• 190
    Shares

MOJOK.CO“Tim Bebek Sinjai”, special forces dari Mojok Institute menelusuri misteri hilangnya Sandiaga Uno dari deklarasi “kemenangan” Prabowo. Inilah dia, MyLov!

Rabu 17 April 2019 masih menyisakan banyak cerita. Salah satunya adalah deklarasi kemenangan pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno atas Jokowi-Ma’ruf Amin dengan 62 persen. Ketika ada enam lembaga survei mengunggulkan Jokowi, Prabowo sungguh percaya diri untuk menolaknya. Beliau, dengan tegas menyebut “akan dan sudah” menjadi Presiden Indonesia.

Rabu (17/4) malam, ketika quick count mendekati 100 persen, pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin dinyatakan unggul. Pasangan 01 itu unggul dari pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno dengan rerata 53 hingga 55 persen. Sementara itu, pasangan 02 punya rerata 44 hingga 46 persen. Namun, sekali lagi, Prabowo punya rencana lain.

Beliau menggelar konferensi pers di Jalan Kertanegara, kediamannya sendiri. Prabowo nampak berdiri di atas panggung untuk mengumumkan update terbaru. Beliau menginformasikan bahwa pemilu 2019 ini dimenangkan oleh pasangan calon 02 dengan hitungan 62 persen dan akan jadi presiden bagi seluruh rakyat.

“Saya mau kasih update, bahwa berdasarkan real count, kita sudah berada di posisi 62%. Ini adalah hasil real count. Dalam posisi lebih dari 300 ribu TPS. Sudah diyakinkan ahli-ahli statisik bahwa ini tidak akan berubah banyak,” ungkap Ketum Gerindra itu.

“Ini kemenangan bagi rakyat Indonesia, seluruh rakyat indonesia, dan saya katakan di sini, saya akan jadi presiden seluruh rakyat Indonesia, dan bagi saudara sekalian yang membela 01, tetap kau akan saya bela. Saya akan dan sudah menjadi presidennya seluruh rakyat Indonesia. Kita akan membangun Indonesia yang menang, Indonesia yang adil makmur, yang damai, dan disegani seluruh dunia,” imbuhnya.

Saking bahagianya, Prabowo sampai sujud sukur, seperti yang beliau lakukan di Pilpres 2014 yang lalu. Di dalam rumah, Neno Warisman takbiran merayakan kemenangan. Sungguh meriah, menggugah, mewah, penuh anugerah, orang tumpah ruah, memekikkan puji syukur penuh berkah.

Namun, di tengah pikuk itu, suasana sungguh terasa sastrawi dan penuh imaji ketika sosok Sandiaga Uno tidak mendampingi di acara deklarasi Prabowo. Ke mana Pak Sandiaga Uno? Spekulasi langsung merebak.

Sebuah situsweb bernama “lautan kata-kata” memuat sebuah artikel yang tendensius. Katanya sih A1, yang menyebutkan kalau Prabowo mengusir Sandiaga Uno. Apa pasal? Konon Sandiaga Uno mencoba menahan Pak Prabowo supaya tidak melakukan deklarasi, tapi menunggu hasil resmi dari KPU.

Prabowo marah dan mengusir Pak Sandi dari ruangan, sekaligus koalisi. Kami sih meragukan klaim ini. Bromance Prabowo dan Sandiaga ketika debat capres itu tulus sekali. Kompak. “Your turn, Bro!” Kata Pak Sandi ketika mempersilakan Pak Prabowo menjawab pertanyaan. Bromance mereka megang banget, kayak kentut dan baunya, saling mengiringi.

Baca juga:  Ahok Tidak Ajukan Bebas Bersyarat dan Baru Akan Bebas Tahun Depan

Oleh sebab itu, Mojok Institute mengutus “Tim Bebek Sinjai”, yang pernah mencoba menemukan sosok Ibu Lis dan Ananda Salsabila Umar, melakukan penelurusan secara batiniah ke Jalan Kertanegara.

Kalian masih ingat dengan perjalanan “Tim Bebek Sinjai” yang penuh mara bahaya ke Madura, bukan? Sungguh, penuh bahaya kolesterol. Kalau lupa, silakan kalian baca laporan pandangan mata kami di sini.

Kami menemukan tiga kemungkinan yang lebih masuk akal ketimbang rilisan “lautan kata-kata” yang tendensius itu. Berikut analisis batiniah kami:

1. Pak Sandiaga Uno absen karena memang cegukan.

Siapa dari kalian yang tersenyum konyol setelah membaca subjudul itu? Sama, saya juga. Namun, jangan kalian meremehkan cegukan. Kondisi kesehatan ini bukan hanya terjadi karena makan pedas dalam waktu cepat, atau karena tersedak bijimu, ahhh maksud saya biji kacang goreng.

Jangan meremehkan cegukan. Apalagi konon cegukan Pak Sandiaga sudah terjadi sejak pukul 10.00 pagi. Mereka yang sedang gugup, terlalu bersemangat, atau stres juga dapat memicu cegukan yang bersifat sementara. Nah, untuk cegukan dalam waktu lama bisa disebabkan oleh gangguan mental, misalnya anoreksia ringan.

Tahu anoreksia? Anoreksia adalah gangguan makan yang ditandai dengan rasa takut yang berlebihan bila berat badan bertambah, dan gangguan persepsi pada bentuk tubuh. Penderita anoreksia terobsesi untuk memiliki tubuh kurus, dan melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal menurut mereka.

Kamu semua ingat, bukan, kalau Pak Sandi ini sangat suka berolahraga. Berenang, hingga jogging adalah hobinya. Bahkan beliau pernah melayat ketika masih pakai satu set pakaian olahraga. Sungguh sobat sehat yang paripurna. Kami takut, Pak Sandi ini sangat takut bila tubuhnya tiada ideal lagi. Stres yang muncul itu menjadi cegukan yang berkepanjangan.

2. Pak Sandi itu John Cena!

Kamu semua masih ingat ketika Prabowo marah-marah di atas panggung? Tentunya masih ya, karena itu sering terjadi. Prabowo terpelatuk ketika kampanye di Stadion Kridosono, Yogyakarta. Beliau menegaskan bahwa Polri dan TNI harus netral di Pilpres 2019 ini. Selain itu, Polri dan TNI tidak boleh membela kepentingan asing. Beliau mengekspresikan kemarahannya dengan menggebrak meja podium hingga salah satu mik lepas.

Nah, ketika deklarasi di Jalan Kertanegara, Prabowo menggunakan sebuah mik panjang berwarna emas. Tidak ada yang tahu, kalau sebetulnya, bisa jadi sih, Pak Sandi bersiaga di balik panggung atau di dalam rumah sambil bawa mik berwarna mas cadangan.

Pak Sandi tahu kalau sahabatnya ini bisa begitu bergairah ketika pidato. Kalau sampai meja digebrak dan mik patah, Pak Sandi bakal langsung muncul membawa mik cadangan. Pak Sandi muncul sambil diiringi intro John Cena yang dikasih judul “The Time is Now”. Tee terereeettt tet terrerettt…Pak Sandi muncul dengan berkalungkan kabel mik emas. Badass!

Baca juga:  Nomor Urut Partai dan Manuver Othak-Athik Gathuk

Your time is up, my time is now
You can’t see me, my time is now
Its the franchise, Boy, I’m shining now
You can’t see me, my time is now
In case you forgot, or fell off, I’m still hot, knock your shell off
My money stack fat, plus I can’t turn the swell off
The franchise doing big business, I live this
Is automatic I win this so you hear those horns who finish
A soldier and I stay under you fighting
‘Cause I’m stormin’ on you chumps like thunder and lightning
Ain’t no way you breaking me kid, I’m harder than nails
Plus I keep it on lock like I’m part of the jail
I’m slaughtering stale competition

You can’t see me!” Seperti John Cena, kalian nggak bakal bisa lihat Pak Sandi kalau beliau nggak mau. “In case you forgot, or fell off, I’m still hot, knock your shell off. My money stack fat, plus I can’t turn the swell off.” Ya meskipun udah habis duit banyak untuk pemilu 2019, Pak Sandi jelas kalau “My money stack fast!” Sobat miskin mana ngarti.

You can’t see him, Bro!

3. Sandiaga Uno bobok lebih awal demi nonton Liga Champions bareng Kiai Ma’ruf Amin.

Pak Sandiaga Uno dan Kiai Ma’ruf Amin ini sedang berusaha mewujudkan kalimat manis Jokowi di akhir debat capres. “Rantai sepeda boleh putus, tapi rantai persaudaraan tetap tersambung.” Sumpah, kami sulit menangkap hubungannya. Tapi karena terdengar keren, kami sih setuju saja.

Untuk menjaga rantai persaudaraan itu, Pak Sandiaga Uno bakal mencoba nonton bola. Kalau selama ini beliau suka berenang dan jogging, Pak Sandi mengagendakan nonton bola bareng Kiai Ma’ruf. Mereka akan nonton laga Liga Champions antara Manchester City vs Tottenham Hotspur. Perlu kamu ketahui, Man City adalah salah satu klub favorit Kiai Ma’ruf. Kok kami bisa tahu? Mojok Institute, MyLov!!11!!!111

Sayang ya, Pak Kiai, City kalah dari Spurs. Tapi memang, terkadang, klub yang lebih besar kudu mengalah kepada klub tanpa sejarah yang stadionnya adalah dudukan toilet itu.

Nah, begitulah. Tiga alasan hilangnya Pak Sandiaga. Lebih masuk akal, bukan, dibandingkan situsweb “lautan kata-kata” yang menyudutkan itu. Sukanya kok bikin keributan. Sedih akutu.

  • 190
    Shares


Loading...



No more articles