Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
23 April 2026
A A
Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO

Ilustrasi - Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api karena gaji dan pendapatan mereka tidak pasti. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pengalaman dari beberapa perjalanan di stasiun kereta api, juga cerita beberapa orang di media sosial, beberapa bulan belakangan tengah tumbuh kesadaran masif untuk saling mengulurkan tangan. Dalam konteks stasiun kereta api, beberapa penumpang mulai membiasakan diri menormalisasi menggunakan jasa porter untuk membawa barang bawaan. 

 

Iklan
Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Novi Rischa (@novirischaa)

Kesadaran warga tolong warga, karena negara belum tentu punya waktu untuk memikirkan

Ada banyak alasan kenapa banyak orang berbondong-bondong menormalisasi jasa pakai porter di stasiun kereta api. Yang paling krusial adalah: situasi ekonomi semakin tidak menentu. 

Nasib para pekerja informal seperti porter menuju rentan miskin. Sebab, mereka bekerja tanpa upah tetap. Jaminan kesejahteraan sosial dan masa tua pun tidak ada. 

Negara rasa-rasanya tidak cukup waktu untuk memikirkan nasib mereka dengan serius. Prioritas saat ini adalah realisasi sebuah program yang…. ah, teman-teman pembaca pasti sudah tahu tanpa harus disebut secara gamblang di sini. 

Dari situ tumbuh kesadaran organik yang mengharukan. Obrolan dan video-video di media sosial tentang “normalisasi” ini sampai membuat saya menangis bercucuran di ruang kantor bagian atas. 

Kesadaran organik itu berupa: sudah semestinya, mereka yang punya kelebihan rezeki dan punya nasib yang sedikit lebih baik, menolong mereka yang untuk makan besok saja belum ada jaminan meskipun sudah kerja keras siang-malam seperti para porter stasiun. 

Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta: ada keluarga yang menunggu di rumah untuk segenggam nafkah

Salah satu penumpang yang belakangan menormalisasi pakai jasa porter stasiun adalah Safia (28), perempuan Bekasi yang kerap bepergian menggunakan kereta api di rute Bekasi-Jogja. 

Safia sempat mengira bahwa porter stasiun punya gaji tetap. Karena mereka berseragam resmi. Namun, setelah tahu kalau ternyata pemasukan porter mengandalkan penggunaan jasa mereka, itu sangat menyentuh nurani Safia. 

Apalagi, teramat sering Safia menyaksikan wajah pias—campuran antara harapan dan putus asa—saat para porter mondar-mandir di stasiun kereta api demi mendapat penumpang yang sudi memakai jasanya. 

Bahkan tidak jarang ia melihat porter-porter yang hanya berdiri lesu: menanti “rezeki datang tanpa disangka”, barangkali ada penumpang yang dengan kesadaran penuh menghampirinya agar barangnya dibawakan. 

“Paling nggak bisa lihat bapak-bapak tua. Dulu kukira mereka digaji kan. Tapi sekarang aku mencoba melihat dari POV mereka. Mereka itu sesusah itu nyari nafkah. Dan nafkahnya ditunggu keluarga di rumah,” ucap Safia, Rabu (22/4/2026). 

Baca lanjutannya di halaman berikutnya…

Pakai jasanya meski bisa bawa barang sendiri, sadar kalau Rp50 ribu itu tidak bikin rugi tapi justru belum seberapa 

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 23 April 2026 oleh

Tags: jasa porter stasiunkereta apipilihan redaksiporter lempuyanganporter stasiunporter stasiun keretaporter tugustasiun jogjastasiun keretaStasiun LempuyanganStasiun Tugutarif porter stasiun
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Cuaca ekstrem, memanen air hujan.MOJOK.CO

Memanen Air Hujan Seperti Orang Desa Dianggap Budaya Jorok dan Terbelakang, padahal Bisa Menjadi Penyelamat Saat Kekeringan 

17 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Pesan veteran Indonesia di momen kemerdekaan. MOJOK.CO

Dari Veteran Indonesia ke Generasi Muda yang Pesimis Rayakan Kemerdekaan: Bacalah Buku Sejarah!

19 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026
No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius MOJOK.CO

No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius

17 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 MOJOK.CO

Memaknai “LAKU” dalam Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026: Sejauh Mana Bermanfaat dalam Ekosistem Sastra

19 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.