Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Hanya Punya 1 Kaki, Jadi Kurir JNE untuk Hidup Mandiri hingga Bisa Kuliah dan Jadi Atlet Berprestasi

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
16 Desember 2025
A A
Sirilus Siko (24). Jadi kurir JNE di Surabaya, dapat beasiswa kuliah kampus swasta, dan mengejar mimpi menjadi pemain sepak bola amputasi MOJOK.CO

Ilustrasi - Sirilus Siko (24). Jadi kurir JNE di Surabaya, dapat beasiswa kuliah kampus swasta, dan mengejar mimpi menjadi pemain sepak bola amputasi. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hanya punya satu kaki, menjadi kurir JNE, hingga kuliah di sebuah kampus swasta di Surabaya secara gratis (melalui beasiswa) berkat bakat sepak bola. Ia juga menjadi salah satu pemain andalan Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia. Begitu lah kehidupan penuh kegigihan dalam mengejar mimpi dari Sirilus Siko (24).

Hanya punya satu kaki, tapi akrab dengan lapangan sejak kecil

Rilus—sapaan akrabnya—lahir di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi disabilitas pada kaki kanan telah ia hadapi sejak kecil.

Meski begitu, Rilus justru amat menggemari sepak bola. Sejak usia lima tahun ia sudah akrab dengan lapangan. Di sana ia bahkan bermain dengan teman-temannya yang non-disabilitas.

“Mereka mungkin melihat saya kasihan, tapi dari diri saya sendiri tidak ada rasa takut. Saya main bola pakai tongkat,” ungkap Rilus, Sabtu (13/12/25), dalam wawancara bersama kampus swasta tempatnya kini kuliah: Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA).

Ia tak mau kondisinya tersebut menjadi penghalang untuk mengejar apa yang ia inginkan. Oleh karena itu, selepas lulus SMA di Ende, Rilus mulai aktif mencari informasi tentang sepak bola amputasi melalui media sosial. Dari sana ia mengetahui keberadaan komunitas sepak bola amputasi di Surabaya.

Jalan terbuka usai hijrah ke Surabaya

Kecintaan Rilus dengan sepak bola sudah amat mandarah daging. Ia merasa sepak bola—melalui sepak bola amputasi—adalah jalan hidup yang harus ia ambil. Maka, tanpa ragu sedikit pun, Rilus memutuskan hijrah ke Kota Pahlawan.

Saat itu komunitas sepak bola amputasi Surabaya belum memiliki sekretariat tetap. Tapi Rilus yakin bahwa melalui komunitas tersebutnya, kegemarannya dengan sepak bola bisa membawanya meraih impian.

Setiba di Surabaya, Rilus disambut dengan hangat oleh para pengurus komunitas sepak bola amputasi. Ia kemudian mulai mengikuti latihan secara rutin dan mengerahkan kemampuan terbaiknya.

Sirilus Siko (24). Jadi kurir JNE di Surabaya, dapat beasiswa kuliah kampus swasta, dan mengejar mimpi menjadi pemain sepak bola amputasi MOJOK.CO
Sirilus Siko (24). Jadi kurir JNE di Surabaya, dapat beasiswa kuliah kampus swasta, dan mengejar mimpi menjadi pemain sepak bola amputasi. (Dok. UMSURA)

Usahanya berbuah manis. Rilus berhasil lolos seleksi dan dipercaya memperkuat Tim Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia dalam ajang Artalive Challenge Cup 2023 di Malaysia.

Turnamen tersebut menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Indonesia keluar sebagai juara. Dalam turnamen itu pun Rilus turut menyumbangkan satu gol meski bermain di posisi winger yang menuntut fisik kuat dan mobilitas tinggi.

Menjadi kurir JNE di Surabaya untuk hidup mandiri

Sepulang dari Malaysia, Rilus kembali ke Surabaya.

Di tengah hiruk-pikuk Kota Pahlawan dan jauh dari keluarga, Rilus berusaha hidup mandiri. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja sebagai kurir pengiriman di JNE.

Syukurnya, pihak perusahaan tidak mempermasalahkan kondisi disabilitas Rilus. Justru memberi dukungan kepadanya.

Dalam kesehariannya menjadi kurir JNE, Rilus menggunakan motor modifikasi khusus disabilitas kaki untuk mengantar barang.

Iklan

Di samping kesibukan menjadi kurir JNE, Rilus masih tetap fokus latihan sepak bola. Sebab, masih ada target-target lain yang harus ia kejar di ajang sepak bola amputasi.

“Sekarang saya fokus bersama tim nasional amputasi yang akan berlaga di Kejuaraan Sepak Bola Amputasi Asia 2025 di Bangladesh. Mohon doa dan dukungannya,” katanya.

Dapat beassiwa di kampus swasta berkat bakat dan prestasi di sepak bola amputasi

Prestasi di dunia olahraga juga membuka pintu baru bagi Rilus di bidang pendidikan. Ia menerima beasiswa atlet secara penuh dari UMSURA, salah satu kampus swasta di Surabaya. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum UMSURA semester lima.

Beasiswa tersebut ia terima sebagai bentuk apresiasi atas pencapaiannya: Melawan keterbatasan dengan bakat yang ia miliki.

Tentu saja Rilus antusias dan tak mau menyia-nyiakan beasiswa kuliah tersebut. Sebab, bagi Rilus, kuliah bukan sekadar mengejar gelar akademik, tetapi juga investasi masa depan.

Atas kesempatan kuliah dengan beasiswa itu, Rilus mantap memilih jurusan hukum. Pasalnya, Rilus berharap kelak ia dapat ikut memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas agar lebih diperhatikan dalam kebijakan dan perlindungan hukum.

Di lingkungan kampus, Rilus pun dikenal sebagai mahasiswa yang tekun, rendah hati, dan inspiratif. Ia mampu membagi waktu antara kuliah, latihan bersama tim nasional, dan pekerjaannya sebagai kurir JNE. Semangatnya menjadi teladan bagi banyak orang, terutama mahasiswa lain.

Menatap hari-hari depan

Perjalanan hidup Rilus yang menginspirasi membuat namanya masuk dalam nominasi Santini JMTV Awards 2025. Yakni sebuah ajang apresiasi bagi atlet, pelatih, pegiat, hingga pelaku industri olahraga di Indonesia.

Santini JMTV Awards tahun ini menghadirkan 21 kategori, termasuk kategori paralimpik, sebagai bentuk pengakuan terhadap perjuangan dan prestasi insan olahraga dari berbagai cabang. Nama Rilus menjadi salah satu yang mencuri perhatian lewat kiprahnya di sepak bola amputasi.

Masih banyak hal yang hendak Rilus kejar di hari-hari depan. Banyak prestasi tak membuatnya lantas lekas berpuas diri. Terutama di sepak bola amputasi.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Jalan Tak Terduga Atlet Para-Badminton: Berhasil Mengharumkan Nama Negara Setelah Kehilangan Satu Kaki di Usia Remaja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 16 Desember 2025 oleh

Tags: beasiswabeasiswa atletbeasiswa kuliahJNEkampus swastakampus swasta surabayaKurirkurir jnesepak bola amputasiSurabayaumsurauniversitas muhammadiyah surabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Tabiat penumpang KA Sri Tanjung yang bikin jengkel KA Sancaka. MOJOK.CO
Catatan

User Kereta Eksekutif Jengkel dengan Tingkah Random User Kereta Ekonomi, Turun di Stasiun Langsung Dibikin “Prengat-prengut”

14 April 2026
kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO
Sekolahan

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO
Sekolahan

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO
Catatan

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Habis Doa Langsung Goyang- Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri MOJOK.CO

Habis Doa Langsung Goyang: Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri

17 April 2026
Suzuki Satria FU, motor yang pernah bikin penunggangnya merasa paling tampan tapi kini memalukan MOJOK.CO

Suzuki Satria FU: Dulu Motor yang Bikin Tampan dan Idaman Pasangan, Tapi Kini Terasa Jamet dan Memalukan

22 April 2026
mabar game online.MOJOK.CO

Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar

23 April 2026
Pasang WiFi IndiHome di kos. MOJOK.CO

Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri

22 April 2026
4 jenis pengendara motor di pantura seperti Rembang yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya MOJOK.CO

4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!

23 April 2026
Pertamax Turbo Naik, Curiga Pertamax dan Pertalite Langka Stres

Kata Siapa Pemakai Pertamax Turbo Nggak Ngamuk Melihat Kenaikan Harga? Saya Juga Stres karena Curiga Pertamax dan Pertalite Akan Jadi Barang Langka

19 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.