Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Nekat Kerja di Bali Membuat Sadar, Biaya Hidup di Jogja Terlalu Mahal untuk Gaji yang Memprihatinkan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
19 Maret 2024
A A
kerja di bali lebih enak dari jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi kerja di Bali (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setelah 7 tahun kuliah di Jogja, Daus (26) memilih kerja di Bali. Pulau Dewata sejak lama sudah jadi destinasi impiannya untuk bekerja. Sejauh ini, ia merasa bahwa Bali memberikan kenyamanan lebih ketimbang Jogja.

Bagi Daus, kuliah di Jogja selama 7 tahun membuatnya sudah cukup bosan dengan kehidupan di kota ini. Namun, ia masih butuh kota dengan ritme yang tidak terlalu cepat. Jakarta bukan jadi tujuannya meski kebanyakan teman-teman fresh graduate memilih ke sana.

Iklan

“Bali jelas bukan tujuan teman-temanku yang fresh graduate. Kebanyakan ke Jakarta tapi di sana seperti tua di jalan. Melelahkan kalau denger cerita dari teman-teman,” katanya.

Studi Daus terbilang agak molor. Ia baru lulus kuliah di semester 14 pertengahan 2023 silam. Selanjutnya, ia wisuda pada Oktober tahun yang sama. Mengirim berbagai lamaran kerja dan akhirnya keinginannya ke Bali terpenuhi setelah sebuah perusahaan menerima.

“Pokoknya aku di bidang teknologi. Mulai kerja dari Januari 2024 ini,” terangya.

Kerja di Bali yang mengagetkan lulusan Jogja

Sejak awal, Daus memang sudah paham bahwa Bali lebih mengakomodasi beragam latarbelakang. Jogja memang daerah pariwisata namun kunjungan wisatawan mancanegara-nya tak sebanyak Pulau Dewata.

“Jogja sebenarnya ya beragam tapi Bali lebih itu lebih berwarna lagi karena banyak pendatang dari luar negeri juga,” tuturnya.

Satu hal yang membuat heran adalah soal biaya hidup. Mulai dari biaya sewa kos yang baginya relatif tidak terlalu mahal. Ia kos di Gianyar, mencari lewat Google Maps karena tiba di sana mepet waktu mulai bekerja. Namun, ternyata ia masih bisa dapat harga yang bahkan menurutnya lebih murah dari Jogja.

“Aku dapat kos pakai ac, sudah isian, cuma Rp1,3 juta. Kalau di Jogja, dengan lokasi sesatregis ini dari berbagai titik penting, minimal Rp1,5 juta lah,” paparnya.

Selain itu, hal lain yang agak di luar ekspektasinya adalah biaya makam hingga wisata. Ia kira, Bali lebih mahal dari Jogja untuk dua urusan tersebut.

“Makan sama saja harganya dan  wisata beberapa pantai paling cuma Rp2000 masuknya. Tukang parkir banyak tapi tertib, motor ya mayoritas Rp1000 nggak kaya di Jogja,” kelakarnya.

Bali.MOJOK.CO
Ilustrasi Bali (Unsplash)

Paling-paling, hal yang mirip adalah soal transportasi publik. Sulit untuk merantau ke Bali tanpa punya kendaraan pribadi. Sehingga, Daus pun beli motor baru saat tiba di sana.

Baca halaman selanjutnya…

Hidup 2 bulan di Bali baru menyadari betapa konyolnya Jogja

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 20 Maret 2024 oleh

Tags: BaliJogjakarierkerja di baliKuliah Jogja
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.