Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
28 April 2026
A A
kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO

Ilustrasi - driver ShopeeFood (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Memberi tip kepada kurir makanan di ShopeeFood, tidak bikin saya miskin. Angka yang tak seberapa itu, bagi mereka, adalah sebuah kebahagiaan tersendiri.

***

Iklan

Jujur saja, saya belum termasuk golongan orang yang mapan secara finansial. Pendapatan bulanan saya masih masuk kategori pas-pasan. 

Karena sadar diri dengan kondisi dompet, saya sering mengandalkan promo-promo di aplikasi pesan antar makanan, seperti ShopeeFood. Tapi, kalau tidak ada diskon yang lumayan besar, saya lebih memilih mencari makan sendiri ke luar.

Saya juga mau mengakui satu hal: dulunya, saya sangat malas memberi tip kepada kurir makanan.

Logika saya waktu itu sederhana: saya ini kan juga sedang berhemat, kenapa harus mengeluarkan uang tambahan? Toh, sang kurir sudah mendapat bayaran dari ongkos kirim lewat aplikasi. 

Memberi tip rasanya seperti pengeluaran sukarela yang memberatkan untuk orang yang gajinya cuma numpang lewat seperti saya.

Dipuja laiknya bos hanya karena memberi tips 5 ribu ke kurir makanan ShopeeFood

Namun, sebuah kejadian sederhana mengubah pola pikir saya.

Suatu hari, saya menemukan promo yang sangat lumayan di aplikasi. Seporsi makanan yang harga aslinya Rp41.000, terpotong diskon besar-besaran menjadi hanya Rp25.000. Saat melihat layar total pembayaran, otak hitung-hitungan saya mulai mikir keras. 

Kalau saya menambahkan tip Rp5.000 untuk kurir, uang yang keluar dari dompet saya baru Rp30.000. Saya masih merasa “untung” sebelas ribu dari harga normal. Karena merasa tidak ada ruginya, saya pun berencana memberi tip Rp5.000 di aplikasi ShopeeFood.

Pengantaran hari itu cukup cepat. Saat pesanan tiba, sang kurir menyerahkan bungkusan makanan dan mengucapkan terima kasih. Sambil memberi rating bintang lima, saya juga memberi tip.

Kurir makanan yang belum beranjak tadi, tiba-tiba mengucapkan “terima kasih” berkali-kali sambil sedikit menundukkan kepala.

“Terima kasih banyak tipnya ya, Mas. Sangat membantu, semoga rezekinya selalu lancar,” katanya, dengan nada yang halus.

Saya tertegun. Sikapnya seolah-olah saya ini bos besar yang baru saja memberinya bonus jutaan rupiah. Padahal bagi saya, uang lima ribu itu sekadar sisa uang promo, bare minimum atas pelayanannya yang cepat. 

Kurir sering nombok karena parkir

Rasa penasaran saya terjawab oleh sebuah obrolan dengan seorang kurir ojek online di sebuah angkringan. Tanpa bermaksud mengeluh, ia blak-blakan soal pekerjaannya. 

“Biaya pengantaran sekarang makin turun, Mas,” kata dia. “Jarak dekat kadang saya cuma dapat tujuh ribu dari aplikasi. Kalau ambil orderan di resto yang ada tukang parkirnya, saya harus nombok buat bayar parkir. Bersihnya cuma bawa lima ribu.”

Hitungan matematis yang sangat tipis itu seketika menampar saya.

Kondisi ini semakin dipertegas berdasarkan data dari berbagai laporan riset tentang kesejahteraan pekerja gig economy di Indonesia. Data menunjukkan, dengan status sebagai “mitra”, para kurir tidak memiliki gaji pokok bulanan layaknya pekerja kantoran. 

Iklan

Mereka tidak mendapat asuransi ketenagakerjaan maupun tunjangan operasional. Biaya bensin, kuota internet, servis motor bulanan, hingga uang parkir di restoran sepenuhnya ditanggung dari kantong mereka sendiri.

Di titik inilah logika saya terbuka lebar. Pantas saja kurir sebelumnya begitu bersyukur dan berterima kasih berkali-kali untuk tip Rp5.000 yang saya berikan.

Di tengah “argo” pengantaran yang dipotong biaya parkir hingga hanya tersisa lima ribu rupiah, tambahan tip Rp5.000 dari pelanggan secara tidak langsung telah membantu menambah penghasilan mereka.

Normalisasi memberi tip ke kurir ShopeeFood meski sedikit

Sejak menyadari realitas itu, saya perlahan mengubah kebiasaan. Saya mulai menormalisasi pemberian tip. Tidak harus selalu besar, cukup dengan membiasakan diri menyisihkan “ekor” dari saldo transaksi.

Misalnya, jika total pesanan saya bernilai Rp26.000, saya akan membulatkannya menjadi Rp30.000, sehingga ada sisa Rp4.000 yang masuk sebagai tip kurir. Jika tagihannya Rp27.000, saya beri tip Rp3.000. 

Bahkan terkadang, sisa saldo di aplikasi hanya memungkinkan saya memberi Rp1.000 atau Rp2.000. Berapa pun itu, saya membiasakan diri untuk menekannya.

Bagi kita, angka dua ribu, tiga ribu, atau lima ribu rupiah mungkin nominal yang sangat kecil. Uang segitu gampang sekali menguap tanpa kita sadari. 

Namun, bagi para kurir, nominal itu punya nilai yang sangat berharga. Paling tidak, bisa dipakai untuk menutupi biaya parkir di restoran agar mereka tidak nombok.

Normalisasi juga memberi “makanan ekstra” dari orderan

Seiring waktu, saya mulai mencari “siasat” dari celah promo di aplikasi seperti ShopeeFood untuk berbagi makanan.

Perlu kalian tahu, sistem promo aplikasi kadang memiliki hitungan yang unik. Ada kalanya membeli seporsi makanan seharga Rp30.000, setelah dipotong promo harganya turun menjadi Rp25.000. 

Namun, jika saya berbelanja lebih banyak dengan membeli dua porsi sekaligus, potongan promonya jauh lebih besar. Alhasil, total harga untuk dua porsi kadang hanya sekitar Rp30.000 hingga Rp35.000 saja.

Jika sedang mendapat promo seperti itu, saya memilih membeli sekalian dua porsi. Saat sang kurir tiba, saya mengambil satu porsi untuk saya, dan menyerahkan kantong berisi porsi yang satunya lagi kepadanya.

Tentu saja, saya melakukan semua ini bukan karena saya merasa tajir. Pengalaman ini malah mengajari saya satu hal penting: kita tidak perlu menunggu mapan dan kaya raya untuk sekadar bisa berbagi.

Memberi tip beberapa ribu rupiah atau menyisihkan satu porsi makanan hasil “berburu diskon” tidak akan pernah membuat kita jatuh miskin. Namun, dari nominal yang sering kita anggap receh itu, sangat berharga bagi mereka yang tiap hari terus berjuang di jalanan.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA: Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 28 April 2026 oleh

Tags: driverdriver ojoldriver shopeefoodKurirkurir shopeefoodojek onlinepenghasilan driver ojolpilihan redaksishopeefoodtiptip ke driver
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Motor Honda Verza tua itu 12 tahun menemani saya mengejar rezeki MOJOK.CO

Jok motor Honda Verza tua itu sudah sobek, tangki penyok, spion patah diserempet truk, tapi menolak pensiun menemani saya 12 tahun mengejar rezeki menembus pegunungan Banjarnegara

27 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
Perempuan pakai tas cantel di Kota Medan dicap centil karena tingkat kriminalitas yang tinggi. MOJOK.CO

Saya Bersaksi Kota Medan Tak Ramah Perempuan: Pakai Tas Centel Lebih “Hina” dibanding Pelaku Kriminal

27 Agustus 2026
Shifana, pemain Timnas U-16 Indonesia dibayangi pemain Yordania, Alma Odai di pertandingan semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Indonesia menang dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8).

Timnas Putri U-16 Indonesia Bungkam Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.