Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Dear Pak Prabowo, Kucing Memang Teman Terbaik Ketimbang Manusia

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
23 April 2019
A A
Prabowo dan kucing MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mulai dari pembisik yang menyesatkan, sampai partner yang konon nggak mau diajak “deklarasi kemenangan 62 persen”, Pak Prabowo, temenan sama kucing saja.

Saya sih nggak tau pastinya. Ada sebuah anggapan yang populer di mata masyarakat yaitu, baik Pak Prabowo maupun Pak Jokowi itu orang baik. Dua orang yang bersaing untuk posisi RI 1 itu, pada dasarnya, adalah orang yang tak ingin berkonflik. Namun, keduanya menjadi “orang jahat” di mata lawan masing-masing, dan mereka yang “netral” di Pilpres 2019 ini.

Salah satu sebabnya adalah keberadaan para pembisik. Mereka ini dianggap berhasil menginjeksikan nasihat-nasihat yang sebetulnya merugikan. Keberadaan para pembisik ini tidak terlihat di depan kamera atau disebut namanya di antara lembar-lembar esai jurnalis yang tayang tiap minggu. Mereka, orang-orang dengan pengaruh besar, ada di belakang layar.

Salah satunya adalah ketika, konon, Kiai Ma’ruf Amin bukan pilihan pribadi Jokowi. Petahan ingin orang lain, tapi demi mengimbangi kekuatan “agamis” di kubu Prabowo, nama Kiai Ma’ruf Amin yang didapuk mendampingi. Demikian juga ketika Ijtima Ulama, Prabowo sebetulnya direkomendasikan berpasangan dengan beberapa nama ulama. Namun, Prabowo berani “menolak” hingga akhirnya Sandiaga Uno yang maju.

Begitu juga dalam setiap pengambilan keputusan. Masing-masing dipengaruhi oleh pembisik. Dan, pada titik tertentu, nama keduanya jadi jelek setelah mencoba mewujudkan saran dari “para pembisik”.

Ini anggapan umum saja, lho. Bukan kesimpulan yang saya bikin sendiri. Oleh sebab itu, terutama untuk Pak Prabowo yang untuk sementara kalah di versi hitung cepat, lebih baik fokus dengan kucing saja. Maksud saya, ketimbang manusia yang punya tendensi tidak baik, lebih baik berpolitik ditemani hewan berkaki empat saja.

Saya sedikit heran, pada awalnya, untuk kemudian mencoba memahami ketika Pak Prabowo menyebut kucingnya yang bernama Bobby dengan: “How are you, Mister Vice President?”

Kalimat ini muncul di kediaman Prabowo di malam “deklarasi 62 persen itu”. Tempo, bukan imajinasi saya, menulis demikian:

“Sekitar pukul 22.00, Prabowo kembali menampakkan diri. Kali ini, ia menggendong kucing peliharannya yang bernama Bobby the Cat. Dari Lantai dua, ia menyorong-nyorongkan kucingnya ke arah tetamu yang menengadah. “How are you, Mister Vice President?” Kata Prabowo kepada Bobby.

Sebelum deklarasi, beredar rumor kalau capres 02 itu mengusir Sandiaga Uno. Konon, pengusiran itu dilakukan karena Sandiaga Uno menolak melakukan deklarasi, sekaligus mengingatkan Pak Prabs untuk menunggu konfirmasi resmi dari KPU saja. Marah, Ketum Gerindra itu mengusir Sandiaga Uno. Peristiwa yang bikin Sandiaga Uno tidak muncul di dalam “deklarasi 62 persen itu”.

Yang sabar ya Pak Prabowo. Memahami manusia itu butuh pendalam materi ratusan SKS. Oleh sebab itu, ketimbang manusia, lebih baik berkawan dengan kucing. Apalagi, kucing adalah hewan kesayangan Nabi.

Kucing bukan hanya hewan lucu dengan bulu halus. Mereka adalah hewan spesial. Bagi masyarakat Mesir Kuno, kucing dianggap hewan suci. Itulah kenapa mereka memiliki dewi perlindungan yang digambarkan sebagai seorang perempuan dengan kepala kucing yang jinak bernama Bastet.

Ia adalah putri dari Ra, sang dewa matahari. Dan seperti halnya kucing, Bastet pun kerap dideskripsikan memiliki dua sisi kepribadian: jinak dan agresif. Masyarakat Mesir Kuno juga telah menggunakan jasa kucing untuk menjauhkan dari tikus atau hewan pengerat lain dari lumbung penyimpan hasil panen sejak 3.500 SM silam.

Sekira 2018, arkeolog menemukan lusinan kucing yang dimumikan dan 100 patung Bastet saat menggali sebuah pemakaman kuno berusia 6.000 tahun di wilayah Saqqara, situs di tepi kompleks piramida di selatan Kairo, Mesir. Penyelidikan ilmiah terkait fungsi kucing bagi kehidupan manusia makin jelas, meski masih meninggalkan kontroversi.

Iklan

Pada 2011, tim riset American College of Epidemiology (ACE) melaporkan sebuah temuan menarik. Jadi, bayi yang sejak lahir hidup satu atap dengan hewan peliharaan (dalam hal ini selain kucing juga anjing), cenderung memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap alergi, dibanding bayi yang lahir di rumah tidak ada hewan peliharaan.

Anda tahu kalau kucing suka mendengkur? Banyak hipotesis yang mencoba mencari maksud dari dengkuran kucing. Misalnya, ungkapan rasa nyaman, meredakan stres atau keletihan, bentuk ekspresi terkait rasa takut, sedih, atau terkejut, juga menjadi semacam sarana komunikasi untuk meminta sesuatu (makan atau belaian).

Riset yang dilakukan selama 10 tahun oleh tim University of Minnesota Stroke Center, melibatkan 4.000 lebih koresponden di AS menunjukkan, dengkuran kucing dapat mengurangi risiko kematian akibat serangan jantung hingga 30 persen.

“Dengkuran kucing merupakan stimulus pendengaran yang dikaitkan orang dengan semacam kedamaian dan ketenangan,” kata Dr. Rebecca Johnson, direktur Research Center for Human Animal Interaction. “Hal itu memberi kita semacam dorongan positif mengenai apa yang akan kita lakukan dan dapat berkontribusi pada efek relaksasi.”

Manusia memang sungguh ribet. Macam dengkuran kucing pun diteliti. Sebuah sinyal menarik bagi kamu semua yang mendengkur cukup keras ketika tidur. Bisa jadi, di tengah distorsi dan chaos dengkuranmu, terdapat manfaat dahsyat untuk kesehatan pendengarnya.

Sungguh banyak manfaat yang bisa Prabowo nikmati dari menjadi pecinta kucing. Sudah bikin sistem imun meningkat, dengkurannya pun memberi efek relaksasi. Kalau manusia macam elite politik itu bikin stres, mending ganti saja jadi kucing Anggora, Pak. Sudah lebih enak dipandang mata ketika dipakaikan kancut merah, mereka juga penurut dan nggak bisikin hal aneh-aneh.

Kalau KPU sudah mengumumkan kalau Bapak kalah, jangan khawatir. Masih banyak kucing-kucing di Hambalang yang masih setia. Republik Kucing? Hmm…terdengar surgawi dan bikin relaksasi. Saya mau daftar kalau betulan terjadi.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2021 oleh

Tags: jokowikucingMa’ruf AminPilpres 2019prabowoSandiaga Uno
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda MOJOK.CO
Tajuk

Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda

4 Mei 2026
Kucing, hewan peliharaan
Catatan

Memelihara Kucing Membuat Saya Menjadi Manusia: Tak Saling Bicara, tapi Lebih Memahami ketimbang Sesama Manusia

26 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Sejumlah titik ruas jalan rusak di Jawa Tengah (Jateng) dapat perbaikan di 2026 MOJOK.CO

Jalan Rusak di Jawa Tengah Dapat Perbaikan di 2026: Rusak Berat Diprioritaskan, Pengerjaan Dilarang Asal-asalan

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.