli 2024
Lebaran Tidak Selalu Milik Semua Orang MOJOK.CO

Lebaran Tidak Selalu Milik Semua Orang

22 April 2023
Cerita Kurir yang Kerja Tanpa Ampun di Bulan Ramadan. MOJOK.CO

Cerita Kurir yang Kerja Tanpa Ampun di Bulan Ramadan

20 April 2023
kondisi kerja kurir mojok.co

Kondisi Kerja Kurir yang Buruk Bisa Berujung pada Kematian

20 Februari 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Punya 30 Kamar Kost Putri Ternyata Tidak Seindah yang Dibayangkan

19 Agustus 2026
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.