Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Mending Kerja di Bali daripada Jogja, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah

Kenia Intan oleh Kenia Intan
30 Maret 2026
A A
Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah Mojok.co

Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah (unsplash.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kalian pilih kerja di Jogja atau di Bali?

Orang Jakarta sering mengeluhkan ritme kerja orang Jogja yang lambat. Keluhan sudah banyak dibahas di Mojok, salah satunya di tulisan Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan yang punya begitu banyak pembaca pekan lalu. 

Iklan

Membaca tulisan itu teman saya hanya berkomentar santai, “Belum tahu Bali aja.” Teman saya yang pernah bekerja di Bali selama hampir 2 tahun mengaku bekerja di Pulau Dewata tidak jauh berbeda dengan Jogja. Bahkan, menurutnya, menjadi bekerja Bali lebih santai daripada di Jogja dengan bonus biaya hidup murah.

Biaya hidup di Bali ternyata terjangkau

Awal saya kaget mendengar testimoni kawan saya soal biaya hidup di Bali yang ternyata terjangkau. Ya gimana ya, Bali yang saya tahu itu kota wisata yang sangat hidup dan banyak dikunjungi wisatawan balik dari dalam maupun luar negeri. Saya mengira hidup di sana akan mencekik karena banyak orang menginginkan menghabiskan waktu di sana. 

Akan tetapi, saya keliru, biaya hidup di Bali ternyata masih masuk akal. Biayanya jauh lebih rendah daripada Jakarta dan mirip-mirip dengan Jogja. Bahkan, ada beberapa biaya yang lebih murah dari Kota Pelajar, harga kos-kosan misal. 

Kawan saya ini ngekos di tahun 2022 di area Kerobokan, Badung. Daerah yang cukup strategis dan berbatasan langsung dengan Seminyak, Canggu, dan Umalas. Di tahun itu dengan duit Rp650 ribu sudah bisa menyewa kamar kos. Memang fasilitasnya tidak mewah, hanya kamar kosongan non-AC dengan kamar mandi dalam. Namun, itu semua sudah cukup, terlebih kalau kalian adalah fresh graduate yang sedang merintis dengan motto hidup bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian. 

Biaya kost yang terjangkau juga pernah disinggung di salah satu liputan Mojok sebelumnya dengan judul Nekat Kerja di Bali Membuat Sadar, Biaya Hidup di Jogja Terlalu Mahal untuk Gaji yang Memprihatinkan. Di liputan itu disebutkan, pada 2023, harga kost Rp1,3 juta sudah dapat kos lengkap dengan isinya dan ber-AC. Padahal, di tahun yang sama di Jogja, kos dengan fasilitas seperti itu bisa kena Rp1,5 juta.

Tidak hanya soal tempat tinggal, soal makanan pun banyak pilihan yang ramah di kantong. Biaya makan memungkinkan ditekan hingga Rp20.000 per hari. Kalian kaget? Saya juga! Saat mode ngirit, teman saya biasanya sarapan nasi jinggo Rp5.000, makan siang nasi bungkus seharga Rp10.000, dan makan malam nasi jinggo lagi. Total Rp20.000 saja, tapi ingat ini tahun 2022 ya. Sekarang mungkin lebih dari itu ya, tapi katanya masih tergolong murah kok. 

Pace kerja dan suasana mirip Jogja, santai

Hal lain yang membuat kerja di Bali tampak menarik adalah suasananya yang mirip Jogja. Jalanan di sana tidak banyak yang lebar seperti jalanan di Jakarta, tapi lebih sempit seperti jalanan di Jogja. Lalu lintas Bali padat, tapi tidak separah Jakarta. Walau memang, di waktu-waktu tertentu seperti liburan, lalu lintasnya nggilani. Tapi, ada saat-saat pulang kantor masih lengang dan bisa jajan penjual kaki lima di pinggir jalan dengan murah meriah. 

Selain lingkungan tempat kerja, pace kerja pekerja Bali mirip dengan Jogja. Pekerjanya cenderung santai dan berkepala dingin, apalagi dibanding dengan pekerja Jakarta yang cenderung sat-set dan sepaneng. 

Kehidupan yang cenderung selow diperkuat dengan banyaknya hari libur atau dispensasi bagi orang Bali untuk melaksanakan sembayang. Pendatang yang tidak beragama Hindu memang tidak dapat hari libur atau dispensasi yang jumlahnya  banyak ini. Namun, vibes santai ala hari libur turut terasa. 

Poin plus lain jadi pekerja di Bali, di akhir pekan atau hari libur, kalian tidak perlu susah-susah mencari hiburan. Semua tempat wisata mudah dijangkau dalam waktu kurang dari dua jam. Terlebih kalau kalian tinggal di daerah-daerah wisata seperti kawan saya di Kerobokan. Hal lain yang bikin betah, orang Bali itu aslinya ramah-ramah. Kesan awal mungkin memang cuek, terlebih terhadap perantau. Tapi, kalau kita sudah melebur dan menghargai budaya di sana, mereka akan sangat welcome dan hangat.

Sayangnya, karena satu dan lain hal, kawan saya ini harus meninggalkan pekerjaannya di Bali. Dan, hingga detik ini dia sudah bekerja di Jogja, dia kadang masih saja kangen jadi pekerja Bali. Soal gaji, memang dua tempat ini tidak menawarkan upah setinggi kerja di Jakarta. Namun, soal ketenangan batin selama hidup dan bekerja, dua tempat ini bisa jadi pilihan. 

Iklan

Penulis: Kenia Intan
Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2026 oleh

Tags: BaliJogjakerjakota wisatamerantaupekerja jogjaperantauperantauan
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO
Sekolahan

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Titi terendah perempuan: bawa bocil saat naik kereta api MOJOK.CO

Titik Terendah Ibu saat Naik Kereta Api Bawa Bocil: Mental Terguncang Bukan karena Bocil Tantrum tapi Mulut Jahat Sesama Perempuan

27 Juli 2026
Ratusan anak di Sidoarjo terpapar HIV AIDS dan pentingnya periksa kesehatan sebelum menikah MOJOK.CO

Pentingnya Tes Kesehatan sebelum Menikah, Bukan untuk Ragukan Pasangan tapi Cegah HIV/AIDS seperti Kasus Ratusan Anak di Sidoarjo

29 Juli 2026
Penggagalan perdagangan ilegal burung di Tanjung Perak Surabaya. Satwa dilindungi dimasukkan boks sampai ada yang mati MOJOK.CO

Penggagalan Perdagangan Ilegal Burung di Tanjung Perak Surabaya, Satwa Dilindungi Dimasukkan Boks sampai Ada yang Mati

30 Juli 2026
Akademisi UGM kritik RUU Sisdiknas karena belum menjawab tantangan pendidikan nasional di masa mendatang MOJOK.CO

RUU Sisdiknas Dinilai Belum Jawab Tantangan Pendidikan hingga Menyoal Relevansi Perguruan Tinggi Kedinasan

28 Juli 2026
kesehatan mental dan stigma odgj mojok.co

Indonesia Darurat Depresi pada Remaja: Jangan Pernah Takut Mencari Bantuan Masalah Kesehatan Mental

31 Juli 2026
Pengelolaan sampah di TPA Troketon oleh Pemkab Klaten. MOJOK.CO

Geliat TPA Troketon: Berpacu dengan Waktu Menjinakkan Bau Sampah dan Air Lindi Jadi Tempat yang Ramah Lingkungan

29 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.