Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

Redaksi oleh Redaksi
31 Juli 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi warga Desa Bono, Kecamatan Tulung, Klaten, memelihara domba bukan sesuatu yang baru. Banyak warga yang sehari-hari bekerja sebagai petani sekaligus peternak. Sepulang dari sawah, mereka bisa membawa rumput untuk pakan ternak.

Kebiasaan itu sebenarnya sudah menjadi bagian dari keseharian warga. Hanya saja, tidak semua punya cukup modal untuk membeli domba sendiri. Sementara itu, tenaga untuk merawat dan mencari pakan sebenarnya sudah mereka miliki. Kondisi inilah yang kemudian dilihat Karang Taruna Mahatva Kirana sebagai peluang untuk membantu warga.

Iklan

Pada 2022, mereka memulai program penggaduhan dengan menggulirkan 100 ekor domba kepada 20 peternak. Masing-masing mendapat lima ekor domba betina untuk dipelihara dan dikembangbiakkan selama maksimal dua tahun.

Skemanya cukup sederhana. Setelah dua tahun, peternak mengembalikan lima ekor domba sebagai modal awal ditambah satu ekor. Selebihnya menjadi milik peternak. Jadi, jika lima domba tersebut berkembang menjadi belasan ekor, warga tidak perlu menyerahkan semuanya kembali.

Bukan Sekadar Ternak Domba

“Yang kita titikberatkan keuntungan lebih banyak ke peternak,” kata Afif, pengurus Karang Taruna Mahatva Kirana.

Karena itu, mereka tidak menyebut program tersebut sebagai bisnis biasa, melainkan bisnis sosial. Karang Taruna tidak mengejar keuntungan besar. Yang mereka cari adalah bagaimana warga yang sebelumnya tidak punya modal bisa memiliki ternak sendiri.

Program itu kemudian terus berkembang. Dari 100 ekor domba pertama, kini sekitar 48 peternak telah terlibat dengan total 240 ekor domba yang digaduhkan. Jika dihitung bersama anak-anak domba yang lahir dan berkembang di tangan warga, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 1.000 ekor.

Sebagian domba tentu sudah dijual. Ada yang digunakan untuk biaya pendidikan anak, kebutuhan rumah tangga, atau kebutuhan lain yang lebih mendesak.

Bagi Narwanto, Ketua Karang Taruna Mahatva Kirana, justru di situlah keuntungan terbesar program tersebut. Bukan berapa banyak uang yang masuk ke kas Karang Taruna, tetapi berapa banyak warga yang akhirnya memiliki aset sendiri.

Modal program ini juga bukan berasal dari kantong Karang Taruna. Mereka berkolaborasi dengan pemerintah desa dan Bumdes melalui skema penyertaan modal untuk program ketahanan pangan.

Tak Berhenti di Penggaduhan

Kini programnya mulai dikembangkan. Selain penggaduhan, mereka membuat kandang komunal untuk breeding dan mengembangkan penggemukan domba. Harapannya, peternakan tidak hanya menjadi tabungan warga, tetapi juga bisa ikut menjaga ketersediaan daging di desa.

Lima ekor domba mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang sebelumnya tidak punya modal, lima ekor itu bisa menjadi awal untuk memiliki ternak sendiri.

Tags: kabupaten klatenkalcersokkarang tarunaklatenpeternakan domba


Terpopuler Sepekan

Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

Banyak Lulusan S1-S3 Nganggur Bukan Cuma karena Lapangan Kerja, Tapi Ada Juga Dua Masalah yang Jarang Disadari

19 Agustus 2026
InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata.MOJOK.CO

InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata

18 Agustus 2026
Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 MOJOK.CO

Memaknai “LAKU” dalam Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026: Sejauh Mana Bermanfaat dalam Ekosistem Sastra

19 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.