Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

iPhone Wajib Dibeli demi Gengsi, meski Dapat yang Replika atau iPhone HDC

Banyak banget yang nyinyirin pemilik iPhone HDC, padahal keputusan pembelian mereka itu sesuai tujuan.

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
17 November 2021
A A
ilustrasi iPhone Wajib Dibeli demi Gengsi, meski Dapat yang Replika atau iPhone HDC mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Seberapa jengkelnya kita karena dunia ini dikuasai iPhone, sadarlah bahwa yang beli iPhone HDC atau versi replika itu langkah cerdas.

Kita perlu menyepakati bahwa iPhone adalah salah satu pabrikan hape yang punya nilai gengsi melebihi pabrikan lain. Nggak peduli ada Android yang harganya jauh lebih mahal dan fiturnya lebih canggih, secara umum orang Indonesia sudah mendewakan iPhone sejak lama. Menyebalkan memang, namanya juga society~

Ada sebuah pengalaman menarik yang perlu saya ceritakan sebagai mantan admin di toko hape. Ya, saya pernah bekerja paruh waktu di sebuah online shop dan menjual puluhan unit ponsel setiap harinya. Di antara orang-orang yang beli Android dan iPhone, tentu ada saja yang cari iPhone HDC.

FYI, HDC adalah singkatan dari high detailed copy, alias replika, alias super copy, alias king copy, apa pun deh sebutannya yang jelas ini versi KW-nya hape-hape mahal. Menjual barang iPhone HDC dan Samsung HDC memang lumayan menguntungkan. Dengan kisaran harga Rp1-3 juta, pelanggan sudah dapat ponsel yang persis sama kayak iPhone dan Samsung, penjual juga dapat untung lumayan karena persaingan harganya tidak seketat hape original. Bedanya, mesin dalam hape replika itu pakai sistem operasi Android versi lumayan kacrut. Kocak memang.

Sebetulnya saya pribadi kadang sebal menjual barang seperti ini. Memang menguntungkan, tapi bakal banyak sekali komplain di kemudian hari. Banyak yang mengklaim garansi dan maksa minta ganti baru. Tentu saja ini merepotkan karena sebagai admin saya harus bolak-balik periksa barangnya, apakah kerusakannya bisa diatasi, apakah kerusakannya karena kesalahan pengguna, dst. dst. Lama-lama waktu saya habis buat mengurus transaksi hape replika yang nilainya tak seberapa.

Yang bikin heran, pelanggan iPhone HDC nggak pernah habis. Walaupun Samsung HDC juga ada, replika iPhone tetap yang paling banyak diminati. Sesekali pelanggan minta dikasih tahu beda tampilannya, sesekali juga ada yang salah paham dan mengira iPhone HDC itu seri khusus pabrikan Apple dan berujung protes karena tampilan software-nya Android. Hadah!

Tapi, di balik itu semua, membeli iPhone HDC karena alasan gengsi sebetulnya layak dibenarkan. Sebuah langkah cerdas dan praktis untuk bisa diterima secara instan dalam pergaulan. Gini ya, gengsi itu kan bukan sesuatu yang urgent begitu. Ya sudah, kasih makan gengsimu dengan sesuatu yang effortless. Pengin iPhone, tapi uangnya belum cukup dan keburu digerogoti gengsi? Beli versi replika atau HDC aja, beres.

Minimal sudah bisa mirror selfie dan nggak malu ngeluarin hape pas reunian. Lho ini penting. Ketimbang beli iPhone kredit dan nggak kuat bayar tiap bulan, ketimbang dibelain utang ke sana kemari cuma demi dapat logo apel kegigit, mendingan beli iPhone HDC nggak sih?!

Banyak banget orang yang nyinyirin pelanggan yang beli iPhone HDC, itu keniscayaan sih. Meskipun sebagian dari keputusan beli hape replika adalah langkah cerdas. Sebagai penjual sebenarnya dulu saya cuma sebal sama pelanggan HDC yang rewel, yang berharap versi KW-nya bisa secanggih versi aslinya. Padahal itu nggak mungkin. 

Membeli replika ponsel bakal memberikanmu pengalaman serasa punya hape mahal dengan harga murah. Untuk mendukung tujuan mulia ini, pabrikan replika ponsel fokus pada detail tampilan ponsel. Mau nyontek iPhone 12 Pro Max, ya mereka fokus meniru tampilan boba-bobanya, fokus pada bodi, fokus pada bagaimana tampilan luar. Soal mesinnya, nggak usah berekspektasi. 

Lagi pula, kalau cuma ngasih makan gengsi, urusan mesin harusnya dipikir belakangan. Beli iPhone HDC dengan sistem operasi Android kacrut ya wajar. Sebab, mesin adalah soal pengalaman memakai, bukan pengalaman pamer hape baru di lingkar pertemanan.

Oleh karena itu, tepat ketika kalian tak tahan karena gengsi pakai Xiaomi, lalu memutuskan beli iPhone HDC. Jalan pintas agar dipandang sebagai orang berkelas itu memang ada dan nggak sulit. Gegayaan doang mah nggak usah yang mahal, rugi nantinya. Kecuali kalau kalian pengin beli iPhone karena user experience-nya, karena sistem operasinya, karena fitur-fitur kerennya, ya jangan beli replika dong.

Mau bilang bahwa beli KW nggak menghargai brand asli dan bisa melanggar aturan? Ah, kayak orang-orang Indonesia pernah peduli sama hal ini aja sih. *POV kang bakso lewat*

BACA JUGA 4 Karakter Orang yang Nggak Cocok Pakai iPhone dan artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 17 November 2021 oleh

Tags: barang KWiPhoneiphone HDCkonterreview hpSamsungTeknologi
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Beli produk hp Apple, iPhone
Urban

Pengguna iPhone Ingin “Naik Kelas” Bikin Muak, Gaya Elite padahal Dompet Sulit

22 April 2026
iPhone 6 dan 7 lebih diminati gen Z
Catatan

iPhone Jadul Bangkit Kembali Berkat Gen Z, Kualitas Foto “Tak Sempurna” Malah Dianggap Unggul daripada Keluaran Terbaru

20 April 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android
Catatan

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
Orang Jakarta pilih bayar iPhone dengan cicilan
Urban

Tren “Aneh” Orang Jakarta: Nyicil iPhone Bukan karena Butuh, Alasannya Susah Dipahami Orang Miskin

14 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026
Minyak wangi cap lang lebih bagus dari FreshCare. MOJOK.CO

Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

27 April 2026
Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 undang pecinta sepeda dari seluruh negeri hingga internasional MOJOK.CO

Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara

28 April 2026
Amplop nikahan jadi kebingungan untuk fresh graduate di Jakarta

Dilema Hadiri Nikahan Rekan Kerja di Jakarta, Gaji Tak Seberapa tapi Gengsi kalau Isi Amplop Sekadarnya

24 April 2026
Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.